Kamis, 27 September 2018

Lontar Indik Kayangan



Desak Mirah
Kenapa Pura di Bali sangat unik dan memiliki berbagai model bangunan di dalamnya? Mari kita simak:
Lontar indik khayangan
Gedong pepolosan tertutup ijuk, palinggih bhatara gni jaya dari gunung lempuhyang
Sanggah meprucut pasimpangan bhatara limasari dari gunung uluwatu
Sanggah matudung pane, pasimpangan bhatara limascatu dari gunung batukaru.
Sanggah berisi manjangan, sanggar sapta rsi juga pasimpangan bhatara limaspait.
Sanggah sakawulu gempel, persimpengan dewa ayu pasaren sari dari gunung majapahit.
Taksu , pasimpangan taksu nganten dari gunung agung.
Sanggar pasamuhan marepat, matumpang salu, pasimpangan bhatara putrajayagenu dari panarajon ( sukawana).
Sanggah sebagai tugu, maklabangapit pasimpangan sedahan.
Sanggah sakepat, tempatnya diluar pekarangan sanggah pasimpangan di lebuh.
Meru tumpang 5, pasimpangan bhatara mahajaya di gunung agung.


Meru tumpang 3, pasimpangan bhatara gunung lebah ( batur).
Meru tumpang 2, pasimpangan ratu ngurah dari gunung agung.
Gedong beratap ijuk, pasimpengan bhatara dalem manik mas soring besakih.
Bebaturan berisi naga, pasimpengan hyang saptapetala, yg berisi naga , pasimpengan pangrurah bhatara penyarikan.
Sanggar agung, pengayatan bhatara resinglangit, bhatara gana, miwah luhuring akasa.
Gedong taru papolosan, beratap ijuk, pengayatan bhatara semua.
Gedong sari tumpang 2, pasimpangan ida ratu mas sari, dari gunung sari bulian ( buyan).
Sanggar rong 3, kamulan , pasimpengan bhatara brahma, wisnu, iswara.
Sanggar gedong sakapat, pasimpengan bhatari niang nini, uma.
Sanggah palinggih sebagai taksu, pasimpengan ratu ngurah di tengahing segara.


- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

JNANA-VIJNANA


Jnana adl ilmu pengetahuan ttg NIRGUNA BRAHMAN. Yaitu ttg yg Maha Gaib dg Realitas Mutlak. Walo tak diketahui WujudNya secara Nyata (Avyakta), karena tak mungkin kita mengungkapkanNya apa Ia sebenarnya. Para Rsi dlm upanisad menyatakanNya sbg NETI-NETI. Namun suatu yg pasti bhw Beliau ADA dan Hadir dimana saja (Vyapi vyapaka Nirvikara).
Dlm Gita (12.5) disebutkan bhw pemujaan pd Nirguna Brahman hanya cocok bagi mereka yg ASARIRA ( bukan lg berkesadaran badan). Hal ini tak cocok bagi kita yg masih berbadan jasmani yakni masih terikat dg hiruk pikuk kehidupan Duniawi ( masih doyan nasi dingin dan sambal terasi..😂)Karena blom mampu lepas dr rasa Dwandas ( sifat dualisme yg berbeda). Namun bagi mereka yg sudah berkesadaran Rokhani yakni mencapai Jivan mukti maka pemujaan kpd Nirguna Brahmanlah jalannya. Inilah jln Tol yg akan menghantarkannya Penyatuan kpd Sang Brahman dan mencapai Brahma Nirvana.
Namun Kebanyakan dari kita blom bisa lepas dr rasa Dwandas. Mayoritas berpikir dan mengangankannya Sosok Tuhan yg Berwujud (Sakara Brahman), yg lengkap dg segala atribut dan sifatNya sbg Saguna Brahman. VIJNANA adl. Pengetahuan atau pemujaan ttg Saguna Brahman. Dg pengetahuan Vijnana ini memudahkan kita melakukan Pemujaan, dg Saguna Brahman sbg obyek bhakti. Inilah yg cocok bagi kita kebanyakan.(Bg:12.2)Yakni memuja Tuhan yg beratribut spt pemujaan kpd Siwa, Wisnu atau Krishna, termasuk Dewa-Dewi sbg manifestasiNya. Wujud2 yg beratribut tsb adl Purusotama, dan merupakan Manifestasi dr TYME ( Nirguna Brahman).
Bagaimanapun juga setelah tahap pemujaan kpd Sakara Brahman ( Saguna Brahman) mk pemuja ini pd kesempatan berikutnya akan diteruskan kpd Sang Brahman juga. Inilah Demokratisnya Tuhan dlm jalan yg dipilih (Catur Yoga) oleh umatNya.
Trus bagaimana dg pemujaan hindu Bali?
Pemujaan yg umum digunakan adl Panca Sembah. Sembah yg pertama adl menyadari akan hakikat kita yg sujati adl Sang Atman yg suci utk mewujudkan Barahman Atman Aikyam ( Asfek Nirguna Brahman). Selanjutnya Sembah yg ke2,3 dan 4 adl pemujaan kpd ManifestasiNya ( Saguna Brahman/Isvarah) ini memudahkan kita sbg obyek pemujaan, dan yg terakhir ( ke5) adl kembali kpd hakikat Nirguna Brahman / SH. Widhi dg menyadari hakikat Beliau sbg yg Maha Gaib/ Suksma Paramaacintya.
Om Anobadrah Krtavoyantu visvatah
Om Lokah Samasta Sukino Bhavantu
Om Shanti

- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI





Senin, 24 September 2018

Misteri Perang Mahabharata

Dagang Banten Bali



Temanku yg beda agama pernah berkata : agama Weda ...TUHANNYA SRI KRSHNA justru yg mendorong terjadinya perang .
TUHAN kok mengajarkan perang sehingga terjadi pembunuhan masal ?
Saya telah menjelaskan panjang lebar padanya ....beruntung dia memiliki kesabaran untuk mendengarkan penjelasan saya yg sangat panjang , dan akhirnya dia mengerti ...bahkan mengagumi .
Banyak orang di luar agama kita , juga yg menjadikan WEDA sebagaj kitab sucinya belum mengerti kenapa perang besar MAHA BHARATA harus terjadi ? Maha bharata bukanlah dongeng belaka , tetapi sejarah nyata yg sampai kini meninggalkan banyak peninggalan . Para ahli sejarah memperkirakan bahwa yg tewas saat itu berjumlah lebih kurang 260 juta orang ....jumlah yg luar biasa besar , bahkan melampaui jumlah indonesia saat ini yg terbilang negara dengan jumlah penduduk sangat banyak yaitu sekitar 230 juta orang .
Ilustrasi kisah sederhana ini , mungkin akan membuat lebih mudah memahami kenapa perang besar ini mesti terjadi ? Ilustrasinya seperti ini :
Seorang lelaki setengah tua duduk dengan sedih , kemudian di hampiri laki laki tua yg penuh senyum damai dan terlihat bijaksana . Laki2 tua itu bertanya : apa yg terjadi ? Kenapa engkau terlihat sedih ? Laki laki setengah baya itu menjawab : bagaimana aku tidak sedih ? Aku memperbaiki rumahku ...beberapa bulannya ada lagi yg rusak dan harus di perbaiki ....begitu seterusnya . Apa yg harus kulakukan ? Laki2 tua itu berkata : rumahmu harus di robohkan....karena pondasi rumah sudah rapuh . Saat engkau memperbaiki bagian kiri , bagian kanannya juga akan rusak ....begitu seterusnya . Maka yg terbaik adalah bangunan tua yg pondasinya rapuh di robohkan ...agar bisa di bangun rumah baru dengan pondasi baru dan kokoh.


Perang Barata yudha itupun sama seperti itu , jumlah raja raja jahat yg hidup saat itu sudah terlalu banyak . Di bunuh satu ....muncul lainnya yg lebih banyak dan jahat , mereka selalu menebar teror , melakukan perang , menjajah negara lain, memperkosa wanita dan melecehkan bahkan pada Drupadi wanita utama yg lahir dari kesucian api yadnya suci....apalagi pada wanira biasa ? Para kaum brahmana dan orang suci di lecehkan.....dan paling penting mereka telah menyelewengkan ajaran Weda , dan tidak lagi patuh pada ajaran TUHAN . Untuk memperbaiki perorangan tidak mungkin lagi karena merajalelanya kejahatan di mana mana ...." MAKA PERANG BESAR BHARATA YUDHA HARUS TERJADI , SELURUH KSATRIA KURU HARUS MATI DI MEDAN PERANG ,SEHINGGA BISA TERBENTUK SUATU TATANAN KEHIDUPAN BARU YG LEBIH DAMAI ".
Inilah alasan PERANG BESAR TERJADI , untuk melahirkan TATANAN KEHIDUPAN YG BARU , MAKA TATANAN KEHIDUPAN LAMA HARUS DI HANCURKAN.......
Demikian juga dengan tubuh kita ini ....Sang JIWA yg menghidupi badan bersifat enerjik dan terus berkarya , saat tubuh masih muda ....maka tubuh akan mampu mengimbangi sang JIWA . Tetapi saat tubuh sudah tua ....maka tubuh tidak lagi mampu mengimbangi keinginan JIWA yg enerjik . Maka yg mengerti ini , harus merelakan sang JIWA meninggalkan tubuh tuanya , dan lahir pada tubuh yg muda lagi . Demikianlah seterusnya : karena JIWA kekal tidak pernah mati...maka dia akan terus mencari badan baru untuk di hidupi . Maka kematian adalah hal yg pasti....tidak perlu di sesali atau di sedihi karena JIWA hidup selamanya. 


Kehancuran dalam perang BARATA YUDHA sudah di tentukan TUHAN untuk menciptakan TATANAN HIDUP BARU YG LEBIH BAIK . Demikian juga kematian kita semua adalah untuk kepentingan sang JIWA mencari badan yg lebih muda dan bagus pada kehidupan selanjutnya.....marilah kita sambut KEMATIAN setiap insan sebagai hal yg wajar dan kehidupan yg lebih baik ke depannya .
- KEHANCURAN dan KEMATIAN ditentukan oleh WAKTU ....dan WAKTU itu sendiri adalah Wujud TUHAN yg lain .
TUHAN SRI KRSHNA bersabda :" SRI BHAGAVAN UVACA : kalo 'smi loka-ksayakrt praprddhao lojan samhartum iha pravrttah rte ' pi tvam na bhavisyanti sarve ve' vasthitah pratyanikesu yodhah ".
Artinya :
" TUHAN YANG MAHA ESA bersabda : AKU adalah WAKTU. Penghancur besar dunia dunia dan AKU datang kesini untuk menghancurkan semua orang , kecuali kalian para PANDAWA , semua ksatria di sini dari kedua belah fihak akan terbunuh". (Bg . 11.32).

Kehancuran dan Kematian adalah pasti .....semua yg di ciptakan akan mengalami KEMATIAN....termasuk tubuh ini. Tetapi kita bukanlah tubuh ini , kita adalah JIWA yg menghidupi tubuh ini . Kita bersifat kekal , tidak pernah mati karena JIWA tidak di lahirkan .
Maka jangan di bingungkan oleh KEMATIAN , karena sejatinya KEMATIAN hanya berarti meningglkan tubuh yg tidak layak lagi untuk di tempati sang JIWA.



ENERGI KIDUNG

Dagang Banten Bali


ENERGI KIDUNG

Cerita rakyat nusantara turun temurun bukan sekedar isapan jempol belaka, semua harus bisa di buktikan sendiri jangan hanya cuma percaya katanya
Warisan leluhur Jawa yg berupa kidung Macapat bukan hanya sekedar nyanyian anak negri yg tersisa, kidung tembang Macapat memiliki kekhususan di banding dg gending-gending yg lain.
Kidung Macapat semakin dasyat energi elektromagnetiknya apabila si penembang pandai penguasaan teknik olah pernapasan tenaga dalam dan di tambah komposisi penjiwaan sastra serta olah batin yg baik maka kidung Macapat akan semakin memiliki daya adikodrati yg tak kasat mata.


Marilah kita berlatih membiasakan teknik olah pernapasan tenaga dalam sedikit demi sedikit dg maksud dan tujuan apabila kita suatu saat bersatu dg alam dalam keheningan kidung yg maha dasyat.
Contoh Kidung di bawah ini memiliki energi panah asmara buat anda semua silakan di coba
Dhuh wong manis rehne sira nini, wus diwasa katon, datan wurung ing tembe sira ngger, winengku mring priyanta sayekti, marma di pun bangkit, suwita ing kakung.
Mungguhe wong suwita mring laki, iku luwih abot, nora kena ngendhel-endhelke, warna rupa banda lawan asri, pawitane ati, rereh ririh ruruh.
Basa rereh satindhak den aris, satandhuk den alon, aja dumeh ngandhel lakine, lamun sira kuranga ngajeni, nuwuhaken tebih, ring katrisnan ipun.
Kapetik saking serat Panji
Hayu hayu jaya jaya wijaya
Rahayu mulyaning jagat



Pandi Nayuhan


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

“Megama Laku” Para Leluhur Nusantara
“Agem-ageman” (falsafah hidup) leluhur nusantara sejatinya “ngelakoni” / menjalankan hakikat budi pekerti yakni sujud bhakti dan bepasrah diri kehadapan Hyang Maha Bijaksana. Bukan “beragama filsafat” dimana ajaran-ajaran agama, ayat-ayat suci dibaca habis, dihafal tuntas, lalu diperdebatkan. Kalau sudah “debat” pastilah ada pihak yang memiliki pendapat berbeda yang menyatakan kebenaran pula. Sedangkan agama memiliki “kebenaran tunggal”. Bagaimana manusia yang fana ini bisa memperdebatkan kebenaran tunggal yang hakiki? kecuali mereka terbelenggu oleh pembenaran menurut mereka sendiri.
Urusan filsafat diserahkan kepada beliau para Maha Mpu, Maharesi yang telah mencapai level bijaksana, yang mampu memahami kebenaran hakiki dari ajaran agama. Masyarakat awam tinggal mengikuti kebijakan kebenaran para Danghyang dalam bentuk etika dan upacara.
Para leluhur beragama “bhakti” dan “berpasrah diri” bukan berarti “diam”. Mereka memuja seiring dengan nafas kehidupan, berdoa sejalan dengan langkah kakinya, bersujud senada dengan irama wacananya. Berpasrah diri dalam dharma untuk menunaikan “dharmaning kahuriapan” (kewajiban hidup).
Mereka bekerja dalam ketulusan, berkesenian dalam doa, berbudaya dalam pemujaan, serta berkarya sebagai ritual. Dengan selalu menjunjung prinsip hidup dalam keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Ida Betara.
Memuja Hyang Esa dalam bentuk paling sederhana untuk dipahami, yang terdekat dengan dirinya dan lekat dengan pekerjaannya.
Menstanakan Hyang Maha Bijak diantara patung patung, pretima, pelawatan, kober - kober, tedung – tedung suci, senjata nawa dewata.
Memuja Hyang Maha Suci di atas dasa aksara, rerajahan, warna-warna, bunga-bunga, buah-buahan, banten – banten, batu-batu, api, air, daun-daunan.
Memuliakan Hyang Maha Agung dalam rangkaian nada gambelan, kidung suci, dan tandang tangkep tari wali.
Sujud kepada Hyang Maha Acintya dalam semilir wangi asep menyan majegau cendana, dan di setiap molekul air “tirtha wangsuhpada”, sebagai simbol kedekatan rasa di dalam upaya menghaluskan budi.
Begitulah leluhur nusantara… mereka adalah penganut “agama laku” yang senantiasa berkarya dan memuja tanpa pernah terikat pada hasil dari apa yang dilakoni.

#BudiPekertiLeluhurNusantara #GamaLakuNgelakoni kanduksupatra.blogspot.com





Energi = Hidup
Hukum kekekalan energi:
energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk kebentuk lain.

Hukum kekekalan energi adalah hukum kehidupan / hukum URIP.
URIP /hidup tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan hanya dapat berubah dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain dalam waktu yang berbeda dan dalam bentuk yg berbeda.

Seperti halnya salah satu siklus energi ini:
Energi Panas matahari memanasi air laut sehingga menguap dan berkumpul jadi awan, awan yg tertiup angin kedarat jatuh sebagai hujan. Awan memiliki E. potensial ketika jatuh sebagai hujan punya E. Kinetik yg kemudian air mengalir bergerak disungai (E. Gerak/ mekanik). Air kemudian memutar turbin pembangkit tenaga listrik mengahasilkan E. Listrik. E.Listrik menyalakan lampu, menghasilkan E. Cahaya dan E. Panas.
*dlm siklus ini E. Panas kembali ke E. Panas setelah melalui berbagai macam perubahan.

Begitu pula dengan Urip/Hidup/Roh/Sukma selalu tetap ada walaupun badan / wadag/ wadahnya rusak /mati.
Urip/Hidup/Roh/Sukma akan mencari kurungan/ wadah/badan baru sesuai dengan frekuensi dan vibrasinya.

Inilah reinkarnasi / peristiwa nitis / titis manitis sehingga hukum karma / hukum perbuatan selalu menghasilkan buahnya.
Sapa gawe bakal nganggo, sapa nandur bakal ngunduh.
Siapa yg menanam pasti menuai.
Kalau tidak menuai dihidup yg sekarang pasti menuai dikehidupan selanjutnya.

Hidup itu kekal seperti energi juga kekal
sehingga:
Hidup = Urip = Roh = Energi.

Sastra Tarka dan Nyaya.





Dagang Banten Bali


Sanatana Dharma Memberikan Kebebasan Berkeyakinan.
Carwaka boleh, adwaita boleh, dwaita boleh, saguna boleh nirguna boleh. Anda meyakini Tuhan disebut Astika. Diterima. Anda tidak meyakini Tuhan disebut Nastika. Diterima juga. Anda ingin menyembah Arca (Patung Suci). Silahkan. Anda disebutkan Murti Puja. Bila Anda tidak ingin menyembah Arca tidak masalah. Anda dapat fokus kepada Nirguna Brahman.

Kritik yang berdasarkan ilmu logika dan analisa filsafat dengan metodologi dari sastra Tarka dan Nyaya. 

Memulai perjalanan spiritual Anda dengan membaca Bhagvad Gita. Teruskan. Dengan pelajari Veda Samhitas, Upanishad atau Purana. Tidak ada halangan. 

Anda tidak suka pelajari Sastra Veda atau buku-buku spiritual lain. Tidak masalah Sahabatku. Lanjutkan saja dengan Bhakti Yoga. 

Anda tidak suka pendekatan Bhakti. Tidak masalah. Jalankan Karma (perbuatan, pikiran dan perkataan) yang Baik. Jadilah seorang Karma Yogi. 

Anda ingin menikmati hidup keduniawian. Silahkan. Ini adalah filsafat keduniawian, Charvaka. 

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Anda ingin menjauhkan diri dari segala keduniawian dan menemukan Tuhan. Jadilah seorang pertapa, Sadhu. 

Anda tidak suka dengan konsep Tuhan. Anda hanya percaya pada Alam saja. Selamat Datang. Pohon merupakan teman kita dan Prakriti, Alam yang layak disembah. Anda percaya pada satu Tuhan atau Energi yang Maha-Agung. Ikuti filsafat Advaita. 

Anda ingin seorang Guru. Maju dan menerima kewajiban sebagai Sisya atau calon Guru. Anda tidak ingin seorang Guru. Bantulah dirimu sendiri dengan cara bermeditasi dan belajar. Anda meyakini energi Tuhan yang feminin. Silahkan menyembah, puja dan bhakti kepada Shakti. Anda percaya bahwa setiap manusia adalah sama dan sejajar. Betul! "Vasudhaiva Kutumbakam" (Dunia adalah Satu Keluarga). 

Anda tidak punya waktu untuk merayakan festival dan hari-hari suci. Jangan khawatir. Festival dan hari-hari suci yang lain akan datang! 

Anda adalah orang yang bekerja terus. Tidak punya waktu untuk berupacara atau puja. Tidak masalah. Anda masih seorang pemeluk ajaran Hindu. 

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Anda ingin pergi ke kuil, pura atau candi untuk bersembahyang atau puja. Pengabdian dalam Bhakti.   

Anda tidak ingin pergi ke kuil, pura atau candi. Tidak masalah. Anda masih bisa melakukan puja dan bhakti dalam hati. 

Anda tahu bahwa Sanatana Dharma menyediakan berbagai cara hidup, dengan pilihan yang cukup signifikan. Anda percaya bahwa segala sesuatu berada dalam Tuhan, dan Tuhan berada di dalam segala sesuatu. Jadi Anda menyembah Ibu, Ayah, Guru, Batu, Pohon, Sungai, Matahari, Bulan, Bumi dan Alam Semesta. 

Jika Anda tidak percaya bahwa segala sesuatu ada Tuhan di dalamnya. Tidak ada masalah. Kita menghormati sudut pandang Anda. "Sarve Janah Sukhino Bhavantu" (Semoga semua orang hidup bahagia). 

Dalam Rig Veda telah digambarkan sebuah petunjuk yang penting bagi kita semua di muka bumi ini, yaitu biarkan pengetahuan yang menginspirasi datang kepada kita dari segala arah, asalkan pengetahuan itu tidak destruktif dan tidak memecah belah. Ini satu sudut pandang dari esensi Universal yang disediakan Sanatana Dharma, yang melengkapi dan meliputi segalanya. 

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Itulah mengapa ajaran Hindu telah bertahan dalam ujian waktu meskipun diserang baik dari dalam dan luar berulang kali. Ajaran Hindu terbentuk dari segala kebaikan dari segala sudut pandang dari segala sesuatu. Itulah alasannya mengapa disebutkan Sanatana Dharma, atau Aturan yang Kekal Abadi. 
Om Shantih

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Bermeditasilah kepada yg ada didalam Dirimu. Sesungguhnya Dia tidak Jauh, Dia ada dalam diri. Dia adalah Cahaya, Dia bersinar sendiri tanpa disinari, itulah dirimu yg bersinar. Sinar ini akan terlihat dg Akalmu, karena sudah Aku anugerahkan penglihatan bhatin kepadamu, bukan dg mata telanjangmu. Karena dirimu bukan Cahaya empirik.



Pesan Luhur Nusantara
Dedalane guna klawan sekti...
Tansah andhap asor...
Wani ngalah luhur wekasane!
Ana bapang nyimpang,
Ana catur mungkur.....


Terjemahan bebas:
[Jalan menuju keselamatan dan kesaktian....
Selalu bersikap RENDAH HATI.
Berani ngalah (menerapkan sifat Tuhan) pada akhirnya DIMULIAKAN...
Jika ada potensi masalah, segera HINDARI !
Saat orang bicara tentang aib orang lain, segera lah MENARIK DIRI ! ]


Tri Kaya Parisuddha utk membangun HORMON KEBAHAGIAAN






CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI




*Tri Kaya Parisuddha utk membangun HORMON KEBAHAGIAAN*
Ternyata, ada hormon kebahagiaan yang dikeluarkan oleh *tubuh kita sendiri* yang membuat bahagia, punya daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap penyakit, yang disebut sebagai *Hormon Endorfin*. Nama hormon ini seperti *obat tidur* yang diproduksi secara sehat oleh tubuh dan disebut-sebut juga sebagai penghilang rasa nyeri, bahkan jauh lebih kuat dari banyak obat sekalipun.
Bagaimana hormon endorfin ini diproduksi?
Saat kita berpikir positif, berperasaan (emosi) positif, dan juga bertindak positif. Saat kita bersyukur, secara otomatis tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Saat kita berpikiran baik, positif, tersenyum, berbahagia dalam hidup, akan lebih banyak hormon endorfin yang keluar.
Kalau banyak orang bertanya bagaimana mencari kebahagiaan dan ingin mendapatkannya...? ternyata tidak perlu jauh-jauh karena yang kita cari ada di pikiran dan hati kita.
Kalau pikiran dan hati kita positif, maka tubuh akan menghasilkan hormon kebahagiaan lebih banyak. Tidak perlu mencari-cari sumber kebahagiaan dari luar sana, hanya melihat ke dalam diri sendiri, maka kebahagiaan dan juga kesehatan akan didapatkan.
Menariknya, hormon kebahagiaan ini adalah juga *hormon kesehatan*. Kalau kita mau sehat, hormon ini harus banyak-banyak keluar dari tubuh, karena hormon endorfin ini bisa memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Jadi, kalau sering loyo, sering sakit, pegel-pegel, bisa jadi karena masih banyak pikiran dan emosi negatif yang dikeluarkan.
Bagaimana agar hormon endorfin ini bisa keluar? Saya rangkumkan dari buku *"Man Jadda Wajada 3: Hidup Sekali Sukses Berkali-Kali"*
*Pertama*, bangun mindset positif. Berpikir yang positif. Setiap sesuatu mempunyai dua sisi; positif dan negatif. Lihatlah segala sesuatu dari sisi positif, dari sisi baiknya. Sehingga yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal baik. Kalau yang dipikirkan adalah sisi negatif, yang terjadi adalah pikiran kita akan menjadi negatif. Akhirnya timbul rasa marah, kesal, dan juga menyesal. Sedikit saja hal-hal negatif itu keluar, maka bukan hormon kebahagiaan yang timbul, tetapi hormon yang bahkan merusak tubuh.
Selalu bersyukur kepada Tuhan atas semua Karunia yang diberikan. Bersyukur akan membawa kepada kebahagiaan.
*Kedua*, bangun perasaan dan emosi positif. Buang semua emosi negatif seperti marah, dendam, takut, sedih, iri hati, merasa tersakiti dan sebagainya. Sebaliknya, bangun emosi positif seperti cinta, kegembiraan, dan antusiasme dalam mengerjakan sesuatu. Dengan kita menebarkan cinta di rumah, di kantor, dan di mana saja akan membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dan menyehatkan. Saatnya menunjukkan kita adalah orang-orang yang bahagia.
*Ketiga*, lakukan kebaikan setiap saat (Subha Karma) Mengerjakan kebaikan akan menjadi sumber kebahagiaan yang luar biasa. Akibatnya, orang semakin sehat dan semakin positif karena merasa dirinya berharga dan bernilai. Misi manusia di dunia ini adalah menebarkan kebaikan kepada sebanyak-banyaknya orang. Dengan berbuat baik (Tri Kaya Pari Suddha) hidup akan lebih bermakna.
Kebahagiaan, kesehatan, semua bermula dari hal-hal positif yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan.
Ingin sehat? Mulailah berpikir lebih positif, mengeluarkan emosi yang positif, dan bertindak positif ..inilah Tri Kaya Parisuddha yg mrp Pesan dr Gita dan Sruti..



- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

Atma




Dagang Banten Bali



CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Pengetahuan umum tentang Atma sudah lumrah adanya. Hanya saja ada yg percaya dan tidak. Oleh karena karmanya Atma mengalami berbagai kelahiran dalam siklus samsara, itu adalah sebuah kenyataan. Hanya awidya yang membuatnya tidak menyadari itu. Mengingat kembali kesujatian Atma adalah kewajiban dharma. Setidaknya ada dua praktek dharma(susila dan jnana) yang penting dapat menjadi jalannya.
Hanya kelahiran menjadi manusia yg dapat mempraktekkan jalan ini, tidak menjadi tumbuhan atau binatang. Oleh karena itu kesempatan kelahiran menjadi manusia sangatlah berarti. Menjadi penting untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Alih-alih hanya menghabiskan waktu dalam mengejar materi alangkah bijak jika diimbangi juga dgn mengisi diri dalam pencapaian spiritual sebagai bekal dikemudian hari.
Praktek spritual Susila dan Jnana memilki tujuan utama untuk meraih penyatuan sempurna yang disebut moksah. Namun sebelum itu adapun tujuan kita tekun dalam praktek Sadana adalah untuk :
1. Menjadi halus oleh Guru dimana ini lebih baik dari pada dihaluskan oleh kerasnya perjalanan hidup. Bagaikan minum obat pahit, itu lebih baik dan berkhasiat bagi kesembuhan dari pada berusaha sembuh tanpa obat.
2. Membentuk jalur karma yang baik sehingga hidup menjadi lebih damai dan nyaman untuk dijalani. Setidaknya jalur karma dapat dibentuk dari sengsara menuju bahagia.


3. Menghindari diri dari kejatuhan kelahiran menjadi hewan dan tumbuhan atau terburuk ke alam bawah. Bisa saja karena awidya sibuk dalam mencari materi kita banyak melakukan karma buruk sehingga akhirnya menghantarkan kita pada kelahiran di alam bawah.
4. Meningkatkan akumulasi karma baik sehingga dapat meningkatkan kelahiran berikutnya. Jika karma baik melimpah kelahiran berikutnya dapat terjadi di alam swah loka yang mana tidak terkena pengaruh kelahiran kembali kecuali atas kemauan sendiri atau ada tugas dharma yang penting.
5. Moksah penyatuan dan terbebas sempurna dari kelahiran kembali. Tujuan ini tidak mudah tapi bukan tidak mungkin untuk dicapai. Setidaknya dapat menjadi cita-cita luhur spiritual kita. Ketika sadana berhasil sempurna maka secara alami tujuan ini bisa saja tercapai.
Demikianlah tujuan hidup yg penting dalam tekun menjalani Sadana dharma. Merujuklah pada orang-orang yg telah mengalaminya(para Rsi terdahulu), akan lebih baik dari pada merujuk pada orang yang hanya sibuk mencari materi belaka. Tidak memanfaatkan kesempatan hidup di jalan dharma adalah sebuah kerugian besar dalam kelahiran sebagai manusia ini.

Sabtu, 15 September 2018

Hindu sanatana Dharma





Jika orang lain menyebut dirinya sempurna maka hindu universal...
Jika orang lain menyebut dirinya agama langit maka hindu turun dari nirwana..
Jika orang lain menyebut dirinya buku maka hindu adalah purpustakaanya..
Jika orang lain menyebut keturunan adam maka hindu adalah keturunan manu,manusia yang pertama..man itu berasal dari kata manu..
Jika yang lain mempelajari cahaya dan panas matahari maka hindu mengajarkan unsur dan lapisan matahari..
Jika yang lain mempelajari 1 alam semesta maka hindu melampaui pemikiran dengan mengajarkan begitu banyak alam semesta..
Jika yang lain berada di samping nya maka hindu mengajarkan moksa"menyatu kepada Brahman"(pencipta yang utama)





Segehan







CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

MAKNA, TATA CARA DAN JENIS SEGEHAN DALAM HINDU BALI
(dikutip dari Lontar Kala Tatwa,Lontar Bhamakertih, Susantra Smerti dan berbagai sumberlainnya)

Segehan ini biasanya dihaturkan setiap hari. Penyajiannya diletakkan di bawah / sudut- sudut natar Merajan / Pura atau di halaman rumah dan di gerbang masuk bahkan ke perempatan jalan.
Jenis-Jenis Segehan
1. Segehan Kepel Putih
Segehan kepel putih ini adalah segehan yang paling sederhana dan biasanya seringkali di haturkan setiap hari.
2. Segehan Putih Kuning
Sama seperti segehan putih, hanya saja salah satu nasinya diganti menjadi warna kuning.
biasanya segehan putih kuning ini di haturkan di bawah pelinggih adapun doanya sebagai berikut :

Om. Sarwa Bhuta Preta Byo Namah.
Artinya :
Hyang widhi ijnkanlah hamba menyuguhkan sajian kepada bhuta preta seadanya.
3. Segehan Kepel Warna Lima (Manca Warna)
Sama seperti segehan kepel putih, hanya saja warna nasinya menjadi 5, yaitu putih, merah, kuning, hitam dan brumbun. Dan penempatan warna memiliki tempat atau posisi yang khusus sebagi contoh ;
Warna Hitam menempati posisi Utara.
Warna Putih menempati posisi Timur.
Warna merah menempati posis selatan.
Warna kuning menempati posisi Barat.
Sedangkan Warna Brumbun atau kombinasi dari ke empat warna di atas menempati posisi di tengah tengah, yang bisa di katakan Brumbun tersebut sebagai Pancernya.


Segehan Manca Warna ini biasanya di letakkan pada pintu masuk pekarangan (lebuh pemeda­l)atau di perempatan jalan adapun doa dari segehan manca warna ini adalah :

Om. Sarwa Durga Prate Byo Namah.
Artinya :
Hyang Widhi Ijinkan Hamba Menyuguhkan Sajian Kepada Durga Prete Seadanya
4. Segehan Cacahan
Segehan ini sudah lebih sempurna karena nasinya sudah dibagi menjadi lima atau delapan tempat. sebagai alas digunakan taledan yang berisikan tujuh atau Sembilan buah tangkih.
Kalau menggunakan 7 (tujuh) tangkih, sebagai berikut:


Dagang Banten Bali


5 tangkih untuk tempat nasi yang posisinya di timur, selatan, barat, uatara dan tengah.
1 tangkih untuk tempat untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.
1 tangkih lagi untuk tempat base tampel, dan beras.
kemudian diatas disusun dengan canang genten.
Kalau menggunakan 9 (sembilan) tangkih,sebagai berikut:

9 tangkih untuk tempat nasi yang posisinya di mengikuti arah mata angin.
1 tangkih untuk tempat untuk lauk pauknya yaitu bawang, jahe dan garam.
1 tangkih lagi untuk tempat base tampel, dan beras.
kemudian diatas disusun dengan canang genten.
Keempat jenis segehan diatas dapat dipergunakan setiap kajeng kliwon atau pada saat upacara–upacara kecil, artinya dibebaskan penggunaanya sesuai dengan kemampuan.


5. Segehan Agung
Merupakan tingkat segehan terakhir. Segehan ini biasanya dipergunakan pada saat upacara piodalan, penyineban Bhatara, budal dari pemelastian, serta menyertai upacara Bhuta Yadnya yang lebih besar lainnya. Adapun isi dari segehan agung ini adalah; alasnya ngiru/ngiu, ditengahnya ditempatkan daksina penggolan (kelapanya dikupas tapi belum dihaluskan dan masih berserabut), segehan sebanyak 11 tanding, mengelilingi daksina dengan posisi canangnya menghadap keluar, tetabuhan (tuak, arak, berem dan air), anak ayam yang masih kecil, sebelum bulu kencung ( ekornya belum tumbuh bulu yang panjang) serta api takep (api yang dibuat dengan serabut kelapa yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk tanda + atau tampak dara).

Adapun tata cara saat menghaturkan segehan adalah pertama menghaturkan segehannya dulu yang berdampingan dengan api takep, kemudian buah kelapanya dipecah menjadi lima, diletakkan mengikuti arah mata angin, kemudian anak ayam diputuskan lehernya sehingga darahnya menciprat keluar dan dioleskan pada kelapa yang telah dipecahkan tadi, telor kemudian dipecahkan, di”ayabin”
kemudian ditutup dengan tetabuhan. Doa dalam menghaturkan segehan ini adalah :

Om. Arwa kala perete byo namah.
Artinya :
Hyang Widhi Ijinkanlah Hamba Menyuguhkan Sajian Kepadakala Preta Seadanya.




Setiap menghaturkan segehan lalu di siram dengan tetabuhan, tetabuhan ini bisa menggunakan air putih yang bersih, atau tuak, brem, dan arak. Dengan cara mengelilingi segehan yang di haturkan. Ketika menyiram atau menyiratkan kita ucapkan doa :
Om. Ibek Segar, Ibek Danu, Ibek Bayu, Premananing Hulun.
Artinya :
Hyang Widhi semoga hamba di berkahi bagaikan melimpahnya air laut, air danau, dan memberi kesegaran jiwa dan batin hamba.
Unsur-unsur Segehan
Setiap unsur-unsur dari segehan sejatinya memiliki filosofi didalamnya, berikut penjelasannya:
Alas dari daun / taledan kecil yang berisi tangkih di salah satu ujungnya. taledan = segi 4, melambangkan arah mata angin.
Nasi putih 2 kepal, yang melambangkan rwa bhineda
Jahe, secara imiah memiliki sifat panas. Semangat dibutuhkan oleh manusia tapi tidak boleh emosional.
Bawang, memiliki sifat dingin. Manusia harus menggunakan kepala yang dingin dalam berbuat tapi tidak boleh bersifat dingin terhadap masalah-masalah sosial (cuek)
Garam, memiliki PH-0 artinya bersifat netral, garam adalah sarana yang mujarab untuk menetralisir berbagai energi yang merugikan manusia (tasik pinaka panelah sahananing ngaletehin).
Di atasnya disusun canang genten.
Tetabuhan Arak, Berem, Tuak.

Mantra Ganesha


Dagang Banten Bali


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Bija Mantra Japa Pemujaan Dewa Ganesha
1. 0m Gam Ganapatayae Namaha
Mantra ini dipergunakan untuk memulai sesuatu yang baru, seperti memulai perjalanan, mengadakan usaha baru, buka kantor baru, penandatanganan kontrak-dagang baru, sehingga pelaksanaan usaha tidak menemui hambatan-hambatan.

2. Om Namo Bhagawate Gajaanaaya Namaha
Mantra ini untuk meminta kehadiran Ganesha, dan akan dapat dirasakan kehadirannya.

3. Om Shri Ganeshaaya Namaha
Mantra ini untuk meningkatkan daya-ingat (terutama pelajar dan mahasiswa) untuk mencapai tingkat lebih tinggi dalam belajar.

4. Om Wakratundaaya Hum
Mantra ini sangat kuat untuk menghambat dan menghilangkan pikiran-pikiran buruk, baik untuk pribadi maupun untuk manusia di tingkat nasional maupun internasional bahkan tingkat universal. Sering dipergunakan untuk mengusir setan. Dapatjuga untuk penyembuhan penyakit yang berkaitan tulang belakang (dari bawah ke atas) dan penyakit dipaha.

5. Om Kshipra Prasadaya Namaha
Mantra ini bersifat "instant" (cepat sekali). Mantra ini diucapkan, ketika ada bahaya atau kesulitan yang sudah tidak bisa diatasi sendiri.

6. Om Shreem Kleem Glaum Gam Ganapatayae Vara Varada Sarva Janamah Vashanamanaaya Svaha
Mantra ini mengandung bermacam-macam benih mantra. Tujuannya adalah untuk mohon berkat dan untuk penyerahan diri.

7. Om Sumukhaaya Namaha
Mantra ini sesungguhnya memiliki banyak arti, tujuannya menjadikan manusia menjadi cantik, baik (tubuh dan spritual) dan untuk hal-hal lain yang baik. Dengan sering mengucapkan mantra ini, akan menimbulkan rasa kasihsayang. 


8. Om AekadanTaaya Namaha
Mantra ini akan sangat membantu kepada mereka yang ingin "memusatkan" pikiran dan perasaan dalam bermeditasi. Jika dilakukan terus menerus, maka keinginan dapat dicapai.

9. 0m Kapilaaya Namaha
Mantra ini untuk menyembuhkan manusia yang sedang sakit, karena mantra ini menciptakan warna dan tubuh anda, dan warna-warna itu dapat "disalurkan" kepada yang sakit untuk disembuhkan. Mantra ini juga dapat dipergunakan untuk memohon agar keinginan seseorang dapat tercapai.

10. Om Gajakaranakaaya Namaha
Anda dapat mengucapkan mantra ini dimana saja. Penggunaan mantra ini adalah untuk dapat mendengarkan suara-suara dari alam gaib, baik dari berbagai jenis makhluk halus maupun dari mereka yang sudah meninggal. Mantra ini dapat membantu "membuka" cakra (7 cakra) dan 72000 nadi (saluransaluran kecil). Mantra ini cocok untuk mereka yang ingin maju di bidang pengembangan kebatinannya.

11. Om Lambodharaaya Namaha
Mantra ini digunakan untuk "menyatukan" diri anda dengan jagat-raya (alam semesta). Anda menjadi manunggal dengan alam-semesta dan menghasilkan rasa-damai tingkat tinggi, anda merasakan menjadi alam-semesta. Mantra ini sangat cocok dipergunakan mereka yang melakukan "olah batin". 


12. Om Wikataaya Namaha
Mantra ini membantu manusia mengetahui dan merasakan bahwa dunia material adalah maya dan ada "sesuatu" dalam diri sendiri yang lebih nyata dan abadi. Kesadaran yang diperoleh dari mantra ini, adalah dapat menjauhkan diri dari "keterikatan duniawi” dan menemukan ketenangan batiniah. Dunia hanya sebuah drama dan setiap orang menjadi pemeran tertentu dalam setiap kehidupannya di dunia yang fana ini.

13. Om Wighna Nashanaaya namaha
Mantra ini untuk mengatasi kesulitan pribadi dan hambatan-hambatan dalam diri sendiri. Kesulitan dan hambatan tsb. Dapat "dibebaskan" dengan mantra ini.

14. Om Winayakaaya Namaha
Mantra ini dipergunakan untuk melancarkan segala macam pekerjaan/usaha. Anda akan dapat menguasai dan memecahkan masalah dengan baik serta membuat "masa keemasan".

15 Om Dhumraketuvae Namaha
Mantra ini untuk membantu menciptakan perdamaian dunia, terutamajika pengaruh komet Halley sedang melanda dunia yang berarti banyak pertumpahan darah (keributan-keributan) di seluruh dunia. Mantra ini baik sekali untuk para pemimpin.

16. Om Ganadhyakshaaya Namaha
Mantra ini sangat bermanfaat untuk penyembuhan penyakit secara massal (beramai-ramai). Mantra ini menyembuhkan penyakit, jika diucapkan bersama-sama banyak orang.

17. Om Bhalachandraaya Namaha
Mantra ini menyembuhkan penyakit pada diri sendiri. Mantra ini mengaktifkan cakra yang berada di tengahtengah kening. Cakra ini bersimbol bulan-separoh dan letaknya di tengah-tengah kening. Simbol tersebut Melukiskan pengembangan, ketenangan, dan kedamaian. 


18. 0m Gajaananaaya Namaha
Mantra ini untuk memperoleh kesadarantertinggi, kesadaran tak terbatas. Mantra ini sangat cocok untuk mereka yang memperdalam olah-batin. 







 berbagi cahaya

1. BERSYUKUR DAN BERTERIMAKASIH. ~ Datanglah ke tempat suci dengan hati yang penuh dengan rasa syukur. Syukuri apa saja yang sudah Anda miliki. Entah kesehatan tubuh, keluarga yang sedang bertumbuh. Kurangi menoleh ke atas, belajar memilih pembanding ke bawah. Di puncak rasa syukur, lantunkan doa ini berulang-ulang ke 11 arah mata angin : "Terimakasih, terimakasih, terimakasih".
2. DOAKAN AGAR SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA. ~ Dimana-mana angka bunuh diri, penghuni rumah sakit jiwa, korban HIV/AIDS, korban narkoba, angka perceraian, kekerasan, semuanya serba meningkat. Sebagaimana kegelapan yang merindukan datangnya cahaya, dunia yang semakin menyentuh ini sedang mengundang jiwa-jiwa indah seperti Anda untuk berdoa dengan tulus dan halus. Awali doa dengan membayangkan penderitaan alam samsara yang mudah mengundang air mata. Dari rumah sakit jiwa, rumah sakit yang penuh dengan manusia menderita, panti jompo, panti asuhan. Begitu di dalam terasa tersentuh, apa lagi meneteskan air mata, di sana lantunkan doa indah : "Semoga semua mahluk berbahagia".
3. MENGAMBIL PENDERITAAN [TONGLEN]. ~ Bagi sahabat yang jiwanya sudah dewasa, apa lagi bercahaya, datanglah ke tempat suci untuk mengambil penderitaan alam bawah di sana. Visualisasikan kesedihan binatang yang dibunuh, mahluk setan yang kelaparan, alam neraka yang panas dan ganas. Begitu gambarnya jelas, saat menarik nafas bayangkan Anda mengambil asap hitam dari setiap pori-pori tubuh Anda. Tatkala menghembuskan nafas, bayangkan cahaya putih memancar indah keluar dari setiap pori-pori tubuh Anda. Jika Anda memerlukan mantra, lafalkan "Maha Karuna" [belas kasih yang Agung] saat nafas masuk, ucapkan kata "Maha Maitri" [cinta kasih yang Agung] saat nafas keluar. Ingat jiwa-jiwa yang indah, ukuran terindah cinta adalah mencintai tanpa pernah mengukurnya.
~[YM Guru Gede Prama]~









MAKNA DARI KATA ASTUNGKARA, SVAHA DAN TATHASTU
Beberapa tahun belakangan ini kita sebagai orang Bali yang beragama Hindu mungkin sudah sering mendengar kataAstungkara, Svaha dan Tathastu. Namun kadang mungkin ada orang yang tidak tahu apa sebenarnya makna saat kita mengucapkan ke tiga kata tersebut dan kapan kita boleh mengucapkan kata tersebut. Astungkara berasal dari kata Astu kemudian mendapat akhirang "ng" (berfungsi sbg penegas) dan Kara. Astu berarti semoga terjadi dan Kara berarti penyebab, dan kata penyebab dalam hal ini merujuk kepada Tuhan. Jadi Astungkara berarti semoga terjadi atas kehendak-Nya. Svaha Atau Swaha adalah nama dari permaisuri dewa Agni. Swaha bagaikan sebuah lagu rohani dan juga berarti semoga diberkati. Swaha adalah ucapan yang umumnya diucapkan di akhir sebuah mantra. Seperti kata “Om” yang diucapkan di awal mantra, “Swaha” diucapkan di akhir mantra. Tathastu berasal dari kata Tat dan Astu, Tat berarti itu, kata “itu” merujuk pada doa atau permohonan yang diucapkan, sedangkan Astu berarti semoga terjadi. Jadi Tathastu berarti terjadilah seperti itu. Saat kapan sebaiknya menggunakan kata Astungkara, Svaha dan Tathastu?


Astungkara diucapkan saat kita sedang menyampaikan harapan, keinginan dan doa pribadi kita kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, contohnya “Astungkara nanti bisa menjawab soal ujian dengan baik dan benar” Atau contoh lain “Astungkara perjalanan saya nanti tanpa menemui hambatan dan selamat sampai di tujuan”.
Svaha diucapkan di akhir pengucapan sebuah mantra suci, setiap menghaturkan persembahan atau setiap menuangkan persembahan ke dalam api suci. kita sering mengucapkan kata svaha ini saat kita melakukan kramaning sembah. contoh “Om Namah Sivaya, Svaha ”.
Tathastu diucapkan untuk meng-amini atau untuk ikut mendoakan apa yang menjadi harapan dan doa orang lain supaya bisa terwujud sesuai dengan harapan orang tersebut. sebagai kata untuk mengamini biasanya kata tathastu ini diucapakan oleh orang lain sebagai bentuk dukungan kepada orang lain yang sedang berharap sesuatu kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.
Contoh “Astungkara tahun depan saya bisa membeli rumah, orang yang mendengar atau orang yang diajak bicara bisa menjawab atau mengucapkan kata Tathastu. Jadi bisa ditarik kesimpulan kata Astungkara, Svaha dan Tathastu adalah sebuah kata suci yang diucapakan untuk sebuah doa yang tulus dan ikhlas, doa yang baik untuk kebaikan dan tidak boleh mengucapkan kata tersebut untuk doa yang bersifat mencelakakan orang lain atau mengharapkan orang lain sengsara.

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI





Dharmasastra.V.109.
“Adbhirgatrani suddhyanti, Manah satyena suddhyanti,
Widya tapobhyam bhutanam, Budhir jñana suddhyanti”

Terjemahannya:
Tubuh disucikan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran (satya),
Atma disucikan dengan Tapa Brata, Budhi disucikan dengan ilmu pengetahuan.


- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI