Kamis, 27 April 2017

Milarepa belajar tantra


Milarepa
(1052-1135)



http://www.kagyudcenter.or.id/silsilah/silsilah/yogi-agung-milarepa/


Milarepa was born into a wealthy family in western Tibet.
Milarepa lahir dalam sebuah keluarga kaya di Tibet Barat.


After realizing heap of negative karma from killing people by sorcery, He sought the Dharma teacher until He met Marpa Lotsawa. 
Setelah menyadari timbunan karma negatifnya akibat membunuh banyak orang dengan ilmu sihir, beliau mencari guru Dharma hingga bertemu dengan Marpa Lotsawa.

Marpa give Milarepa many difficulties until he felt depressed and almost hopeless. 
Marpa membuat Milarepa mengalami banyak kesulitan hingga merasa tertekan dan hampir putus asa.  

After Milarepa free from various obstacles and lack negativity, 
Setelah Milarepa bebas dari berbagai halangan dan ketidak bajikannya, 

Marpa then began to teach the Dharma, exercise, and give transmission such as Hevajra-tantra and the Six Yogas of Naropa, etc. 
barulah Marpa mulai mengajarkan Dharma, latihan, dan menurunkan transmisi Hevajra-tantra serta Enam Yoga Naropa, dst

Milarepa spent most of his life alone in solitary meditation in caves and mountains around Nepal and Tibet, and managed to achieve full enlightenment. 
Milarepa menghabiskan sebagian besar hidupnya menyendiri dalam meditasi di gua dan gunung sekitar Nepal dan Tibet dan berhasil meraih pencerahan penuh. 

His life story became a source of inspiration for many Dharma practitioners up to the present.
Kisah hidupNya menjadi sumber inspirasi bagi banyak praktisi hingga masa kini.




Riwayat Hidup Milarepa

Yogi agung dari Tibet 

Milarepa terlahir dalam keluarga yang paling terpandang di Kya Ngatsa, sebuah dusun di Tibet.
Ayah Milarepa meninggal ketika Milarepa masih berusia tujuh tahun. Kemudian, paman dan bibi Milarepa yang tamak mengambil alih semua harta warisan ayahnya dan membiarkan Milarepa bersama ibu dan adik perempuannya hidup dalam kemiskinan. Ketidakadilan ini menimbulkan kebencian yang sangat mendalam di hati Milarepa terhadap paman dan bibinya. Atas desakan ibunya, Milarepa pun mempelajari ilmu hitam untuk membalas dendam. Pembalasan dendamnya berhasil, melalui ilmu hitam, Milarepa berhasil membunuh musuh-musuhnya tepat pada saat putra tertua pamannya melangsungkan pesta pernikahan.

Setelah berhasil membalas dendam, alih-alih merasa puas, Milarepa malah merasakan penyesalan yang amat dalam. Beliau kemudian bertekad untuk menjalankan Ajaran benar. Perjuangan Milarepa, mulai dari mencari guru, ujian-ujian yang harus dilaluinya serta latihan keras selama bertahun-tahun yang ia jalankan, sungguh membuat semua manusia dan dewa kagum kepadanya. Kegigihan beliau dalam upayanya menuju pencapaian kedamaian tertinggi, nirvana, telah membuat begitu banyak makhluk hidup tersadar dan tergerak untuk mengikuti jejaknya. Keberhasilan Milarepa telah membuktikan bahwa dengan kekuatan tekad, tidak ada suatu hal pun yang mustahil. Bahkan dari lembah kejahatan yang paling kelam pun seseorang dapat bangkit menuju ke pencerahan.

Perjalanan hidup Milarepa sang Guru Agung, telah menjadi inspirasi setiap orang yang berada di Jalan Buddha selama berabad-abad.







"Life is short and the time of death is uncertain; so apply yourself to meditation. 
 "Hidup itu singkat dan waktu kematian tidak pasti, jadi lakukanlah meditasi.

Avoid doing evil, and acquire merit, to the best of your ability, even at the cost of life itself. 
 Hindari melakukan kejahatan, dan dapatkan kebaikan, semaksimal mungkin sesuai kemampuanmu,  bahkan dengan biaya hidup itu sendiri.

 In short: Act so that you have no cause to be ashamed of yourselves and hold fast to this rule"

Milarepa
 Singkatnya: Bertindaklah sehingga Anda tidak memiliki Karena merasa malu pada dirimu sendiri dan berpegang teguh pada peraturan ini "
Milarepa
 
 

Senin, 24 April 2017

PEDUDUSAN




CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

6 tanding 
gelar sanga, 
catur laba, 
pungun-pungun
panca kursika
peras tumpeng putih kuning
peras tumpeng putih 

Gelar sanga : aled meplekir, raka, pesucian, tebog misi ..... , 9 ceper isi nasi saur raka sate .....

Catur laba : aled meplekir, raka, 4 coblong misi 4 warna nasi yi kiri selem kanan barak atas putih bawah kuning 

Pungun-pungun : aled, kulit peras, nasin peras agung/amuncuk kuskusan, orti kembang pusuh, raka, kebesan kampil, suci cenik, coblong carat, payuk pere padma, daksina, peras tulung sayut

Panca kursika :aled,  kulit peras, kebesan kampil, tumpeng 5 warna, raka, 2 saab kiri misi penek kuning kanan misi penek putih, 3 muncuk lalang diikat benang tebus,

Peras tumpeng putih kuning : aled, kulit peras, tumpeng kuning putih, raka, orti kembang pusuh,

Peras tumpeng putih : aled, kulit peras, tumpeng putih 2, raka, 



- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

Sabtu, 22 April 2017

Tebasan Semaya Pati






Tebasan Semaya Pati 
yi tebasan untuk membayar janji yang dilakukan oleh orang yg sudah meninggal janji yang belum dibayar ketika hidup

tamas, kulit sayut, raka, tumpeng besar, 4 sau petik berisi ; nasi saur, nasi saur, uyah, ...... , pesucian, sampyan jit goak 

Rabu, 12 April 2017

Pemakuhan







Dagang Banten Bali




CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI


http://sejarahharirayahindu.blogspot.co.id/2012/02/pemakuhan.html
Pemakuhan (memakuh) adalah upacara yadnya yang dilakukan setelah selesai mendirikan suatu bangunan rumah yaitu sebagai ungkapan terima kasih kepada Bhagawan Wisma Karma sebagai arsitek seni bangunan para Dewa, yang diwujudkan dengan memohon tirta pemakuhan. Dan dalam upacara ini, peralatan tukang juga disertakan.

Demikian upacara pemakuhan tersebut dijeaskan dalam kutipan Pengertian Padmasana dan Aturan Pembuatan Padmasana secara detail.


Kelengkapan banten pemakuhan disebutkan adalah :

Banten Pemakuhan: yang terdiri dari peras penyeneng, ajuman putih kuning dagingnya ayam betutu, me-ukem-ukem (di sembeleh dari punggung), daksina yang berisi uang 225, canang lengewangi-buratwangi, canang raka, nyahnyah gula kelapa dan tipat kelanan. Banten ini ditaruh di sebuah sanggar di hulu bangunan.

Urutan upacara:
  1. Ngetok sunduk, mantra: ngadegang Bhatara Semara Ratih metemuang ageni mastu astu Ang Ah.
  2. Ngetok lait, mantra: Ingsun anangun sawen anging I Dewa Gunung Agung magelung aningkahang anangun sawen, ana ring maca pada rambat rangkung panjang umur, jeng, jeng, jeng.
  3. Pangurip getih ayam putih, mantra: Mangke sira patini sepisan ngurip kita satuwuk bebataran pinaka bungkah nda. Sendi pinaka pancer nda. Adegan pinaka punyan nda. Abah-abah pinaka pangpang nda. Raab pinaka ron nda. Kelasa pinaka kembang nda. Daging nda, pinaka woh nda, urip kita jati. Paripurna urip-urip
  4. Penyapsap gidat sesaka, mantra: Pakulun manusan nira anggada kaken sapuha, menyapuha ganda keringetning wewangunan sidhi rastu.
  5. Semeti, mantra: Om Upi Sangagawenku teka pada urip, teka pada urip, teka pada urip.
  6. Baas Daksina, mantra: Om Siwa sampurna yang namah.
  7. Tatebus, mantra: Jaya Ang Ang Ang Ah

- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

Selasa, 11 April 2017

Doa Ngastawa tirtha







Dagang Banten Bali


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Memohon(nunas) tirtha.
Ketentuannya adalah  harus sudah bersih lahir batin. Berpakaian yang semestinya dilakukan dalam bersembahyang,menghadap ke Pura atau Sanggah atau Padmasana atau pelangkiran, tergantung sarana yang ada. Kedua tangan diangkat sampai diatas kepala dengan memegang suatu wadah khusus untuk air suci, berisi bunga didalam air, sambil memegang dupa yang telah dinyalakan.
Doa Memohon Tirtha:
Om Anantasanaya namah
Om Padmasanaya Om iba sa ta a
Om nama siwa man ang uang namah.
Om Aum Dewapratushthaya namah
Om sa ba ta a i, Om nama siwa ya ang ung mang namah,
Om gangga saraswati sindhu, wipaca kauciinadi jamuna mahacrestha sa rayu camahandi.
Om ganggadewi mahapunya, gangga sahasramedhini, gangga tarangga sam yukte, ganggadewi namo’stute.
Om gangga mahadewi tadupama mrtanjiwani,ungkaraksara bhuwana padamrta manohara.
Om utpatika surasanca, utpati tawa ghorasca,utpati sarva hitanca,utpativa srivahinam.
Doa Ngastawa tirtha:
  • Cuci tangan ; OM HRAH PAT ASTRA YANAMAH
  • Berkumur ; OM PAT ASTRA YANAMAH
  • Sile Pened ; OM OM PADMASANA YA NAMAH SWAHA.
             Jika bersila: OM OM sILASANA YA NAMAH SWAHA
Jika bersimpuh ; OM OM BAJRASANA YA NAMAH SWAHA.
  • Mantram carira; OM PRASADA STHITI SARIRA SIWA SUCI NIRMALA YA NAMAH SWAHA.
  • Mantram Asep; OM ANG BRAHMA AMRETHA DIPA YA NAMAH. OM UNG WISNU AMRETHA DIPA YA NAMAH. OM ANG LINGGA PURUSA YA NAMAH. Jika yang dipakai bukan asep tetapi dupa, maka mantramnya: OM ANG DUPA DIPASTRA YA NAMAH SWAHA.
  • Ngastawa tirtha(Ngambil Kembang)
A. Astra mantra
OM UNG RAH PAT ASTRA YA NAMAH,
ATMA TATTWAATMA SUDHAMAM SWAHA,
OM OM KASAMA SAMPURNA YA NAMAH,
OM SRI PASUPATHAYE UNG PAT,
OM PURNAM BHAWANTU
OM SUKHAM BHAWANTU.
(Bunga kemudian dimasukkan kedalam tempat air yang sudah disediakan)


B. Pengaksama (Ngambil Bunga)
OM KSAMA SWAMAM MAHA DEWA
SARWA PRANI HINTANG KARAH
MAMOCA SARWA PAPEBIYAH
PALAYASWA SADHA SIWA
OM PAPO’HAM PAPA KARMAHAM
PAPATMA PAPA SAMBAWAH,
TRAHIMAM SARWA PAPEBIYAH
KENACID MAMARAK SANTHU
OM KSANTAWIYA KAYIKADOSAH,
KSANTAWIYA WACIKA MAMA,
KSANTAWIYA MANASO DOSAH
TAT PRAMADAT KSAMA SWAMAM
OM HINAKSARA HINA PADAM
HINA MANTRA TAT TAIWACA
HINA BHAKTI HINA WERDHI
SADACIWA NAMOSTUTE.
OM MANTRA HINA KRYA HINAM
BHAKTI HINA MAHESWARAH
YAT PUJINTTA MAHADEWAH
PARIPURNAM TAD ASTUME.
C. Apsudewa(ngambil bunga)
OM APSUDEWA PAWITRANI
GANGGA DEWI NAMOSTUTE
SARWA KLESA WINASANAM
TOYANAM PARI CUIDATE

SARWA PAPA WINASINI
SARWA ROGA WIMOCANE
SARWA KLESA WINASANAM
SARWA BOGAM AWAPNUYAT.
D. Pancaaksara
PANCAAKSARA MAHA TIRTAM
PAWITRAM PAPA YA SANEM
PAPA KOTI SAHA CARANAM
AGADAIM BAWET SAGARAM
E. Gangga sindhu
OM GANGGA SINDHU SARASWATI SUYAMUNA
GODAWARI NARMADA,KAWERI SERAYU
MAHENDRATANAYA, CARWANWATI WEMUKAM
BADRA NETRAWATI MAHASURANADI
KIATAN CA YA GANDAKI
PUNIAM PURNA JALE SAMUDRA
SAHITANG KURWANTU TEMANGGALAM
F. Mretyun Jaya
OM MRETYUM JAYA DEWA SIA
YONAMAMI ANU KIRTAYET
DIRGA YUSIAM AWAPNOTI
SANGGRAMA WIJAYI BAWET
OM ATMA TATTWAATMA SUDDHAMAM SWAHA


G. Ayu Wredhi
OM AYU WREDHI YASO WREDHI
WREDHI PRADNYA SUKA SRIYA
DHARMA SANTANA WREDHISCA
SANTUTE SAPTA WREDAYAH
YATA MERO STITO DEWAH
YAWAT GANGGA MAHI TALE
CANDRARKA GAGENE TAWAT
TAWATUAM WIJAYI BAWET
OM DIRGAYURASTU TATASTU ASTU
OM AWIGHNAM ASTU TATASTU ASTU
OM SUBAMASTU TATASTU ASTU
OM CRIYAM BAWANTU
OM SUKAM BAWANTU
OM PURNAM BAWANTU, SAPTA WREDIR ASTU YA NAMAH
H. Nyiratang tirtha ring raga sarira.
OM PRATAMA SUDHA DWITYA SUDHA
TRITYA SUDHA CATUR TI SUDHA
OM SUDHA,SUDHA,SUDHA WARIASTU.

paduarsana


Senin, 10 April 2017

Melaspas




Dagang Banten Bali

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Melaspas

Melaspas

The melaspas, is one the Bali traditional ceremonial where the purpose to clean the negative element from the new site of building or land has great spirit of goodness soul which stays in the buioding which in Bali language medaging or pedaginganthe purely soul goodness spirit.

Melaspas, adalah salah satu upacara tradisional di Bali    dimana bertujuan untuk membersihkan elemen negatif dari situs/bangunan baru  atau tanah agar memiliki pengaruh kebaikan pada orang yang tinggal di bangunan tersebut yang dalam bahasa Bali “medaging atau pedagingan”   jiwa mendapat pengaruh kebaikan yang murni.




There are great philosophies contained deep inside the melaspas traditional ceremonial. 

Ada filosofi besar yang terkandung jauh di dalam upacara tradisional melaspas .
 
CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

The melaspas which came from word “mala” which means bad or negative elements and”pas” means cleaned or to make purely so the word melaspas means to make something to be cleaned from the negative element so it become purely. 

Melaspas  berasal dari kata “mala” yang berarti elemen buruk atau negatif dan”pas” berarti dibersihkan atau untuk membuat murni sehingga kata melaspas  berarti untuk membuat sesuatu  dibersihkan dari unsur negatif sehingga menjadi murni.
 


The melaspas especially done to ceremonies the new building like : house, Merajan (temple / shrine, beside to clean the building from the negative element, the Melaspas also has purpose to giving the great spirit of soul to the building, so as the owner will be protected from the negative elements.

Melaspas terutama dilakukan untuk upacara gedung baru seperti: rumah, Merajan (pura / kuil, di samping membersihkan gedung dari unsur negatif, melaspas juga bertujuan untuk memberikan pengaruh kebaikan pada  jiwa  bangunan, sehingga  pemilik dilindungi dari unsur-unsur negatif.
 
- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI