Disusun berdasarkan pakem Lontar Wariga Dewa Tattwa, Sri Sad Winangun, Kala Purana, dan Roga Sanghara Bhumi, dengan penjelasan lengkap mencakup urip hari–pasaran, watak kelahiran, pantangan, serta makna spiritual dan karma niskala sesuai ajaran Wariga Bali.
Hari ini juga dikenal sebagai Rainan Tumpek Wayang, salah satu hari suci penting dalam tradisi Bali yang berkaitan dengan penyucian diri, perlindungan dari energi negatif, dan pemujaan kepada Bhatara Iswara serta Sanghyang Siwa.
Kelahiran ini memadukan kekuatan waktu Bhatara Kala (Saniscara), kedalaman niskala Bhairawa (Kliwon), dan kesadaran spiritual Wuku Wayang.
Energi ini sangat kuat dalam dunia niskala dan spiritual.
Urip: 9
Dewa Penguasa: Bhatara Kala
Makna: waktu, ujian karma, penuntasan dosa.
Urip: 8
Dewa Penguasa: Bhatara Kala / Bhairawa
Makna: kekuatan niskala, intuisi spiritual, kedalaman batin.
Dewa Penguasa: Bhatara Siwa / Iswara
Makna: kesadaran spiritual dan penyingkapan rahasia kehidupan.
Melambangkan kekuatan spiritual yang sangat besar dan matang melalui ujian kehidupan.
Kelahiran ini disebut:
— roh dengan kekuatan spiritual besar yang datang untuk membersihkan karma.
Memberi:
- ketahanan hidup luar biasa
- kemampuan menghadapi penderitaan
- kekuatan menuntaskan karma.
> “Saniscara pinaka kala ring jagat, nyucian ring dosa.”
Memberi:
- intuisi spiritual sangat kuat
- kepekaan terhadap dunia niskala
- kemampuan membaca energi halus.
Memberi:
- kesadaran spiritual tinggi
- kemampuan memahami rahasia kehidupan
- potensi laku tapa dan meditasi.
Gabungan ini membentuk energi:
Kekuatan spiritual yang lahir dari ujian hidup.
- sangat kuat secara batin
- memiliki intuisi spiritual tinggi
- tahan terhadap penderitaan
- bijaksana setelah melewati pengalaman hidup
- mampu menjadi pelindung keluarga.
- cenderung tertutup
- sulit mempercayai orang lain
- mudah merasa kesepian
- kadang memendam penderitaan.
Dalam Roga Sanghara Bhumi, kelahiran ini tergolong:
“Atma Kala Tattwa”
Roh yang datang untuk membersihkan karma lama dan membawa kesadaran spiritual yang dalam.
jiwa ini sering memiliki hubungan dengan kehidupan spiritual pada masa lalu
dalam kehidupan sekarang diuji melalui penderitaan dan pengalaman hidup.
Jika seimbang → menjadi pelindung spiritual keluarga.
Jika tidak → hidup terasa berat dan penuh konflik batin.
> “Kala ring kaweningan dadi rahayu ring jagat.”
- menyalahgunakan kekuatan spiritual
- menyakiti orang yang tulus
- memendam amarah terlalu lama.
- penderitaan batin
- konflik keluarga
- ujian usia 30–34 dan 46–50.
- Saniscara Wening.
- melukat pada hari Tumpek Wayang.
- sembahyang kepada Bhatara Siwa dan Iswara.
Om Kalaya Namah
Om Siwaya Namah
Om Iswaraya Namah
hitam lembut, putih, merah bata.
obsidian, hematite.
Selatan.
Rejeki:
datang melalui ketahanan hidup dan pengalaman, seperti:
- kepemimpinan
- spiritualitas
- pekerjaan yang membutuhkan keteguhan.
Jodoh cocok dengan kelahiran:
- Soma
- Sukra
- Buda
Kehidupan:
Masa muda → banyak ujian.
Masa tengah → mulai memahami makna hidup.
Masa tua → menjadi penuntun spiritual keluarga.
Unsur Makna
Urip Hari 9
Urip Pasaran 8
Total Urip 17
Dewata Kala – Siwa
Watak kuat dan spiritual
Kelemahan tertutup
Pantangan menyalahgunakan kekuatan
Laku melukat dan meditasi
Lahir pada Saniscara Kliwon Wayang berarti membawa kekuatan spiritual yang besar untuk membersihkan karma dan memahami misteri kehidupan.
Ia adalah jiwa yang ditempa oleh waktu dan pengalaman, sehingga mampu menjadi pelindung dan penuntun bagi banyak orang.
> “Wayang ring dharma dadi rahayu ring jagat.”


