Dalam upacara otonan yang sederhana sarana cukup sebagai berikut:
Banten Pejati (untuk Bhatara Guru/Kemulan),
Dapetan (sebagai tanda syukur) dan
Sesayut Pawetuan (untuk Sang Manumadi),
Segehan (untuk Bhuta) dan
Canang sari dan dupa,
kemudian didoakan.
Dalam prosesi otonan, terdapat sebuah simbolis yaitu pemasangan gelang ditangan berwarna putih.
Kenapa menggunakan benang? karena benang mempunyai kontotasi “beneng” dalam bahasa bali halus. Yang dapat diartikan 2 hal yaitu:
Karena benang sering dipergunakan sebagai sepat membuat lurus sesuatu yang diukur.ini maksudnya agar hati yang otonan selalu di jalan yang lurus/benar
Benang memiliki sifat lentur dan tidak mudah putus sebagai simbol kelenturan hati yang otonan dan tidak mudah patah semangat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar