Jika telah terjadi pertemuan benih pria dan wanita dan terjadi kehamilan berarti telah terjadi kehidupan.
Mengalami keguguran bisa saja terjadi pada pasangan suami istri yang tanpa disengaja, atau telah memiliki keturunan dan tidak lagi menginginkan keturunan, dan atau sepasang kekasih yang belum memiliki ikatan hubungan suami istri, akibat salah pergaulan menyebabkan kehamilan, sehingga digugurkan untuk menutupi aib dan tanggung jawab.
Menggugurkan atau Keguguran merupakan upaya menggagalkan karma hidup manusia yang sebenarnya tanpa bisa dikompromikan akan dosa dosanya. Sebuah proses hak hidup manusia adalah mutlak kewenangan Tuhan.
Banyak alasan menggugurkan hanyalah karena ketidak mampuan mengelola alasan duniawi, seperti menutupi aib, lepas tanggung jawab, karena salah pergaulan dan bahkan karena masalah ekonomi dan masa depan.
Tetapi, bagaimana akibat menggugurkan itu dapat mempengaruhi kehidupan bagi si pelaku ?
Atma atau Sinar Suci Tuhan yang dipaksa dan dibuang begitu saja, tentunya juga akan hidup sesuai karma sinar sucinya. Mungkin secara fisik hanya gumpalan darah kecil yang tercecer dari proses menggugurkan. Namun atma yang merupakan bagian dari darah yang tercecer tetaplah ada, hidup dan pergi seperti halnya manusia yang mengusirnya dari kehidupan ini.
Ilustrasinya adalah, jika kita diusir maka kita hanya bisa berharap untuk mendapatkan teduhan kehidupan ditempat tempat umun sambil berharap belas kasihan, seperti di perempatan jalan, ruangan kosong atau pepohonan rindang dengan waktu bertahun tahun tanpa ada kejelasan. Pun juga atma yang diberlakukan sama.
Seperti halnya anak kecil yang ingusan, tidak ada yang memelihara, duduk dan bersembunyi terkadang di perempatan jalan sambil menangis, menyapa orang tuanya yang lewat, tanpa dilihat dan didengar, yang akhirnya harus hidup bertahan dari makanan atau sesajen yang dihaturkan untuk "bhuta" dipinggiran jalan. Bahkan, hingga terlewatkan sampai 17 tahun lebih.
Hal inilah dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, saat orang tuanya disapa di jalan biasanya berakibat kecelakaan, jika disapa dengan permintaan bekal biasanya terjadi keruntuhan ekonomi lalu jika yang disapa kakak atau adiknya bisa saja terjadi kesakitan dari faktor kesehatan bahkan sering pula disapa lewat mimpi mimpi.
Maka dalam kondisi seperti ini, sering kali musibah musibah tersebut kurang dapat disadari, sehingga ketika mempertanyakan kepada orang pintar "metunasan" maka ada petunjuk seluruh musibah ada kaitannya dengan leluhur.
Bagaimana jika hal ini terjadi ?
Ada beberapa langkah untuk diri sendiri yang paling sederhana dilaksanakan sebelum menuju proses upacara lebih lanjut.
Dengan menggunakan sarana Canang dan Dupa dihaturkan melalui pelinggih Surya, lalu Memohonlah maaf, memohonlah ampun dan bertobatlah kehadapan Ida Hyang Widi Wasa, Ida Hyang Pasupati dan Ida Hyang Luhur dan Kawitan, atas kesalaha diri yang telah diperbuat di sekala niskala sehingga mendapatkan jalan dan tuntunan yang baik untuk kehidupan ini.
Sebagai umat Hindu yang percaya dengan keberadaan sang Atma, sangatlah penting untuk melaksanakan upacara kepada si jabang bayi itu, meskipun belum berwujud agar tidak ngerubeda (menyebabkan kekacauan).
Upacara dimaksud seperti upacara PENGEPAH AYU akibat keguguran atau menggugurkan kandungan (DHANDA BARUNANA), mungkin upacara ini sangat jarang dilihat dan jarang juga dilihat dalam implementasinya.
Pelaksanaan upacara ini berdasarkan Lontar Lebur Gangsa dan Sunari Gama. Pemuput pelaksanaan upacara Pengepah Ayu ini dapat dilaksanakan oleh Pemangku Kahyangan khususnya Kahyangan Dalem.
Bagaimana menjalankan upacara ini ?, Sangat penting untuk berkonsultasi kepada sulinggih, pemangku atau penuntun spiritual sesuai dengan keyakinan.
Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar