Senin, 28 November 2016

Subak


Dagang Banten Bali


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Subak: The Ancient Secret Behind Bali's Postcard-Worthy Rice Fields

 

This water management system is what's keeping Bali's rice fields alive.
Anyone who has been to Bali may already be familiar with the beautiful rice terraces
 Beyond the stunning panorama, however, these terraces are actually part of an agricultural system called subak that helps maintain the growth of these very fields. 
Recognized by Unesco as one of its World Heritages, subak is a Balinese traditional agricultural system that is believed to have existed before the 11th century, according to an ancient epigraph called Prasasti Raja Purana Klungkung. That makes it earlier than the construction of the majestic Pura Besakih, the largest temple in Bali, which was established in 1284.
 
 
- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

Minggu, 27 November 2016

MELEBUR SARWA PETAKA





PROSESI UPACARA MELEBUR SARWA PETAKA YG BERMAKNA MENAKJUBKAN.
1. Memohon tirta pengelebur sarwa petaka dg bungkak nyuh gading, memohon ulap2 Omkara dan benang tridatu.
2. Menghaturkan segehan nasi manca warna dg tetabuhan arak brem.
3. Berjapa Gayatri mantra 108.
4. Ngiderang tirta pengelebur srwa petaka berputar pekarangan rumah 3x.
5. Mengikatkan benang tridatu.





- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

EKAM SAT WIPRAH BAHUDA WADANTI




MANUSIA BINGUNG KARENA BAHASA/ ISTILAH/ SEBUTAN.
Dengan konsep Hindu : EKAM SAT WIPRAH BAHUDA WADANTI, sebenarnya tidak ada orang yang atheis, agnostic dan lain lain sebutan seperti itu.
Mengapa demikian ?
Sesuai dengan konsep Hindu di atas yang artinya Tuhan itu satu,manusia menyebut dengan nama berbeda.
Oleh karena bahasa orang menjadi bingung. Dengan konsep ini yang satu itu dalam bahasa kenegaraan, di Indonesia disebut Tuhan, di Inggris disebut God.
Dalam bahasa keagamaan, Hindu menyebut Sanghyang Widhi, Islam menyebut Allah.
Sedangkan dalam bahasa keilmuan ( Fisika ) disebut ZAT yang berasal dari bahasa Sansekerta Tat/ Sat yang kemudian berkembang menjadi Dzat dan ZAT.
Orang Indonesia tentu tidak percaya dengan God karena tidak ada kata God dalam bahasa Indonesia, sebaliknya orang Inggris tidak percaya dengan Tuhan karena tidak ada kata Tuhan dalam bahasa Inggris.
Sedangkan yang menyebut dirinya Atheis atau sebutan yang lain, boleh saja tidak percaya/ meyakini dengan sebutan Tuhan, God, Sang Hyang Widhi, Allah, tetapi mereka yang menyebut dirinya Atheis pasti percaya dengan sebutan ZAT ( Tat/ Sat/ Dzat ). Zat dan Energi, dimana Hindu menyebut dengan istilah Nirguna dan Saguna Brahman, Siwa dan Shakti, Tuhan dan Kemahakuasaan-Nya.
MANUSIA BINGUNG KARENA BAHASA/ ISTILAH/ SEBUTAN.
Suka
Komentari
Komentar
Devi Satriani
Devi Satriani Zat ( Tat/ Sat/ Dzat ) menurut Ilmu Fisika adalah segala sesuatu yang menempati ruang, dimana ada ruang, disana ada Zat. dI DALAM SEBUAH SEL JUGA ADA RUANG, BERARTI DI DALAM RUANG DALAM SEBUAH SEL PUN ADA ZAT. Adakah alam semesta ini tidak ada ruang ?Jawabannya : TIDAK ADA, jadi dimana - mana ada ruang, itu artinya disana juga ada Zat. Wah, Tuhan juga begitu. NGOMONGNYA BERBEDA, UJUNGNYA KETEMU .

Karawista




Sirawista  atau Karawista Adalah tiga helai alang-alang  yang dirangkai sedemikian rupa hingga bagian depan/ujungnya membentuk lingkaran (windu) dan titik (nada), merupakan simbolisasi dari Aksara Suci OM- yang tersusun melalui Bija Aksara A-U-M.
 


Secara etimologi kata Sirawista merupakan  kata yang terbentuk dari kata ‘SIRAH’ (kepala, mahkota, bagian puncak), dan kata ‘WISTA’ yang artinya: pengendalian untuk mencapai kemanunggalan (dengan yang dipuja). Ini sesuai dengan isi Lontar Aji Gurnita dalam bentuk alih aksara pada tahun 1993, koleksi Kantor Dokumentasi Budaya Bali, yang menyebutkan istilah “Sirawista”.

Sedangkan kata ‘Karawista’, sesuai petikan Lontar Åšiwapakarana. Ada dua Lontar Åšiwapakarana yang dipakai sumber acuan yaitu lontar koleksi Ida Pedanda Gde Putra Tembau serta lontar koleksi  Perpustakaan UNHI Denpasar, secara prinsip isi ke-dua lontar tersebut tidak jauh berbeda, secara umum isinya memaparkan tentang dewa yang bersemayam pada masing-masing sarana pemujaan, tempatnya dalam tubuh sang wiku, asal kedatangannya, hakikat dari karawista, hakikat dari air (tirtha) dalam bhuana agung dan bhuana alit, inti sari dari petanganan dan selebihnya mengenai ajaran kediatmikan. Pada lontar ini ‘Karawista’ berarti pengikatan tiga helai alang-alang (ambengan: bahasa bali), di kepala sebagai lambang agar seluruh Tubuh yang memakai bisa terpusat pada obyek yang dipuja. Kata ‘kara’ menunjuk pada badan/tubuh baik badan jasmani maupun badan rohani. Itu sebabnya saat proses sembahyang ada istilah ‘kara suddhamam’, yang artinya pensucian (suddha)  badan (kara), sendiri (mam). Jadi Sirawista dan atau Karawista dipergunakan ketika sesorang  menjalani upacara pensucian diri (samskara ).

“SIRAWISTA/KARAWISTA”  diikatkan di kepala dengan maksud bahwa sejak itu seseorang telah diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk selalu mensucikan diri yakni dengan selalu mengingat Hyang Widhi melalui aksara OMkara. Dengan diikatkannya Sirawista/Karawista ini yang akhirnya orang tersebut siap untuk melaksanakan swadharma berikutnya.
Sirawista/Karawista juga bermakna untuk mensakralkan diri dalam kaitan pengukuhan atau sumpah, Misalnya dalam wiwaha pasangan penganten, Sudhi wadani, Potong gigi, Perkawinan dan lain-lain.
Sumber: Lontar Sasananing Aguron-guron, Lontar Aji Gurnita, Lontar Siwapakarana, Dharmavada



KHASIAT GAYATRI MANTRA


Dagang Banten Bali


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI


KHASIAT GAYATRI MANTRA
Khasiat Mantram Gayatri :
* Baca pd saat keluar rumah ,
70000 saudaramu akan menjagamu dari semua sisi
* Baca saat masuk rumah ,
kemiskinan tidak akan memasuki rumahmu .
* Baca setelah mandi pagi ,
Derajatmu akan dinaikkan 70 tingkat .
* Baca pada saat tidur ,
Saudaramu akan menjagamu sepanjang malam .
* Baca setelah sembhyng ,
maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian .


PUASA CATURDASI PURNAMA KEENEM



Dagang Banten Bali




PUASA CATURDASI PURNAMA KEENEM ADALAH MEMUJA SIWA UNTUK MELEBUR UNSUR2 NEGATIF SKALA NISKALA DIDALAM DIRI KITA TERUTAMA UNSUR SAD RIPU.
Mulailah puasa sebelum jam 6 pagi sampai paling sedikit jam 6 sore. Kalau bisa lebih baik dimulai jam 4 pagi sampai jam 6 sore, kalau mau 24 jam juga sampai jam 6 pagi keesokan harinya pasti sangat bagus. Paling utama adalah makna berpuasanya yaitu menyucikan jiwa, raga dan pikiran melalui upawasa yg menjadi sempurna adanya dg melakukan sembahyang 3x sehari dan berjapa Gayatri mantra 108. Pasti bermanfaat adanya.
Sebelum memulai puasa mohon kekuatan, tuntunan kepada Dewi Gayatri dan lantunkan Gayatri mantra 9 kali dihadapan makananyg telah disediakan. Saat melantunkan 9x Gayatri mantra berkonsentrasilah pada makanan2 itu yg mana taksu Gayatri mantra seolah olah meresap kedalam makanan. Tujuannya puasanya akan berjalan baik, tidak merasa lapar, tidak pusing atau lemas. Semoga bermanfaat. Svaha.

Sabtu, 26 November 2016

TUMPEK KANDANG/TUMPEK CELENG












TUMPEK KANDANG/TUMPEK CELENG
Saturday in the wuku of Uye is called tumpek kandang or tumpek celeng to perform ritual for the animals (the caw, the pig, the chicken, the dog, the cat, etc) with giving the ritual offerings (sesajen).




TUMPEK KANDANG/TUMPEK CELENG

Hari Sabtu di wuku uye yang disebut kandang atau uduh uduh celeng untuk melakukan ritual untuk hewan (sapi, babi, ayam, anjing, kucing, dll) dengan memberikan persembahan ritual (sesajen).