Mencari Leluhur :
" Benarkah leluhur orang Bali sudah ada sejak Jaman Manusia Prasejarah Gilimanuk "Semangat untuk memahami jati diri sebagai orang Bali kini tumbuh dengan kekuatan yang luar biasa.
Di berbagai kalangan, muncul gairah baru untuk menelusuri akar leluhur, atau kawitan, yang selama ini kerap dibatasi oleh cerita babad sejarah dari abad ke-15 hingga ke-16 Masehi.
Pulau Bali telah menjadi tempat berpijak bagi manusia diperkirakan sdh dimulai jaman Bali purba sampai Jaman Bali Dwipa.
Salah satu bukti paling nyata datang dari temuan arkeologis di daerah Gilimanuk.
Di sana, para peneliti menemukan tulang-belulang manusia prasejarah, sarkopagus serta bekal kubur yang diperkirakan sdh ada disekitar 100 tahun SM sampai 300 tahun M.
Temuan ini menegaskan bahwa Bali telah dihuni jauh sebelum era kerajaan, bahkan sebelum aksara dikenal.
Berdasarkan temuan arkeologis, diperkirakan pada jaman itu sdh memiliki kebudayaan yg maju, yaitu telah terjadi perdagangan Trans Asiatik, karena benda2 berupa bekal kubur yg ditemukan di daerah Gilimanuk juga ditemukan di Negara2 Asia, spt Kamboja, Vietnam dll.
Mencari kawitan bukan hanya soal asal-usul biologis, tetapi juga menyangkut spiritualitas, kebudayaan, dan identitas.
Dalam konteks ini, Bali tidak bisa terus-menerus dipahami sebagai daerah yang menerima peradaban dari luar.
Sebaliknya, Bali adalah peradaban itu sendiri.
Adalah keliru jika kita menganggap sejarah Bali dimulai ketika catatan tertulis muncul.
Warisan budaya yang hidup hingga kini — sistem Subak, Desa adat, Asta Kosala Kosali, Asta Bumi, Desa-Kala-Patra — sesungguhnya berakar dari kebijaksanaan lokal yang telah tumbuh sejak masa prasejarah.
Kini, semangat menelusuri jejak kawitan orang Bali menjadi lebih dari sekadar penelitian sejarah; ia adalah bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah lebih dulu hadir, membentuk relung-relung kebudayaan yang kita nikmati hari ini.
Adalah tugas generasi kini untuk melihat sejarah secara utuh: bukan dari siapa yang datang, tapi dari siapa yang telah lama menetap serta puncak2 peradaban yg dilahirkannya.
Karena semakin dalam kita menggali, semakin tampak bahwa Bali memiliki peradaban yang berdiri atas kakinya sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar