Seserodan
Label
- Bali inspiration
- Bali Masa Depan
- basa Bali
- Bersenang-senang dengan devanagari
- Bhagavad Gita
- Cafe Herbal
- Caru
- Dewa Yadnya
- English for kids
- Gamelan
- Hindu bilingual
- Jenis Banten
- Jual Banten
- Karya Ngenteg Linggih
- Macam-macam Banten
- Macam-macam Tebasan
- Manusa Yadnya
- Memukur
- Panca Sembah
- Pitra Yadnya
- pustaka
- Rerainan
- Sampyan
- saMskrtam
- Satua
- Sesayut
- Tetandingan
- Toko OnLiNe jualan onlain
- Upacara upakara
- Uparengga
- Yoga Bali
Senin, 07 November 2022
Seserodan
Sabtu, 22 Oktober 2022
Kamis, 13 Oktober 2022
Pedudusan Alit
Pedudusan Alit
terdiri dari :
1. ambengan 33 muncuk diikat benang tridatu
2. pungu-pungu
3. panca korsika
4. peras agung
5. catur labha
6. 5 bungkak menyonyo yi: bungkak bulan, udang, gading, mulung dan sudamala.
5 payuk pere dililit benang sesuai ideran metatakan ceper yg berisi beras warna sesuai ideran
7. ngiu merajah padma, 3 kulak beras, benang tebus atukel, kain putih sepradeg, ketan, injn, sudang/gerang, taluh, kacang komak, gula, pisang, jinah 1700, sibuh pepek, kukusan, lis pedudusan (lis senjata)
pungu-pungu
tempeh, kain putih, muncuk telujungan, kampil, nasi amuncuk kukusan, mecongger 4 linting n 2 orti, solasan, payasan, sancak, pejatian (daksina, peras, sodan, tipat), sampyan sangsang/s tangga mirip pengambean
panca korsika
peras agung
ngiu, taledan, kulit peras5, tumpeng putih kuning, raka, kojong rasmen, orti, peras tulung sayut, pesucian, sampyan peras
catur labha
ngiu merajah padna, don kemoning/bila, 4 cobek isi nasi 4 warna, tajin ambengan, tajin glagah, dui duian, muncuk ancak 3, muncuk bingin 3, welasih 3, metegul benang tridatu
priuk tanah dirajah nagapasa ditengahnya dirajah padma
kendi dan 4 priuk disebut catur kumba diikat benang sesuai ideran
dalam priuk ddiisi bija n bunga sesuai ideran n toya
cucukan bebek putih
ayam putih/sudamala
Rabu, 12 Oktober 2022
Sambutan
Sambutan
Ngiu, taledan, beras mepinda manusa, 4 tumpeng, raka, kojong rasmen, 2 njek kebo isi isin daksina, 2 cau mejenggot isi nasi rasmen, ceper tipat sambutan (5 macam tipat yi taluh, sari, bagia, nasi, inih-inih), taluh ayam mentah, nyuh daksina isi benang tukelan, bebuat (2 penyeneng tidak mesesapi n 2 penyeneng mesesapi), sri gunting, 2 sampyan pusung, sampyan sambutan
Ayaban Tumpeng Solas
Ayaban Tumpeng Solas
pejati suci
gebogan
jerimpen punggul
peras
pengambean
sayut
sodan
penyeneng
dapetan
pengiring
pengapit
sayut pebersihan
sayut sidapurna
sayut merta utama
teterag
Tetandingan nyane
jerimpen punggul
wakul, raka, tumpeng, kojong rasmen
peras:
taledan, beras porosan benang pis bolong, kulit peras, raka, nasin peras, kojong rasmen, sampyan peras
pengambean:
sayut
sodan
penyeneng
dapetan
pengiring
pengapit
sayut pebersihan
sayut sidapurna
sayut merta utama
Minggu, 26 Januari 2020
Banten saraswati

Banten saraswati
tamas sayut, raka, 5 celemik pesucian (tepung tawar, beras benang, sisig yi jaja gina puun, seseban don dadap, lengis miik, bunga miik), celemik jaja saraswati, sampyan nagasari n penyeneng
Banten Piodalan Alit
Piodalan alit
Tumpeng 7/nyayut di Mrajan
munggah : tipat daksina, rantasan
Surya pesaksi : pejati
Ayaban 7 tamas atau jadikan 1 ebeg/kepe
ulu : daksina, 2 jerimpen wakul, suci cenik
awak: peras, pengambean, sayut, dapetan, soda, pengiring 2
runtutan : Tebasan sidapurna lan mertha uttama
ikut : soroan
sor : segehan agung
CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI
Tugu karang :
munggah : tipat daksina
ayaban tumpeng lima
5 tamas atau jadikan 1 ebeg/kepe
peras, pengambean, sayut, dapetan, soda
tebasan sidapurna
sor : segehan putih kuning
Indrabelaka/pelinggih lain
dados pateh
munggah : tipat daksina
ayaban tumpeng lima
5 tamas atau jadikan 1 ebeg/kepe
peras, pengambean, sayut, dapetan, soda
tebasan sidapurna
sor : segehan putih kuning
CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI
Tetandingan nyane
Tumpeng 7/nyayut
Peras
taas, kulit peras, raka, 2 nasin peras, kojong rasmen, sampyan peras
pengambean,
tamas, tumpeng 2, tipat pengambean, raka, kojong rasmen, sampyan pengambean
sayut,
tamas,
dapetan,
soda,
pengiring 2
CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI
Tumpeng siya
munggah : tipat daksina atau pejati
peras, pengambean, sayut, dapetan, soda, ...
sor : segehan agung atau caru putih
Tumpeng solas
munggah : pejati suci metaluh bebek
peras, pengambean, sayut, dapetan, soda,...
sor : caru putih/brumbun
Sabtu, 15 September 2018
Segehan
CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI
MAKNA, TATA CARA DAN JENIS SEGEHAN DALAM HINDU BALI
(dikutip dari Lontar Kala Tatwa,Lontar Bhamakertih, Susantra Smerti dan berbagai sumberlainnya)
Segehan ini biasanya dihaturkan setiap hari. Penyajiannya diletakkan di bawah / sudut- sudut natar Merajan / Pura atau di halaman rumah dan di gerbang masuk bahkan ke perempatan jalan.
Jenis-Jenis Segehan
1. Segehan Kepel Putih
Segehan kepel putih ini adalah segehan yang paling sederhana dan biasanya seringkali di haturkan setiap hari.
2. Segehan Putih Kuning
Sama seperti segehan putih, hanya saja salah satu nasinya diganti menjadi warna kuning.
biasanya segehan putih kuning ini di haturkan di bawah pelinggih adapun doanya sebagai berikut :
Om. Sarwa Bhuta Preta Byo Namah.
Artinya :
Hyang widhi ijnkanlah hamba menyuguhkan sajian kepada bhuta preta seadanya.
3. Segehan Kepel Warna Lima (Manca Warna)
Sama seperti segehan kepel putih, hanya saja warna nasinya menjadi 5, yaitu putih, merah, kuning, hitam dan brumbun. Dan penempatan warna memiliki tempat atau posisi yang khusus sebagi contoh ;
Warna Hitam menempati posisi Utara.
Warna Putih menempati posisi Timur.
Warna merah menempati posis selatan.
Warna kuning menempati posisi Barat.
Sedangkan Warna Brumbun atau kombinasi dari ke empat warna di atas menempati posisi di tengah tengah, yang bisa di katakan Brumbun tersebut sebagai Pancernya.
Segehan Manca Warna ini biasanya di letakkan pada pintu masuk pekarangan (lebuh pemedal)atau di perempatan jalan adapun doa dari segehan manca warna ini adalah :
Om. Sarwa Durga Prate Byo Namah.
Artinya :
Hyang Widhi Ijinkan Hamba Menyuguhkan Sajian Kepada Durga Prete Seadanya
4. Segehan Cacahan
Segehan ini sudah lebih sempurna karena nasinya sudah dibagi menjadi lima atau delapan tempat. sebagai alas digunakan taledan yang berisikan tujuh atau Sembilan buah tangkih.
Kalau menggunakan 7 (tujuh) tangkih, sebagai berikut:
![]() |
| Dagang Banten Bali |
5 tangkih untuk tempat nasi yang posisinya di timur, selatan, barat, uatara dan tengah.
1 tangkih untuk tempat untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.
1 tangkih lagi untuk tempat base tampel, dan beras.
kemudian diatas disusun dengan canang genten.
Kalau menggunakan 9 (sembilan) tangkih,sebagai berikut:
9 tangkih untuk tempat nasi yang posisinya di mengikuti arah mata angin.
1 tangkih untuk tempat untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.
1 tangkih lagi untuk tempat base tampel, dan beras.
kemudian diatas disusun dengan canang genten.
Keempat jenis segehan diatas dapat dipergunakan setiap kajeng kliwon atau pada saat upacara–upacara kecil, artinya dibebaskan penggunaanya sesuai dengan kemampuan.
5. Segehan Agung
Merupakan tingkat segehan terakhir. Segehan ini biasanya dipergunakan pada saat upacara piodalan, penyineban Bhatara, budal dari pemelastian, serta menyertai upacara Bhuta Yadnya yang lebih besar lainnya. Adapun isi dari segehan agung ini adalah; alasnya ngiru/ngiu, ditengahnya ditempatkan daksina penggolan (kelapanya dikupas tapi belum dihaluskan dan masih berserabut), segehan sebanyak 11 tanding, mengelilingi daksina dengan posisi canangnya menghadap keluar, tetabuhan (tuak, arak, berem dan air), anak ayam yang masih kecil, sebelum bulu kencung ( ekornya belum tumbuh bulu yang panjang) serta api takep (api yang dibuat dengan serabut kelapa yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk tanda + atau tampak dara).
Adapun tata cara saat menghaturkan segehan adalah pertama menghaturkan segehannya dulu yang berdampingan dengan api takep, kemudian buah kelapanya dipecah menjadi lima, diletakkan mengikuti arah mata angin, kemudian anak ayam diputuskan lehernya sehingga darahnya menciprat keluar dan dioleskan pada kelapa yang telah dipecahkan tadi, telor kemudian dipecahkan, di”ayabin”
kemudian ditutup dengan tetabuhan. Doa dalam menghaturkan segehan ini adalah :
Om. Arwa kala perete byo namah.
Artinya :
Hyang Widhi Ijinkanlah Hamba Menyuguhkan Sajian Kepadakala Preta Seadanya.
Om. Ibek Segar, Ibek Danu, Ibek Bayu, Premananing Hulun.
Artinya :
Hyang Widhi semoga hamba di berkahi bagaikan melimpahnya air laut, air danau, dan memberi kesegaran jiwa dan batin hamba.
Unsur-unsur Segehan
Setiap unsur-unsur dari segehan sejatinya memiliki filosofi didalamnya, berikut penjelasannya:
Alas dari daun / taledan kecil yang berisi tangkih di salah satu ujungnya. taledan = segi 4, melambangkan arah mata angin.
Nasi putih 2 kepal, yang melambangkan rwa bhineda
Jahe, secara imiah memiliki sifat panas. Semangat dibutuhkan oleh manusia tapi tidak boleh emosional.
Bawang, memiliki sifat dingin. Manusia harus menggunakan kepala yang dingin dalam berbuat tapi tidak boleh bersifat dingin terhadap masalah-masalah sosial (cuek)
Garam, memiliki PH-0 artinya bersifat netral, garam adalah sarana yang mujarab untuk menetralisir berbagai energi yang merugikan manusia (tasik pinaka panelah sahananing ngaletehin).
Di atasnya disusun canang genten.
Tetabuhan Arak, Berem, Tuak.










.jpeg)

















