Rabu, 27 September 2017

Mahavatar Babaji




Pada tahun 1946, Paramahansa Yogananda, salah seorang Yogi terbesar India, melahirkan buku yang kemudain menjadi klasik , "Autobiografi seorang Yogi," tentang eksistensi seorang suci seperti Kristus, seorang Mahayogi yang hidup abadi, Mahavatar Babaji. Yogananda menceritakan bagaimana Babaji selama berabad -abad hidup di Himalaya memberi bimbingan kepada banyak tokoh suci dalam sejarah secara rahasia dimana kerap kali mereka bahkan tidak menyadari bimbingan itu.
Ia adalah seorang Siddha besar, orang yang telah melampaui batasan manusia biasa dan bekerja di belakang layar bagi evolusi spiritual umat manusia. Ia juga menyatakan bahwa Babaji mengajarkan serangkaian teknik Yoga yang luar biasa, yang dikenal sebagai "Kriya Yoga", kepada Lahiri Mahasaya, sekitar tahun 1861, orang yang kemudian pada gilirannya menginisisi banyak orang lainnya, termasuk Guru Suci Paramahansa Yogananda sendiri yakni , Sri Yukteswar, 30 tahun kemudian.
Yogananda menghabiskan 10 tahun dengan Gurunya sebelum Babaji sendiri kemudian muncul sendiri di hadapannya, dan memerintahkannya untuk membawa ilmu pengetahuan rahasia Kriya Yoga ke dunia Barat. Yogananda memenuhi misi suci ini dari tahun 1920 sampai 1952 hingga ia mencapai mahasamadhi .
Sebagai bukti dari efektivitas Kriya Yoga dan berkah dari garis perguruannya, jazadnya tidak membusuk selama 21 hari dibaringkan, sebelum dikubur di sebuah monumen di Los angeles. Dan Maret 2002 ini
adalah peringatan 50 tahun wafatnya Yogananda.
Sisa jazadnya memang ditransfer dalam bentuk monumen "samadhi" yang permanen, namun jutaan orang di seluruh dunia mengenang dengan penuh rasa terima kasih sumbangsih Yogananda yang telah diberikan kepada mereka.
Namun demikian, keberadaan dan kesinambungan dari karya Babaji telah dilupakan oleh banyak penerusnya. Yogananda mewariskan ajarannya kepada organisasi yang ia dirikan: "The self Realization Fellowship." Organisasi ini telah mempublikasikan tulisan-tulisannya dalam bentuk buku dan kuliah korespondensi, dan mereka tetap memberikan inisiasi Kriya Yoga yang dikembangkan oleh Yogananda.
Setelah 5 tahun menjalankan misinya di Amerika, menurut putri Dr, Lewes, dokter gigi yang mensponsori misi Yoghananda di Amerika, Yogananda mulai memodifikasi dan mengadaptasikan ajaran-ajarannya
dengan ajaran-ajaran yang dikenal di Barat.
Hal ini penting untuk menghadapi resistensi alami dari kaum Kristen yang berburuk sangka degan ajaran-ajaran asing dari seorang Svami (pendeta) India. Oleh karena itu Svami Yogananda kemudian menjadi populer. Ia adalah salah satu pionir Yoga terbesar di Barat, dan mampu mengatasi keacuhan dan penolakan banyak pendengar.
Akan tetapi dalam usahanya untuk menarik orang Barat ke jalan Yoga, ia cenderung untuk menekankan keajaiban, dan sebagian besar pembaca "autobiografi" -nya terkesan oleh bagian-bagian yang romantik dari Sang Jalan. Mereka memperoleh banyak harapan yang tak realistis, dan mereka tidak siap dengan disiplin-disiplin Yoga yang dibutuhkan oleh seorang praktisi Yoga yang tulus.
Dalam edisi asli dari " Autobiography of A Yogi" sebelum direvisi besar-besaran oleh SRF, para pembaca bisa menikmati kemnusiaan yang lembut dari Yogananda, dan bisa memandang bahwa Babaji adalah satu-
satunya Guru dari tradisi yang hidup ini.
Yogananda mengatakan bahwa tidak seorangpun boleh menggantikannya sebagai Guru SRF, tapi kuliah korespondensinya-lah yang akan menggantikan fungsi pengajarannya.Akan tetapi sejak saat itu referensi (pedoman) dari RSF telah ditambah lebih dari 150 kali, dan seluruh bagiannya telah berubah.Belakangan ini SRF telah meredefinikan diri seperti layaknya sebuah agama, yang tentunya bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Yogananda tentang Yoga.
Orang bertanya-tanya kenapa Yogananda tidak mempersiapkan seorang pengganti untuk meneruskan fungsi otoritasnya sebagai Guru. Malahan, ia memilih seri pelajarannya, dan menyuruh adminitrator SRF untuk
membagi-bagikannya.
Hal ini karena Realisasi Diri biasanya membutuhkan sebuah transmisi pribadi atau setidaknya hubungan personal dalam jangka waktu yang panjang antara Seorang yang Telah Mendapat Realisasi dengan seorang aspiran (murid) yang siap, dan hukan dengan organisasi. Yogananda juga tidak memberikan SRF hak cipta untuk tulisan-tulisannya.
Setelah enam tahun sidang pengadilan menyangkut perkara ini, dan jutaan dollar dihabiskan untuk perkara, Mahkamah Agung California, menguatkan keputusn pengadilan Tinggi California, bahwa keluarga Yogananda adalah pemegang hak cipta dari tulisan-tulisannya. Fakta di atas dan fakta-fakta lain yang tidak diungkapkan di sini menunjukkan bahwa Yogananda telah mengetahui sebelumnya bahwa karya-
karyanya akan diteruskan orang lain, dan bahwa Babaji, Guru hidup dari tradisi ini yang menentukan kapan dan dimana serta bagaimana.
Kenyataannya, Babaji telah menyiapkan, sejak tahun 1942, dua orang dari Kenyaanany di Selatan India, tugas untuk menyebarkan Kriya Yoga- nya: Yogi S.A. A. Ramaiah, seorang lulusan muda dari Universtiy of
Madras dan N.V. Neelakantan, seorang wartawan terkenal, dan murid dekat dari Annie Bessant, Presiden dari Theosophical Society dan mentor dari Krishnamurti. Pada tahun 1952 dan 1953, Babaji mendiktekan tiga buku untuk mereka tulis: "The Voice of Babaji dan Mysticism Un locked, ; Babaji is Masterkey to All
Ills, "dan "Babaji's death of Death." Mereka juga menerbitkan sebuah jurnal.

Babaji muncul di depan mereka satu persatu secara independen dan kemudian mengumpulkan mereka berdua. Babaji membabarkan asal muasalnya, tradisinya, dan Kriya Yoga-nya. Atas perintah Babaji,
mereka kemudian mendirikan sebuah organisai baru , "Babaji Sangah," pada 17 oktober 1952 yang didedikasikan untuk pengajaran Kriya Yoga Babaji sesuai dengan ajaran aslinya.
Buku -buku tersebut kemudian menimbulkan sensasi di seluruh India pada masanya. SRF berusah untuk menguasai buku tersebut dan Kriya Bbaji Sangah tertekan, dan atas intervensi PM India, Pandit Nehru, yang merupakan teman N.V. Neelakantan-lah usaha mereka kemudian digagalkan. Dalam buku "Masterkeys of All Ills, ` Babaji memberi jawabannya tentang "Siapakah Aku ?"
Babaji memperoleh gelar "Nagaraj" yang berarti "Raja Ular" yang merujuk kepada "Kundalini", kekuatan dan kesadaran potensial kita. Beliau lahir pada 30 November 203 masehi, di sebuah desa yang dikenal
sebagai Parangipettai, Tamil Nadu , India, di dekat Sungai Cauvery yang mengalir menuju Lautan india.
Kelahirannya berbarengan dengan naiknya bintang Rohini, yang juga muncul ketika
Krishna lahir. Kelahiran terjadi selama perigatan Kartikai Deepam, Festival Cahaya, sehari sebelum Purnama pada bulan Tamil Kartikai. Orangtuanya adalah brahmana Nambrudi yang berimigrasi dari pinggiran pantai Malabar ke daerah bagian barat dari India Selatan. Ayahnya dulu adalah seorang pendeta dari kuil Shiva di desa ini, yang sekarang merupakan kuil Muruga ( Deity yang dalam mitologi adalah putra Shiva).
Pada usia lima tahun, ia diculik seorang pedagang dan dijadikan budak di kota yang sekarang kita kenal sebagai Kalkuta. Seorang saudagar kaya membelinya, namun kemudian membebaskannya tak lama kemudian. Ia kemudian bergabung dengan sekelompok pendeta pengelana, dan berkat mereka ia terdidik dalam kitab suci dan kesusastraan filosofis India Namun ia tak puas.
Ia mendengar bahwa ada seorang Siddha besar, Master yang sempurna, bernama Agastyar, di selatan, ia kemudian melakukan perjalanan ziarah ke kuil suci Katirgagma, dekat dengan perbatasan paling utara dekat Srilangka, pulau besar di dekat India. Di sana , ia bertemu murid Agastyar yang bernama Boganathar. Ia belajar "dhyana" atau meditasi secara intensif dan `sidhantam', filsafat Sidha dari Boganathar selama empat tahun. Ia mengalami "Sarvikalpa Samadhi" atau Kelarutan Sempurna, dan mendapat vison tentang Lord Muruga.
Pada usia 15 tahun, Bogathar mengirimnya ke Gurunya sendiri, Agasthyar yang legendaris, yang tinggal di Courtalam di Tamil Nadu. Setelah belajar latihan Yoga secara intensif di Couralam selama 48 hari, Agastyar memunculkan dirinya, dan menginisiasinya ke dalan latihan Kundalini Pranayama, suatu sistem pernafasn yang sangat kuat.
Ia mengarahkan anak muda bernama Nagaraj ini untuk pergi ke Badrinat, jauh tinggi di Himalaya, dan melatih semua yang telah didapatkannya secara intensif untuk menjadi seorang `Siddha".
Setelah 18 bulan lebih, Nagaraj tinggal sendirian di dalam gua melatih teknik Yoga yang diajarkan Boganatar dan Agastyar. Ia menyerahkan seluruh "ego"nya, hinga ke sel-sel tubuhnya kepada Tuhan, yang merasuk ke dalam dirinya. Ia menjadI Siddha, seorang yang telah menyerahkan kekuatan dan kesadarannya kepada Tuhan! Tubuhnya tidak lagi terpegaruhi oleh sakit dan kematian. Bertransformasi sebagai Siddha, ia mengabdikan diri untuk mengangkat manusia dari penderitaan.
Sejak saat itu, Babaji terus- menerus memberikan bimbingan dan inspirasi kepada beberapa tokoh suci terbesar dalam sejarah dan banyak Guru spiritual, dalam pencapaian misi mereka. Termasuk di antaranya adalah Adi Shankacarya, reformator Hindu besar India pada abad ke 9, Kabir orang suci yang dicintai baik kaum muslim maupun Hindu. Keduanya diinisiasi oleh Babaji, dan menceritakan tentang Babaji dalam tulisan-tulisan mereka.
Ia mempertahankan penampilan seperti seorang muda berusia 16 tahun. Semasa abad ke-19 Madam Blavatsky, pendiri Thesophical Society, mengidentifikasikannya sebagai Maitreya, Buddha yang hidup, atau Guru bagi Era yang Akan Datang, dan dideskripsikan oleh C.W. Leadbeter sebagai "Master dan Sang Jalan." Kontribusi terbesar dari Babaji bagi dunia modern adalah kemunculan kembali Kriya Yoga pada awal 1861, seperti yang direferenkan oleh Patanjali pada kitab "Yoga Sutras" nya.
Patanjali menulis teks klasik ini sekitar abad ke -3 Masehi. Di sini ia mendefinisikan Kriya Yoga dalam bagian II.1, sebagai " praktek terus menerus, (terutama dengan melatih diri dalam ketidakterikatan), swa -belajar, dan bakti kepada Tuhan." Namun, selain Kriya Yoga Babaji juga menambahkan ajaran-ajaran Tantra, yang mencakup kultivasi Kundalini, kekuatan dan kesadaran poteisial, dengan mengawasi nafas, mantra dan latihan-latihan kebaktian. l
Sebagian besar pengajar "Kriya Yoga" dewasa ini, hanya mengajarkan beberapa teknik yang diadaptasi dari apa yang diajarkan Paramahansa Yogananda kepada orang-orang Barat di hall auditorium yang besar selama setengah jam "inisiasi".
Beberapa orang mempesona lainnya mempromosikan teknik mereka sendiri yang diadaptasi dari berbagai sumber , dan menyebutnya sebagai "Kriya Yoga" tanpa adanya hubungan apapun terhadap garis perguruan Babaji. Namun cinta dan bakti kepada Babaji adalah hal yang paling esensial bagai efektivitas Kriya Yoga. Atau latihan hanya akan menjadi mekanis dan steril.
Seperti pohon, hanya jika orang tidak memberi makan akarnya, maka ia hanya akan menghasilkan sedikit buah atau tidak berbuah sama sekali. Jika para pengajar telah melupakan sumber yang hidup dari ajaran-ajaran mereka, Babaji harus mulai mengguankan alat-alat yang lainnya unutk bekerja.
Selama 6 bulan di asharnmnya di dekat Badrinath, Babaji menginisiasi S.S. Ramaiah ke dalam pelajaran lengkap Kriya Yoga, yang mencakup asanas (Hatha Yoga, pernafasan, mantra dan teknik kebaktian. Orang
ini kemudian berkembang menjadi seorang Yogi, dan memulai sebuah misi ke seluruh dunia untuk memasyarakatkan sistem ini, yang disebut sebagai Kriya Yoga Babaji kepada banyak aspiran. Pada 1970 dan 1971 ia menginisiasn penulis artikel ini. M.Govindan, ke dalam 144 teknik Kriya yoga. M. Govindan melatih mereka dengan intensif selama 8 jam sehari selama 18 tahun di ashram Yogi Ramaiah di india, Amerika , dan Kanada. Pada tahun 1983, Yogi Ramaiah memberinya kewenangan utuk menginisiasi orang lain. Setelah menempuh semua pelajaran, Babajii sendiri kemudian menampakkan diri di depannya pada tahun 1988 dan menugaskannya untuk mengajarkan Kriya Yoga kepada orang lain.
Sejak 1989, M Givindan telah menginisiasi lebih dari 7000 orang ke dalam Kriya Yoga Babaji. Jika pelajaran-pelajaran ini dipraktekkan dengan teratur dan sitematis, maka mereka akan memberikan trasnformasi yang menyeluruh dalam diri individu dalam semua level.
Dalam sistem ini ada tiga jenjang inisisasi. Pada level pertama , orang belajar bagaimana berkomunikasi dengan Babaji dengan teknik "Babaji Samyama Kriya," yang melibatkan suatu kedekatan yang mendalam dengan Satguru. Babaji secara perlahan menyingkapkan rahasia dirinya kepada para murid dan pencintanya, memikat hati mereka dalam berbagai jenis hubungan kasih di mana ia mengarahkan mereka ke arah pengembangan diri.
Hubungannya dengan setiap orang dari diri kita adalah unik dan sesuai dengan kebutuhan serta sifat individual kita. Ia adalah Guru personal kita. Ketika hati kita berkembang dimana persatuan dengan Beliau mencapai "visi universal cinta," maka orang dapat melihat Babaji dalam segala sesuatunya.
Sekarang, keberadaan Babaji menjadi samar-samar karena oranisasi Self Realization Fellowship dan banyak organisasi lainnya yang menyatakan bahwa Babaji tidak eksis lagi dalam dunia fisik. Klaim ini sama seperti halnya pernyataan bahwa: "Jepang itu nggak ada , karena aku belum pernah melihatnya." Babaji memberikan janjinya dalam "Autobiography seorang Yogi" bahwa ia akan tetap hidup dalam bentuk fisik hinga akhir jaman, beribu-ribu tahun mendatang. Sejak tahun 1950, kebijaksannan SRF membuatnya seperti tidak tersentuh. Ia hanya menjadi sejenis catatan kaki sejarah, atau paling banter seorang suci sebagaimana halnya dalam Gereja Katolik, daripada sumber abadi, Guru tunggal dalam tradisi Kriya Yoga.

Senin, 25 September 2017

Ngeruak membangun rumah lan melaspas




Pemilihan Tanah Pekarangan.
Tanah yang dipilih untuk lokasi membangun perumahan diusahakan tanah yang miring ke timur atau miring ke utara, pelemahan datar (asah), pelemahan inang, pelemahan marubu lalah(berbau pedas).

DAPATKAN CARA MENGHASILKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Tanah yang patut dihindari sebagai tanah lokasi membangun perumahan adalah :
karang karubuhan (tumbak rurung/ jalan),
karang sandang lawe (pintu keluar berpapasan dengan persimpangan jalan),
karang sulanyapi (karang yang dilingkari oleh lorong (jalan)
karang buta kabanda (karang yang diapit lorong/ jalan),
karang teledu nginyah (karang tumbak tukad),
karang gerah (karang di hulu Kahyangan),
karang tenget,
karang buta salah wetu,
karang boros wong (dua pintu masuk berdampingan sama tinggi),
karang suduk angga, karang manyeleking dan yang paling buruk adalah
tanah yang berwarna hitam- legam, berbau "bengualid" (busuk)

Tanah- tanah yang tidak baik (ala) tersebut di atas, dapat difungsikan sebagai lokasi membangun perumahan jikalau disertai dengan upacara/ upakara agama yang ditentukan, serta dibuatkan palinggih yang dilengkapi dengan upacara/ upakara pamarisuda.


Perumahan Dengan Pekarangan Sempit, bertingkat dan Rumah Susun.
Pekarangan Sempit.
Dengan sempitnya pekarangan, penataan pekarangan sesuai dengan ketentuan Asta Bumi sulit dilakukan. Untuk itu jiwa konsepsi Tri Mandala sejauh mungkin hendaknya tercermin (tempat pemujaan, bangunan perumahan, tempat pembuangan (alam bhuta).
Karena keterbatasan pekarangan tempat pemujaan diatur sesuai konsep tersebut di atas dengan membuat tempat pemujaan minimal Kemulan/ Rong Tiga atau Padma, Penunggun Karang dan Natar.

Rumah Bertingkat.
Untuk rumah bertingkat bila tidak memungkinkan membangun tempat pemujaan di hulu halaman bawah boleh membuat tempat pemujaan di bagian hulu lantai teratas.

Rumah Susun.
Untuk rumah Susun tinggi langit- langit setidak- tidaknya setinggi orang ditambah 12 jari. Tempat pemujaan berbentuk pelangkiran ditempatkan di bagian hulu ruangan.




Dewasa Membangun Rumah.
Dewasa Ngeruwak:
Wewaran : Beteng, Soma, Buda, Wraspati, Sukra, Tulus, Dadi.
Sasih: Kasa, Ketiga, Kapat, Kedasa.

Nasarin:
Watek: Watu.
Wewaran: Beteng, soma, Budha, Wraspati, Sukra, was, tulus, dadi,
Sasih: Kasa, Katiga, Kapat, Kalima. Kanem.

Nguwangun
Wewaran: Beteng, Soma, Budha, Wraspati, Sukra, tulus, dadi.

Mengatapi
Wewaran : Beteng, was, soma, Budha, Wraspati, Sukra, tulus, dadi.
Dewasa ala : geni Rawana, Lebur awu, geni murub, dan lain- lainnya.

Memakuh/ Melaspas
Wewaran : Beteng, soma, Budha. Wraspati, Sukra, tulus, dadi.
Sasih : Kasa, Katiga, Kapat, Kadasa.


Upacara Membangun Rumah.
Upacara Nyapuh sawah dan tegal.
Apabila ada tanah sawah atau tegal dipakai untuk tempat tinggal.
Jenis upakara : paling kecil adalah tipat dampulan, sanggah cucuk, daksina l, ketupat kelanan, nasi ireng, mabe bawang jae.
Setelah "Angrubah sawah" dilaksanakan asakap- sakap dengan upakara Sanggar Tutuan, suci asoroh genep, guling itik, sesayut pengambeyan, pengulapan, peras panyeneng, sodan penebasan, gelar sanga sega agung l, taluh 3, kelapa 3, benang + pipis.

Upacara pangruwak bhuwana dan nyukat karang, nanem dasar wewangunan.
Upakaranya ngeruwak bhuwana adalah sata/ ayam berumbun, penek sega manca warna.
Upakara Nanem dasar: pabeakaonan, isuh- isuh, tepung tawar, lis, prayascita, tepung bang, tumpeng bang, tumpeng gede, ayam panggang tetebus, canang geti- geti.

Upakara Pemelaspas.
Upakaranya : jerimpen l dulang, tumpeng putih kuning, ikan ayam putih siungan, ikan ayam putih tulus, pengambeyan l, sesayut, prayascita, sesayut durmengala, ikan ati, ikan bawang jae, sesayut Sidhakarya, telur itik, ayam sudhamala, peras lis, uang 225 kepeng, jerimpen, daksina l, ketupat l kelan, canang 2 tanding dengan uang II kepeng.
Oleh karena situasi dan kondisi di suatu tempat berbeda, maka upacara dan upakara tersebut di atas disesuaikan
dengan kondisi setempat

Senin, 18 September 2017

TETANDINGAN BANTEN TATEBASAN UTAWI SESAYUT



KAPUPULANG DARI BERBAGAI SUMBER

OLEH :

I GUSTI PUTU SUDIARTAMA





1.SESAYUT ARDHANARESWARI

Medasar antuk aled kulit sesayut, masusun tumpeng putih asiki, tumpeng kuning asiki, tulung kalih (2) medaging nasi putih asiki, nasi kuning asiki. Tangga kalih (2), kewangen (2), base silih asih, toya anyar atakir, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut puniki kaatur ring Bhatara Surya.



2.SESAYUT ADNYAWATI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng 11 bungkul, tumpenge metatakan sekar ura, matanceb lilit linting magreteng jinah bolong padha asiki soang-soang tumpeng, sampyan penek padha ngawa soang-soang tumpeng, ulam nyane itik maguling, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki magenah ring Banten Pamereman / Piodalan.



3.TATEBASAN ATMA TEKA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi mawadhah piring sutra duwu nyane susunin taluh medadar mapinda padma, tancebin sekar tunjung 1, kawangen 1, ssesangan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala Manusa Yadnya utawi rikala nyayut premananing wang lara.



4.SESAYUT AMANGGUH KEWUH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi biru ring tengah nyane kuning, gagemolan sekar cempaka ring tengah nyane, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus biru lan kuning.



5.SESAYUT AGUNG

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk tumpeng agung mapucak manik (taluh bebek lebeng), kawangen 4 siki, sekar ireng 4 katih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, kojong rangkadan medaging rerasmen, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Yan nyatur magenah Kaler.

6.SESAYUT BRAHMASTAWA DEWA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging tumpeng 1,metanceb kayu mas 11 muncuk, ulam nyane udang, sesanganan raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Pura Prajapati.



7.TATEBASAN BAGIA SETATA SARI

Madasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi penek ageng 1 (nasi sodaan), metatakan don kayu sugih mailehan, sesangan sarwa galahan raka-raka sejangkep nyane, katipat bagia 6, katipat sari 6, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Sedahana.

8.TATEBASAN BENDU PIDUHKA :

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 1, ulam nyane rerasmen, sudn taluh, tulung 1, canang pawitra maraca sesanganan bendu, raka-raka sejangkep nyaen, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, Canang pahyaan. Sesayut puniki ka-anggen rikala ngaturan Bendu Piduhka.


9.SESAYUT BIAKALA AGUNG

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng abungkul, berasan 2 catu, tumpeng alit 4 bungkul, tulung 5, ulam nyane sate asem, sate lambat, calon padha 5 katih, ebet-ebetan 5 tanding, ayam biying mapanggang, balung gagending, jajron, pisang apasang, beten aled sesayut nyane medaging beras acatu, benang atukel, jinah 200, mapagpag sampian gunting 5, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



10.SESAYUT BAYU LESU

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi aji keteng, taluh abungkul, bawang putih, sere barak, tasik atakir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki banten ring Sanggar.



11.SESAYUT BYAKAWONAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi masasahan belah kalih, kulit sesayut nyane antuk don pandan, ulam nyane nyalian, lindung miwah ayam brumbun mapanggang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit, pras alit, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala Upacara Bhuta Yadnya, megenah ring Banten Caru.



12.TETANDINGAN SESAYUT BAYU RAWUH SAHI

Madasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi popolan duwur nyane susunin antuk cawan medaging nasi masusun sesawur kacang tancebin taluh bebek lebeng abungkul, taluh nyane tancebin lilit linting 1, sekar cempaka 3 katih, muncuk don pandan 3 muncuk, sesangan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ma-anggen rikala Upacara Manusa Yadnya utawi ring Pawetonan.



13.TATEBASAN BIYAKALA :

Anggen rikala pakala-pakalan Pawiwahan; Tetandingan nyane, Medasar antuk ngiyu duwur nyane susunin antuk aleed sesayut, duwur nyane medaging nasi makaput antuk don biyu kayu asiki, tancebin bawang jahe, mulam balung gagending, getih matah atakir, isuh-isuh, sampat, tulud, mategul antuk benang tridatu, base tulak, lis peselan, bebulu, padma, toya aruan atakir, pras tulung sesayut, penyeneng alit 1, sampan nagasari, canang pahyasan, tatebus putih, sesedep tepung tawar, coblong asiki, payuk pere asiki, sami eteh-eteh nyane melakar antuk slepan. Tatebasan punki ka-anggen rikala Pakala-kalan pawiwahan.



14.SESAYUT BUMI TAN PEGAT GRING KEMRANAN,

BANTEN GIRI KUSUMA

Medasar antuk aled sesayut, medaging beras manca warna acatu, dados tmpeng 5 siki, rakan nyane manca warna, ulam nyane ayam brumbun ingolah den asangkep, iwak segara, iwak sawah, sekar nyane warna sya (9) siki, sekar sarwa wangi ring puncak, artha nyane siyu satyus (1.100), canang pabersihan, burat wangi, lenga wangi, nuwur thirta ring sang meraga pandhita, mwang ring Dalem, Puseh, lan Bale Agung.



15.SESAYUT CANDRA AGNI MURUB

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk wastra barak, beras barak 2 kulak, base tampelan, plawa bang, warirang bang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, tumpeng barak 1, muncuk tumpenge susunin kulit taluh ayam medaging minyak lan sigi (dammar kulit taluh), kawangen 3, tumpenge tancebin sekar pucuk bang 4 katih, maileh antuk benang barak, sesangan sarwa barak, biyu udang, raka-raka sarwa barak, tulung 2, ayam wiring/biing mapanggang, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Brahma. Yan nyatur megenah Kelod.

SESAYUT CANDI KUSUMA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng ageng 1, muncuk tumpenge tancebin sekar tunjung akatih, ring bongkol tumpenge tancebin sekar gumitir genah nyane mabucu telu, ring selagan bunga gumitire dagingin kawangen 3, masadah ring sisin tumpenge, tulung 2, sesanganan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan), pras alit 1, Sampyang Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Sangkara. Yan nyatur megenah Kaja Kawuh.



ITI SESAYUT CANDRA MAYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi catur warna, ulam itik mapanggang, tuwak, nasi putih ulam nyane putih taluh, nasi kuning ulam nyane kuning taluh, nasi selem ulam nyane kakul, nasi barak ulam nyane gerang, nasine ma-alas antuk kain manut warnaning nasi, sekar 4 warna, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, sedha, jambe, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus 4 warna.



SESAYUT CATUR GHANDA GENI

Medasar antuk aled sesaut, medaging tumpeng barak / bang tiga (3), duwur tumpenge madaging cawan misi minyak lan sigi (damar Bali), kewangen 9, sekar warna barak 9, raka woh-wohan sarwa barak, panyeneng alit siki, peras alit siki, canang pahyasan, sampyan nagasari, tatebus barak. Sesayut puniki kaatur ring Bhatara Brahma, yan nyatur magenah ring Kelod / Daksina.

SESAYUT CITTA RENGGA

Madasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi selem, ulam nyane ayam selem mapanggang, mapecel mabasa mica ginten, nasine matanceb sekar selem 4 katih, ayame mapukang-pukang dados 5, winangun urip, magenah duwur nasine, sesangan, raka-raka sejangkep nyane, panyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan tatebus selem. Sesayut puniki ka-anggen rikala Mabayuh Paweton ring rahina Soma.



SESAYUT DHARMA WIKU

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin aled sesayut, medaging nasi 3 pulung genah nyane ngadeg, duwur nyane susunin antuk taluh medadar merepat, muncuk nasi ne tancebin sekar putih padha akatih, ulam taluh bekasem, tulung 2, sesangan sarwa galahan, sedah woh, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Siwa. Yan nyatur magenah ring Tengah / Madhya

SESAYUT DHARMA WIKU CATUR

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk penek agung 1, penek tapak 4, medasar antuk beras putih, jinah 11 keteng, kawangen 4, sekar kuning 4 katih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, sampyang Nagasari, canang Pahyasan, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1.

TATEBASAN DURGHA DEWI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging tumpeng 1 panjang nyane sa-astha (asiku), makarowistha, kalpika, kawangen 1, ulam nyane ayam putih mapanggang, sesanganan raka-raka sejangkep nyane, panyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Pura Dalem.

SESAYUT DURMIKI :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 1, kawangen 1, katipat sidha hayu 1, tulung urip 1, tulung sangkur 1, kalungah nyuh gadhing, lis peselan, padma, cameng asiki, ulam nyane ayam sebulu-bulu mapanggang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



SESAYUT DURMANGGALA :

Medasar antuk dulang/ngiyu duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi penek matanceb bawang jahe, ssere barak ( udang ), daksina 1, jinah 225, ketipat kelanan, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, lis peselan, padma, ulam ayam ireng mapanggang, sampyan Nagasari, canang pahyasan, sami eteh-eteh nyane melakar antuk slepan. Sesayut/Tatebusan puniki kanggen rikala upacara Bhuta Yadnya.



SESAYUT DREMAN MAKOLIHAN

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi klopokan, maulam taluh pinecel, sudang ukudan, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



SESAYUT DREMAN WISESA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi klopokan, tinumpangan nasi injin, ulam nyane daging kebo, jejatah lembat asem padha 5 katih magoreng, taluh madadar 1, sesawur, tancebin muncuk bingin, muncuk nagasari padha 5 pesel, mategul antuk benang tridhatu, tatebus ireng, sedah ambungan, buah bancangan, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

SESAYUT DIRGHAYUSA BHUMI

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk tumpeng 9 bungkul, padha matanceb sekar tunjung, kawangen 9, padha majinah 2 keteng soang-soang, muncuk dapdap padha akatih ring soang-soang tumpeng, sampyan nagasari 9 siki (padha ngawa), ulam ayam brumbun mapanggang, sesanganan, raka-raka sarwa galahan, pancaphala, sedah woh, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



SESAYUT DURMITA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi penek abungkul, maaled antuk don pandan matatakan klakat suddhamala, nasine dagingin lis asiki, kalungah nyuh gadhing 1, cemeng 2, medaging tuwak lan arak, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Bhatara Surya.



SESAYUT DHIRGAYUSA

Medasar antuk aled sesaut, medaging nasi penek asiki, katupang lebeng asiki, calon pawinda, pisang saliran, tatebus tridatu, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peas alit saiki, canang pahyasan, sampyan nagasari.



SESAYUT DUMA DEWATA

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging tumpeng agung asiki kaiterin antuk tumpeng alit 5 siki (panca warna), penek agung asiki susunin cawan medaging nasi pulungan asiki, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut puniki kaatur ring Bhatara Rudra, yan nyatur magenah ring kelod kauh.





TATEBASAN DHARMANING ANGKEB SARI

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih maklongkong 1, nasi barak maklongkong asiki, nasi kuning maklongkong asiki, nasi selem maklongkong asiki, medaging kojong rangkadan padha soang-soang tumpeng/nasi, ring soang-soang nasi macongger antuk padang derman miwah don nagasari, uyah atakir, sedhah woh, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus manut warnaning nasi. Sesayut puniki ka-anggen rikala Upacara Pangekeban ring Manusa Yadnya.



TETANDINGAN SESAYUT DREMAN ANGUPTI SARI

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi klopokan selem, duwur nasine susunin antuk nasi kuning, maulam taluh melablab, reb pinarah lelima, lawe pat, base sulasih/silih asuh, tuli ingapon, kedapan Nagasari, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang pahyasan tatebus selem. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Pengekeban ring manusa yadnya.

SESAYUT DASA PAGEH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dgingin nasi tumpeng ngede 1, ulam nyane lalada ayam utawi bebek wenang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, Sampyan Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala manusa yadnya, rikala mapangidep hati.

SESAYUT / TATEBASAN GNI GLAYANG

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng 5 bungkul, ring tengah tumpeng agung, barak ne-4, padha aron-aron, payeh sekadi tumpeng gurune, padha medaging taluh ayam biying, ulam nyane ayam biying mapanggang, genahang ring duwur tumpenge ring tengah, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit, pras alit, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus kutus warna. Anggen ring Dewa-Yadnya utawi rikala Maruwat/Malukat.



SESAYUT GURU

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk wastra putih, beras putih masasahan, base tampelan 1, jinah 11 keteng, duwur nyane susunin antuk tumpeng gde asiki, muncuk tumpenge medaging taluh bebek lebeng 1, tulung urip 2, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, ulam nyane ayam putih mulus mapanggang, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyangNagasari, canang Pahyasan 1. sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Hyang Guru.



SESAYUT GIRI KUSUMA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging sekar solas warna, duwur sekar nyane genahang tumpeng gde 1, muncuk tumpeng tancebin sekar miyik akatih, ring madhyaning tumpeng tancebin taji 11 katih, rikala nanceban tajine mangdane mamona, bongkol tumpengan medaging kawangen 11 siki, sedah woh 4 ceper, tubungan 4 ceper, sesangan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, tulung 11, daksina 1, arthanya 1100, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki magenah ring Luhuring Akasa utawi ring Banten Pamereman / Piodalan.



SESAYUT GANDHA KUSUMA JATI

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi dadu, ulam nyane ayam wangkas mapanggang, mapukang-pukang dados 5 winangun urip, magenah duwur nasine, peresing tebu ratu, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan tatebus dadu. Sesayut puniki ka-anggen rikala mabayuh Paweton ring Rahina Wrespati.

SESAYUT GNI BANG KUSUMAJATI

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi barak tinelopokan, maulam ayam biying mapanggang, mapukang-pukang dados 5, winangun urip, magenah duwur nasine, masesawur sambel cabe ginoreng tan tineresan, sekar pucuk bang 9 katih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, daksina 1, jinah 9999, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus barak. Sesayut puniki ka-anggen rikala mabayuh Paweton ring rahina Saniscara.



SESAYUT GERING MERARADAN

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane daging nasi mawadhah tangkih ron masibeh busung nganutin urippanca wara, medaging kacang komak, metanceb lidin ron, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan nagasari. Canang pahyasan. Sesayut punki ka-anggen rikala uapcara Manusa Yadnya.



TATEBASAN GNI ANGALAYANG :

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 5 bungkul, ring tengah tumpeng agung, mawarna barak 4 bungkul, padha aron-aron, padha gurune, padha madaging taluh, ulam nyane ayam biying sapelaken mapanggang, magenah nangkeb tumpenge ring tengah, tatebus 8 warna, sesanganan, raka-raka sarwa galahan, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala wang alukat.



ITI SESAYUT GURU PIDUHKA :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin beras akulak, ginawe tumpeng ageng mapucuk taluh bebek lebeng, ulam nyane itik putih ginuling, tumpenge masawung maplekir, lawe/benang atukel, jinah 225, tulung agung 1, kawangen 3, katipat siddhapurna 1, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut punki ka-anggen rikala Maguru Piduhka



SESAYUT GUNUNG SARI

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng agung 1, ulam nyane kacang komak, ayam mapanggang, tumpeng nyane tinancebin sarwa sekar, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



SESAYUT GNI KENCANA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk tumpeng ageng 1, kawangen 11, sane 7 genahang ring luhuring tumpeng, sane malih patpat genahang ring bongkol tumpenge, tancebin taji 4 ring bongkol, ring muncuk 11, muncuk tumpenge tancebin sekar 11 katih, daksina 1, jinah 1700, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, tulung, sedhah woh 4, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Hyang Akasa.

ITI SESAYUT GURU ASIH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng 1, tancebin sekar sulasih miyik, tunjung, cempaka saha taji asiki, kojong rangkadan medaging rerasmen, calon 5 mawadhah takir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



SESAYUT GURU PIDHUKA

Madasar antuk kulit sesayut, medaging beras akulak, ginawe tumpeng asiki, tumpenge mapuncak taluh bebek lebeng asiki, iwak ayam putih pinanggnag, tumpenge masawung maplekir busung, duwur kulit sayute dagingin beras akulak, lawe satukel, artha 225, panyeneng alit asiki, peras alit asiki, raka sagenepan, canang pahyasan, sampyan nagasari, tatebus putih, tumpenge taler tancebin atin



SESAYUT / TATEBASAN GNI GLAYANG

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng 5 bungkul, ring tengah tumpeng agung, barak ne-4, padha aron-aron, payeh sekadi tumpeng gurune, padha medaging taluh ayam biying, ulam nyane ayam biying mapanggang, genahang ring duwur tumpenge ring tengah, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit, pras alit, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus kutus warna. Anggen ring Dewa-Yadnya utawi rikala Maruwat/Malukat.



SESAYUT IDER BHUWANA

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging sego / nasi marepat / cditakan, kewangen 4 , magenah ring bucun nasi macitak, ring sisin nasine dagingin tulung matangga kalih (2) siki, ulam nyane saka sidan, sanganan sarwa galahan, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki. Peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari.Sesayut puniki kaatur ring Bhatari Prethiwi utawi ring gedong Ibu.

SESAYUT IMBUH TUWUH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih dena bresih, tanekan akulak agung, sesawur ajumput, ulam nyane sawung pintel, sudang taluh, dandanan tulung 5, tadah pawitra, biyu ahijas, raka woh-wohan sapanca dandanan, tasik cemeng, tatebus putih, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen ring kamanusan.

SESAYUT JINGGA WATI KUSUMA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane daingin nasi kuning tinalopokan, ulam nyane ayam kelawu kuning mapanggang, mapukang-pukang dados 5 winangun urip, magenah duwur nasine, dagingin sesawur sambel cabe, siniyokan lenga/minyak, matanceb sekar kuranta 3 katih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan tataebus kuranta/jingga. Sesayut puniki ka-anggen rikala mabayuh Paweton ring Rahina Anggara.

SESAYUT JIWA SAMPURNNA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi klopokan 1, ulam nyane balung gagending, jangan kinulub ( melablab ) mawadah takir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Manusa Yadnya ring Pegedong-gedongan sang mobot.
SESAYUT JAGA SATRU :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tadekan skulak, maulam ayam ungolah dados sesate 5, tum 5, abatan 5 tanding, nyahnyah gringsing, gula kelap mawadhah ceper nganutin dina pancawara, ssesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, prasa alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Bhuta Yadnya.

TATEBASAN JAGA SATRU :

Madasar antuk tetempeh/ ngiyu masrembeng, susunin aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi wong-wongan barak 2 tanding, nasi wong-wongan putih 2 tandin, maulam bawang jahe, nasi kojongan maulam bawang jahe 9 kojong, nasi kepelan 9 kepel, daksina 1, jinah 225, sodaan, ketipat kelanan, penyeneng alit 1, pras alit 1, dhupa 11 katih, tatebusan puniki ka-atur ring Hyang Ibu Prethiwi, rikala pacing ngruwak utawi nyapuh tanah miwah ring sajeroning Bhuta Yadnya.

ITI SESAYUT JATI SMARA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng putih abungkul, ulam ayam putih mulus mapanggang, sesanganan sarwa putih, raka-raka sejangkep nyane,kacang komak 1 tangkih, calon 5 siki, kojong rangkadan medaging rerasmen, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Pawiwahan.

SESAYUT JIWA SAMPURNA

Medasar antuk kulit sesayut, medaging nasi klopokan, iwak balung gagending, janganan kulub mawadah takir, raka-rakasaka sidan, penyeneng alit asiki (1), canang pahyasan, sampyan nagaari, sasedep tepung tawar.

TATEBASAN KUKUS HARUM

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin jaja kukus putih miwah jaja kukus selem, susunin nasi masisir, madaging carawis, asep menyan, ring sisin nasine medaging minyak, medaging tadah sukla, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, Sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki magenah ring banten piodalan pamereman.

SESAYUT KUSUMA DEWA

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging tumpeng 7 bungkul, iwak nyane taluh, kewangen 7, metatakan antuk ceper, misi sekar kuning 7 sowan, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peas alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut puni magenah ring banten piodalan nyane.

ITI SESAYUT KALA SIMPANG

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi 3 pulung, maulam taluh bungkulan, sesanganan, raka-raka sarwa galahan, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur rikala Bhuta Yadnya.

SESAYUT KENENG UPAYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi pulungan 3 pulung, katipat siddha hayu 3, genahang duwur nasine, ulam jejatah 3 katih, balung katupang 3, rerasmen kacang komak sami padha 3 takir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

SESAYUT KATUTUTAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi klopokan 1, tinumpangan nyuh masisir, rerasmen genep, ring samping tumpenge kaputan basan ubad, pamor/apuh akaputan, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyenng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang

SESAYUT KUSUMA GANDHAYUDHA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi barak, maulam ayam biying bang karna mapanggang, mapukang-pukang dados 5, winangun urip, mapecel peresing tebu cemeng, mabasa mica ginten, sekar barak 9 katih, sesangan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang pahyasan tatebus barak. Sesayut puniki ka-anggen mabayuh Paweton ring rahina Saniscara.

SESAYUT / TATEBASAN KUSUMA DEWA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng kuning 7 bungkul, ulam nyane taluh, tumpenge metatakan antuk ceper medaging takir misi sekar kuning, soang-soang tumpeng padha asiki, tumpenge metanceb kawangen padha asiki, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki magenah ring Banten Pamereman / Piodalan.

SESAYUT KALA PURNA :

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi maklongkong 1, kojong rangkadan 1, nasine maileh antuk sekar, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Bhuta Yadnya.

SESAYUT TAN KENENG KUKIH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi lebaran, ulam taluh melablab abungkul, celakang ring nasine mangdane ilid, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI TATEBUSAN KABUYUTAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng agung 2 bungkul, ulam nyane ayam kelawu klidungan 1, daging nyane maolah jejatah 9, urab barak urab putih, linawar bawang jahe, kasuna cekuh, sere, gula, ayam hyane winangu urip ebat nyane, sajeng saguci, jangan sakawali, palawa don sembung, toya mawadhah beruk anyar, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan, winastu ring arepin karubuhan. Sesayut puniki ka-anggen rikala wenten karubuhan lumbung, graha, karubuhan taru agung, miwah sehananing karubuhan.

ITI SESAYUT KENENG UPAYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi 3 pulung, katipat siddha hayu 3, magenah duwur nasine, ulam jejatah 3, balung katupang 3, rerasmen kacang komak sami padha 3 takir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT KALA KALA GREHA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin beras akulak, jinah 200, benang atukel, raris susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng agung 1 melakar antuk beras 8 catu, maweweh tumpeng alit nganutin uriping Wuku, ring soang-soang tumpenge sane alit tancebin lilit linting magrenteng jinah bolong padha aketeng, mategul antuk benang tridhatu, tumpenge sane ageng muncuk nyane medaging lampu (damar), ring sor nyane tancebin taji manut uriping Wuku, kawangen manut uriping Wuku, tulung manut uriping wuku, ulam itik maguling, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI


ITI SESAYUT KALA PREKEMPA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tandekan acatu agung, ulam nyane ayam pinecel, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, sedah anut dina, pisang satangkep, bulun sawang anut dina, dadaring antiga/taluh, sesari 225, beras acatu, benang tatebus, sudang taluh, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT KILAP PREMANA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tanekan acatu agung, maulam ayam mapecel, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, sedhah manut uriping dina, pisang satangkep, uluning sawung manut dina, taluh madadar, jinah 225, beras 2 catu, sedah woh, benang atukel, sudang taluh, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Carunen ring Dengen. Ka-atur ring sang Kala Wisesa, Sang Kala Sakti mwah ring sarwa Kala.

SESAYUT KUKUS ARUM CATUR

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging nasi matumpeng limang warna, mapuncak sekar tunjung, kewangen 5, dupa 5, maraca woh-wohan sejangkep nyane, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut puniki yan nyatur magenah ring Tengah.

SESAYUT KENENG UPAYA

Medasar antuk kulit sesayut, medaging nasi pulung 3, katipat sidha ayu 3, genah tipat duur nasine, iwak nyane jejatah 3 katih, balung katupang 3, rerasmen kacang komak, sami pada 3 ceper / takir, raka-raka saka wnang, penyeneng alit asiki, sampyan nagasari, canang pahyasan, tatebus putih.

SESAYUT / TATEBASAN KUCUP MANDI

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng ageng 1, tinancebin tabya asiki, ulam nyane taluh, kacang komak padha mawadhah tangkih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyaan. Sesayut puniki ka-anggen ring Manusa Yadnya.

TETANDINGAN TATEBUSAN LARA MALARADAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi kuning apasang mawadah tangkih mesibeh antuk busung, maulam janganan paku manut uriping dina sang mapaweton, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ma-anggen ring upacara manusa yadnya/Pawetonan.

ITI SESAYUT LANGLANG BHUWANA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi punjungan, ulam nyane nyawan lan banding, taluh madadar, sekar sarasija, raka muncuk gedang (pisang), sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus manca warna.

SESAYUT LABA MERAJAH

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging nasi / sekul kuning apasang mawadah tangkih busung masibeh, maulam jangan paku, manut uripan dine / sapta wara . Tetandingan nyane pepek sekadi tetandingan sesayut, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari.

SESAYUT LANGGENG AMUKTI SAKTI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin penek ageng 1 medaging kalpika 5, muncuk don dapdap, sesanganan, raka-raka sarwa galahan, ulam nyane saka siddhan, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki magenah ring Banten Piodalan / Pemereman.

SESAYUT LARA TAN TINAMBAN

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi pulung catur warna, ulam nyane ayam syungan mapanggnag, sate 7, calon 7, kawangen 7, tatebus putih, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, panyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala manusa yadnya utawi nyayut wang lara.

SESAYUT MUNGGAH TAPA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng gde 1, muncuk tumpenge tancebin sekar putih akatih, pangawak tumpenge tancebin sekar putih mailehan, ulam nyane taluh ayam 1, tulung 2, sesanganan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Luhur utawi ring Banten Pamereman utawi ring Tengah.

SESAYUT MERTHA DEWA

Madasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin penek ageng 1, beras atakir, kawangen 1, ulam sakasidhan, sesanagn, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, Pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki magenah ring banten Pamereman/piodalan.

TATEBASAN MERTHA TEKA SAHI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng 1, ulam nyane saka sidhan, kawangen 1, minyak cendana atakir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng ( tahenan ) 1, Pras alit 1, Sampyan Nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatari Sri utawi ring Jineng.

SESAYUT MERTHA UTAMA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin beras kuning susunin nasi penek 1, sesanganan, raka-raa sarwa galahan, Penyeneg alit ( tahenan ) 1, Pras alit 1, sampyan Nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Bhatara Sri utawi ka-angen rikala upacara

TATEBASAN MERTHA RAWUH SAI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi penek 5, maulam bija tatus 5 takir, kawangen 5, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tehenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur rinbg Hyang Sri Suci utawi Sang Hyang Amertha, taler kaanggen ring Pedagangan.

ITI SESAYUT MAYA LUPA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi 9 pulung, sami nasine mapupuk antuk kuning taluh, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Wus punika raris katatab, nasin nyane ka-ajeng antuk sang natab ngawit saking nasi ne sane ring tengah.

ITI SESAYUT MERTHA KARYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi perepat (segi empat), ring tengah-tengah nasi ne dagingin tumpeng angeng 1, tumpeng alit 2, genah nyane ngapit tumpenge sane ageng, ring bucuning nasi sane merepat tancebin kawangen padha asiki, muncuk tumpenge sane ageng tancebin sekar tunjung akatih, tulung 2, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane kojong rangkadan medaging kacang sesawur sudang taluh (Rerasmen), penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

SESAYUT MERTHA SARI LUWIH

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging penek kuning 5, tumpeng putih 5, metanceb sekar putih 5 katih, beras / bijaatakir, cendana atakir, misi bunga kuning, meraka woh-wohan sejangkep nyane, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, canag pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut punki yan nyatur magenah ring tengah.

SESAYUT MAHASORA

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging tumpeng agung asiki kaiterin antuk sekar, tumpeng alit asiki metanceb antuk sekar putoh, malih asiki tumpenge alit metanceb antuk sekar kuning, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peas alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari. Sesayut puniki kaatur ring Bhatara Maheswara, yan nyatur magenah ring Kelod Kangin.

ITI SESAYUT MANGGUH PAKEWUH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi biru ring tengah nyane kuning, tinumpangan sekar-sekar cempaka ring tengah, kojong rangkadan medaging rerasmen sudang taluh, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT MERTHA SARI LEWIH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk penek kuning 5 siki, penek putih 5 siki, metanceb sekar putih 5 siki, beras wija atakir, toya cendana atakir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan, yan nyatur magenah ring Tengah.



SESAYUT NILA KUSUMA JATI

Madasar antu dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi selem klopokan, ulam nyane ayam ireng mapanggang, masambel mica ginten, siniyokan lenga/minyak, sasrojan, ayame mapukang-pukang dados 5 winangun urip, magenah duwur nasine, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, daksina 1, jinah 4444, panyaneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan tatebus ireng. Sesayut puniki ka-anggen rikala Mabyuh Paweton ring Rahina Soma.

TATEBASAN NGAYUT LARA

Medaar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 5 bungkul manca warna, genah nyane nyatur desa manut warnaning tumpeng, ulam nyane yam brumbun mapanggang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, 1, padma 1, kalungah nyuh gadhing 1, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala manusa yadnya utawi ngalukat wang lara.

SESAYUT NGALIWATAKEN SEMAYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih, maulam taluh madadar, gerang, macongger bungan dapdap, sekar cempaka, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT NGIPI HALA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng 9 bungkul melakar antuk beras aceheng, ulam nyane ayam wiring mapanggang, sesanganan 9, raka-raka sarwa 9, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT NIRBHAYA

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi mawadhah limas 5 siki, kawangen 5, medaging jinah 11 keteng soang-soang, ulam nyane bawi ingolah, gagencok penumpuhankening/susunin anut nasi manca warna, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit , pras alit, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT NIRMALA KASUNARAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng 1, ulam ayam mapanggang mabasa bawang jahe, jaja begina selem, putih, bekayu, kekiping, tape, raka woh-wohan pisang pancaphala (5 jenis buah), kojong rangkadan medaging rerasmen, calon 5 siki, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.



TETANDINGAN SESAYUT NGRAJA SINGHA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 9 bungkul, sami makalung maplekir busung, tulung urip 9, ketipat siddha purnna 9, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, smapyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ma-anggen rikala upacara Manusa Yadnya munggah Deha Sang Lanang.



SESAYUT PUJA KERTI

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging nasi isehan, maulam ayam putih mulus mapanggang, tancebin sekar tunjung, kawangen 3, kawangene magenah ring kampid 2, ring ikuh 1, jaja raka-raka sarwa galahan, sedah who, ulam nyane magenah ring duwur nasine, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyang Nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Iswara. Yan nyatur megenah Kangin.

SESAYUT PATEMON/PAWARANGAN

Madasar antuk dulang duwur nyane susuni antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng putih 1, maulam ayam putih mulus mapanggang, sesanganan, rkaa-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus putih. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Pawiwahan, maka nyasa kama petak, kagael ring sang lanang.

SESAYUT PURNA ASIH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk kain selem lan kain kuning magambar Smara Ratih, aled sesayut nyane melakar antuk busung nyuh gadang, medaging beras, ketan lan injin, susunin antuk nasi pangkonan asibakselem asibak kuning, sisin nyane medaging tumpeng selem 4, tumpeng kunng 7, canang sari, canang pangrawos, canang gantal, sekar selem, sekar kuning, tulung 2, ulam ayam ireng mapangggang, ayam putih syungan mapanggang, magenah nganutin tumpeng, sami winangun urip, jinah 225, jangan bayem luhur aceper, sambal mica ginten atakir, tabya bungkut atakir, kalungah nyuh gadang 1, lis senjata antuk busung, padma, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, Sampyan Nagasari, tatebasan selem lan kuning. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara pawiwahan.

TATEBASAN PAMLEPEH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin anuk aled sesayut, duwur nyane dagingin beras acatu, matatakan kampil anyar, base tampelan 5, susunin antuk tumpeng barak 1, maulam sere barak ( sere udang ), sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1,pras alit 1, salaran saha tegen-tegenan antuk tebu cemeng, kalungah nyuh gadang 1, lis peselan, padma, isuh-isuh, daksina 1, jinah 225, benang atukel, sampyan Nagasari, Canang pahyasan, coblong 1, payuk pere 1. Sesayut puniki ka-anggen

SESAYUT SYAMANI LOKA

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging tumpeng ageng 1, tumpeng alit 4, tumpenge sane gede magenah ring tengah kaiter antuk tumpenge alit, muncuk tumpenge sane gede medaging minyak mwah sigi (Damar taluh), tulung 2, sedah woh, sesangan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, ulam nyane sakasiddhan, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Gana. Megenah ring Luhur tan dados ring sor.

TATEBASAN SARI WREDDHI

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng ageng 1, tumpenge mawarna catur, dasar nyane selem, duwur nyane barak, susunin antuk nasi putih saha muncuk nyane nasi kuning, ketipat sari 4, sesanganan sarwa galahan, raka-raka catur warna, ulam nyane ayam brumbun mapanggang, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan. Sesayut puniki ka-atur ring Pura Bale Agung.

SESAYUT SUGIH RENDAH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng putih asiki, kailehin antuk tumpeng alit 8 bungkul, manut warnaning pangider-ideran, ring tumpeng sane ageng genehang katipat cakra asiki, kojong rangkadan, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, Pras alit 1, sampyan Nagasari, canang pahyasan. Sesayut punki kaanggen rikala upacara Negteg Pulu.

SESAYUT TULUS DADI

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi penek barak 1, nasi penek selem 1, ulam nyane ayam selem mapanngggang, sedah anuting uriping dina pagutan jinapit tunggal, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang Pahyasan. Sesayut punikika-anggen rikala upacara pagedong-gedongan sang mobot.

SESAYUT TULUS AYU

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih kuning jinapit tunggal, ulam nyane ayam putih syungan mapanggang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, Pras alit 1, Sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Mnausa Yadnya Pagedong-gedongan sang mobot.

SESAYUT PAMAHAYU TUWUH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi penek gde 1, keapit antuk tumpeng tri warna ( putih, selem, barak, padh asiki ), maulam ayam srawah mapanggang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, Sampyan Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut punki ka-anggen rukala upacara manusa yadnya pagedong-gedongan sang mobot, miwah rikala mapahayu kauripan.

SESAYUT PAMANDA YUSA

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng panca warna 5 bungkul, maaru antuk toya cendana, tinanceban sekar manca warna, kawangen 5, sesanganan, raka-raka sarwa lima, ulam nyane itik maguling 1, masekar wangi-wangi, tumpenge meambed benang 9 warna, gerang kepiting, isin padha magoreng, mawadhah takir, soring taledan medaging beras 2 kulak, jnah 500, Penyeneng alit ( tahenan ) 1, Pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang pahyasan. Sesayut punki patut kawewehin antuk Sesayut Pangenteg bayu.

SESAYUT PANYEGJEG TUWUH

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 9 bungkul, ulam nyane ayam brumbun 2 ukud, maolah ddi 9 tanding, balulang nyane winangun urip, biyu ahijas, tatebus tridhatu, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, Canang pahyas. Sesayut puniki kaanggen rikala mapahayu jagat miwah mapahayu kauripan.

TATEBASAN PAGEH URIP

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih akulak tinelopokan, duwur nyane susunin tumpeng putih kuning padha asiki, maaru antuk toya cendana, pinageran wesi 9, tumpenge masekar cempaka putih kuning padha apasang, tunjung putih lan biru padha asiki, sesanganan, raka-raka sarwa suci, magula tebu, pisang gadhing ahijas, tulung urip, tulung sangkur, padha 5 siki, katipat pandawa, katipat sari, ulam itik maguling, tatebus putih kuning, sedah woh roro ingapon, canang miyik-miyikan, canang pabresuhan, penyeneng alit ( tahenan ) 1, Sampyan Nagasari. Sesayut puniki ka-anggen rikala mahayu jagat miwah mahayu sarira.

TATEBASAN PEPEK TUWUH

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng asiki, maileh antuk rerasmen, rujak alimas, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari Canang pahyasan. Sesayut punki ka-anggen rikala Manusa Yadnya.

SESAYUT PANYEGJEG TUWUH :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin penek ageng 1, katipat sawarnan nyane, sate asem pinanggang, sesanganan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Cannag pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen mapahayu tuwuhing jagat miwah mapahayu tuwuhing manusa.

TATEBASAN PANCA KELUD :

Medasar antukdulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin tumpeng poleng maplekir asiki, kawangen 5, padhang lepas 5 katih, muncuk ambengan 5 muncuk, anggen sehet mingmang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan Nagasari. Canang pahyasan. Saha maweweh sesayut nyatur desa, sane kangin metatakan antuk aled sesayut alit, medaging tumpeng putih asiki, maulam nyalian, sane kelod metatakan aled sesayut medaging tumpeng barak asiki, maulam udang, sane kawuh metatakan aled sesayutmedaging tumpeng kuning asiki, maulam yuyu, sane kaja metatakan aled sesayut medaging tumpeng selem asiki, maulam lele, sane ring tengah metatakan antuk aled sesayut medaging tumpeng brumbun asiki, maulam sradu, padha medaging sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, sampyan nagasari pada ngawa soang-soang tumpeng, kalungah nyuh gadhing 1, coblong 1, payuk pere 1. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Bhuta Yadnya utawi ring padengen-gengenan sadurunge pacang mapawintenan Kepemangkuan.

SESAYUT PAMIAK KALA :

Medasar antuk aled sesayut duwur nyane dagingin nasi mawadhah ceper, nasine mapiyak dados 4 belatin antuk don pandan, maulam bawang jahe, kawangen 4, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, panyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Bhuta Yadnya.

SESAYUT PANUNDUNG KALA :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 2 bungkul, tumpenge tancebin taji ngaad padha asiki, maulam sate ayam biying kuning, tulung urip 2, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan. Sesayut puniki ka-anggen rikala upacara Bhuta Yadnya.

SESAYUT PRABHU WIBHUH :

Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi tumpeng 1, beras 2 catu, ulam nyane jatah asem, lembat, kablet, kakuwung, gunting, pemada, brengkes, dadeleg, sami padha 5 katih matanceb maileh ring tumpenge, jangkepin saha ebat-ebatan nyane, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, Canang pahyasan.

SESAYUT PAGEH URIP :

Medasar antuk dulang duwur nyanesusunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih tandekan akulak, tinelopokan, tinumpangan tumpeng kunin padha asiki, tumpeng punika masekar cempaka putih kuning padha apasang, tunjung putih, tunjung biru padha akatih, sesanganan sarwa suci, magula tebu, pisang gadhing ahijas, raka-raka sarwa galahan, tulung urip, tulung sangkur padha 5 besik, katipat pandawa, katipat sidha purna, katipat ari, ulam nynae itik maguling, tatebus putih kuning, sedah roro ingapo, canang harum, penyeneng alit 1, pra alit 1, sampyan nagasari, canang pabresihan. Sesayut puniki ka-anggen rikala mapahayu kauripan, utawi mapahayu wang wus wreddha.