Minggu, 20 September 2015

beasiswa untuk belajar dan langsung mendapatkan pekerjaan di hotel - hotel berbintang di Bali



Bagi teman - teman wanita yang tidak mampu dari seluruh Indonesia yang memenuhi syarat - syarat di bawah ini dan ingin mendapatkan beasiswa untuk belajar, ditraining dan langsung mendapatkan pekerjaan di hotel - hotel berbintang d Bali, silahkah melihat link di bawah ini.
Anda akan disekolahkan sambil mendapatkan uang sangu.
Kantor yayasan ini terletal di Jalan. Siligita Nusa Dua.
Daftar Beasiswa Bali WISE
Bergabung di Program Beasiswa Bali WISE Sekarang!
Halo, terimakasih sudah tertarik dengan program beasiswa Bali WISE Skills Education Program. Program Bali Wise dilaksanakan selama 6 bulan. Berikut info lengkapnya:
A. Program Bali WISE
Semester 1: Pendidikan dasar bekerja (3 bulan)
Bahasa Inggris: Kemampuan penting untuk berinteraksi dengan orang asing, baik di bidang perhotelan atau bidang lain (semua sektor)
Pengetahuan dasar-dasar pehotelan: Kemampuan yang wajib dimiliki untuk bekerja di hotel-hotel berkelas
Pengetahuan etika bekerja: Mengajarkan untuk membina hubungan yang baik dengan klien dan juga teman kerja
Dasar-dasar Komputer: Informasi pembelajaran, networking, juga lowongan kerja
Yoga: Tubuh yang sehat = produktifitas dan kreatifitas
Kelas Memasak: Membuka kesempatan bekerja di restoran, cafe, hotel, dll
Seminar dan Workshop.
Semester 2: Pelatihan di Hotel (3 bulan)
F&B Service: Kemampuan untuk melayani konsumen di restoran, cafe, hotel, dll
F&B Product: Membuka peluang bekerja di kitchen hotel sebagai Chef atau Cook Helper
Housekeeping: Kemampuan untuk mempersiapkan kamar sesuai dengan standart hotel bintang lima
Administration: Kemampuan mengelola kantor/organisasi, menerima telepon dari klien, menerima tamu, dll
SPA: Kemampuan untuk berinteraksi dengan tamu dan mengetahui tentang berbagai macam jenis dan teknika pemijatan dan perawatan tubuh
Tour & Travel: Kemampuan untuk melakukan pekerjaan accounting, receptionist, dan pemesanan tiket, serta hal-hal yang berhubungan dengan tour & travel
Seminar membuat CV, Resume, Application Letter, dan Latihan Interview.
B. Fasilitas yang didapatkan selama mengikuti Program Bali Wise
Biaya pelatihan gratis
Beasiswa termasuk tempat tinggal (asrama)
Dapat makan 3x perhari
Seragam
Dapat uang saku perbulan
C. Pelaksanaan dan Persyaratan dan Pendaftaran Beasiswa
Beasiswa Bali WISE dilaksanakan 4 kali dalam 1 tahun, yaitu:
Gelombang 1: Januari – Juli
Gelombang 2: April – Oktober
Gelombang 3: Juli – Januari
Gelombang 4: Oktober – April
Para siswa dapat mulai mendaftar dua bulan sebelum program di laksanakan di setiap gelombangnya. Berikut syarat-syarat pendaftaran yang harus di penuhi:
Perempuan usia 17-24 tahun
Tidak mampu melanjutkan kuliah
Pendidikan minimal SMA/sederajat
Tekun dan bermotivasi tinggi
Tidak mempunyai keahlian khusus
Belum bekerja atau bekerja dengan kondisi kerja buruk/upah minim.
Melengkapi formulir pendaftaran secara Online atau Offline dengan menyertakan KTP, KK, Ijazah. dan Surat Keterangan Tidak Mampu
Mengikuti tes Bahasa Inggris dan Essay yang disediakan pihak Bali Bali Wise

Dewa Dalam ajaran agama Hindu






Dalam ajaran agama Hindu, Dewa (Devanagari: देव) adalah makhluk suci, makhluk supernatural, penghuni surga, malaikat, dan manifestasi dari Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam agama Hindu, musuh para Dewa adalah Asura.
Kata “dewa” (deva) berasal dari kata “div” yang berarti “bersinar”. Dalam bahasa Latin “deus” berarti “dewa” dan “divus” berarti bersifat ketuhanan. Dalam bahasa Inggris istilah Dewa sama dengan “deity”, dalam bahasa Perancis “dieu” dan dalam bahasa Italia “dio”. Dalam bahasa Lithuania, kata yang sama dengan “deva” adalah “dievas”, bahasa Latvia: “dievs”, Prussia: “deiwas”.
Surya (Sanskerta: सूर्य; Surya) adalah nama dewa matahari menurut kepercayaan umat Hindu. Surya juga diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa yang menguasai atau mengatur surya atau matahari, dan diberi gelar “Batara“. Menurut kepercayaan Hindu, Surya mengendarai kereta yang ditarik oleh 7 kuda. Ia memeiliki kusir bernama Aruna, saudara Garuda, putra Dewi Winata.
Dewa Surya
merupakan dewa matahari, ia dipuja sebagai;
wajah agni di angkasa (Rgveda X.7.3),
matanya Mitra dan Varuna sebagai dewanya mata (maha melihat),
sebagai pengukur hari (Rgveda I.50.7),
sebagai pencipta segalanya (Rgveda I.170.4),
sebagai planet angkasa (Rgveda X.177.1),
sebagai roda atau simbol perputaran waktu (Rgveda I.175.4),
pemusnah kegelapan,
penyembuh orang sakit, dan
sebagai Purohita (pendeta) bagi para dewa (Rgveda VIII.90.12).
Surya berasal dari kata svar (swah). ia juga disebut dengan Divakara (Atharvaveda IV.10.5). adapun sinar matahari itu diibaratkan kuda-Nya. ia juga dikenal sebagai Dhatr (pencipta)...


Perbedaan antara jiwa dan Roh

Dagang Banten Bali

Jiwa adalah Atman yang telah mendapat tambahan yang membuatnya menjadi terbatas karena Pancha Maya yaitu :
Anna -> Badan
Prana -> Daya Hidup
Manas -> Pikiran
Vijnana -> Kebijaksanaan
Ananda -> Kebahagian Abadi
Atman(jiwa tanpa Pancha Maya) = Brahman(Tuhan), sedangkan
Roh adalah ciptaan Tuhan yg selamanya berbeda dengan Tuhan.
Dan bagi yang menyatakan #Roh_sama__dengan_Tuhan adalah dosa atau kesalahan tak berampun.
Jiwa/atman adalah entitas yg berdiri sendiri, hidup kekal dlm dirinya sendiri, tdk memerlukan apapun di luar dirinya(Subsistent spirit)
Sedangkan #Roh, tidak dapat berdiri sendiri, ia tergantung pada badan kasar menunggu kelahirannya kembali


Buku Mistik Trisula Vedha





Buku Mistik Trisula Vedha
Rp 99.000 — 
Kundalini adalah energi spiritual yang merupakan
wujud dari kekuatan keinginan murni Ilahi yang tersimpan dalam tiap manusia.
Energi spiritual kundalini biasanya tersimpan dalam keadaan “tidur” di dasar
tulang belakang yang berbentuk segitiga yang disebut “sacred bone” atau “tulang
sakrum/sakral” (sakral=bersifat Ilahi).

Di dalam ilmu yoga, dalam proses “pencerahan-diri” , kundalini yang pada awalnya dalam keadaan “tidur” di tulang sakrum, akan dibangkitkan dan dinaikkan sampai menembus cakra sahasrara yang terletak di atas kepala kita. Setelah kundalini dibangkitkan, kita akan bisa merasakan “angin sejuk” dari telapak tangan, di atas kepala, dan/atau telapak kaki.
Di berbagai tradisi, kundalini telah dikenal sebagai energi yang bisa membawa kita ke tingkat spiritualitas yang lebih tinggi dan “angin sejuk” yang terasa setelah
proses pencerahan-diri juga dikenal sebagai tanda bahwa kita terhubung dalam arti yang sesungguhnya dengan kekuatan Ilahi.


- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI







Sabtu, 19 September 2015

4 KARAKTER MANUSIA Dalam pewayangan Bali



Dalam pewayangan Bali, ada 4 karakter punakawan yg bisa menjadi renungan: 1) Tualen. 2) Merdah. 3) Sangut. 4) Delem. Mereka “mewakili” sikap miliaran manusia yang dirangkum ke dalam 4 gambaran umum.
1. Tualen, dia “tidak tahu dirinya tahu”. Dia kontemplatif, murni bersandar pada batin, sederhana dan penuh kearifan.
2. Merdah, dia “tahu dirinya tahu”. Dia paham, berani dan penuh percaya diri.
3. Sangut, dia “tahu dirinya tidak tahu”. Dia tidak paham, namun bersikap menerima ketidakpahamannya, mengakui kelebihan orang lain, penuh pertimbangan.
4. Delem, dia “tidak tahu dirinya tidak tahu”. Dia tidak tahu tapi merasa tahu, dia tidak tahu tapi tidak menerima pengetahuan orang lain, angkuh dan congkak di depan orang-orang, dan dia tidak bisa mengukur diri. Percaya diri di tengah ketakpahaman. Angkuh dan pongah, merasa paling benar.
Dari para punakawan ini, sadar atau tak sadar, masyarakat Bali memetik sikap: Kita memilih berperan seperti siapa?
Setidaknya masyarakat Bali yang suka pewayangan akan malu bercermin pada Delem, yg selalu pongah dalam ketidaktahuannya. Minimal kita bisa

NGERUJAKI upacara mulai hamil


Dagang Banten Bali



NGERUJAKI adalah upacara yadnya yang dilaksanakan saat wanita mulai ngidam dan dilaksanakan sebelum tiga bulan usia kehamilan yang bertujuan untuk mengharapkan atau mendoakan kepada Tuhan berserta manifestasinya supaya benih atau janin dalam kandungan kuat atau selamat tidak mengalami keguguran demikian pula kepada ibu yang mengandung janin tersebut. hal itu dipertegas lagi dengan pengunaan banten byakala yang disebutkan dalam lontar bacakan banten pati urip tersebut.
Adapun sarana yang digunakan dalam upacara ngerujaki yang dinyatakan dalam lontar ini disebutkan :
1. sesayut satu pajeg lengkap, sebagai suatu symbol atau penanda dari sesuatu obyek yang dimaksudkan atau istilah lainnya petanda.
2. byakala di tambah dengan persembahan yang dihaturkan di sanggah kemulan,
dengan upacara yang dipimpin oleh seorang pemangku atau orang suci yang disertai makan rujak.
Kapan upacara ini dilakukan masih kurang jelas hanya ditegaskan ketika hamil dalam lontar bacakan banten pati urip. Tetapi dapat diketahui melihat dari nama dan sarana maka upacara ini di laksanakan pada saat ngidam atau pada saat mulai diketahui kehamilan itu.
Ngidam atau mulai diketahuinya kehamilan antara orang satu dengan yang lainnya terkadang berbeda-beda terlebih dalam kehidupan kontemporer ini dimana manusia disibukan akan urusan pekerjaan dan pikiran yang dibebeni oleh berbagai macam keinginan sehingga kepekaan untuk mengetahui kehamilan sangat berkurang.
Di sisi lain dalam konteks modernitas dewasa ini manusia dimudahkan dengan alat pendeteksi kehamilan sehingga yang tidak sibuk akan lebih dini mengetahui kehamilan. Hal ini yang terlihat dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dan kehidupan umat Hindu khususnya sering terjadi ada yang baru satu bulan sudah diketahui dan ada pula setelah dua bulan atau bahkan lebih.
Sehingga dengan upacara ngerujaki ini dilaksanakan supaya benih atau janin dalam kandungan kuat atau selamat tidak mengalami keguguran demikian pula kepada ibu yang mengandung janin tersebut agar selamat.
Sumber : sejarahharirayahindu.blogspot.com


- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

BENANG sebagai simbol suci tali pengikat pada upacara yadnya


Penggunaan BENANG sebagai simbol suci tali pengikat dalam proses kehidupan yang pada upacara yadnya dan tetandingan banten sebagaimana disebutkan,
Benang putih, yang diikat di pergelangan tangan kanan saat otonan, sebagai simbol agar hati kita selalu di jalan yang lurus/benar dalam kehidupan ini.
Dalam Mabeakala saat upacara pawiwahan, benang papegat yang berwarna putih sebagai simbol dari lapisan kehidupan, berarti sang pengantin telah siap untuk meningkatkan alam kehidupannya menuju Grehasta Asrama.
Benang Tri datu sebagai simbol ikatan akan tiga perjalanan hidup di dunia ini.
Benang Tatebus atau Tebusan, apa pun yang yang kita mulai seharusnya diselesaikan secara sempurna bagaikan orang memilin benang, semua diproses dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.
Benang Selem yang berwarna hitam dalam upacara pagedong - gedongan pinaka penuntun hidup.
Benang tukelan pada daksina lambang naga dalam proses pemutaran mandara giri untuk mencari tirta amertha sebagai alat/media penghubung antara pemuja dan yang dipuja.
Benang, pis bolong, nasi aon (nasi dicampur abu gosok) dan porosan dalam banten penyeneng berfungsi sebagai alat untuk nuntun.
Menurut tradisi masyarakat Bali dalam pemakaian benang sebagai tanda proses kehidupan kutipan artikel Majalah Raditya, penggunaan benang yang erat hubungannya dengan ritual tertentu, seperti saat acara matepung tawar, otonan, padiksan, odalan serta ritual lainnya, bahwa dengan memakai benang suci itu bukan sekedar memakai seutas tali, namun ada makna yang lebih dalam dari pemakaian benang tersebut,sebagai cerminan suatu proses pematangan diri untuk menuju suatu kehidupan yang berguna dan
suatu jalanan yang saling mengikat dan mengisi satu sama lain.
Seperti proses pembuatan benang yang berasal dari kapas, sebelum menjadi benang kapas tersebut harus dipintal agar kita mendapatkan benang. Setelah mendapatkan benang, maka kita dipersilakan lagi mememakainya sesuai dengan kebutuhan kita, apakah mau dipakai untuk menyulam atau ditenun untuk dijadikan kain dan lain sebagainya.
Mengenai nama-nama benang yang dihasilkan dari proses pemilinan tersebut tergantung dari pesan yang kemudian ingin disampaikan sesuai imaginasi seseorang misalnya :
hitam mewakili aspek dewa Wisnu,
merah mewakili aspek kekuatan Brahma,
putih mewakili manifestasi Dewa Siwa.
Berbeda lagi pesan yang disampaikan dalam “benang pepegat” saat orang melakukan perpisahan khususnya dalam upacara Pitra Yadnya.
Para tetua mungkin ingin menyampaikan bahwa kita ini memang terikat seperti benang, antara satu dengan lainnya, namun bila waktunya kita sudah harus berpisah atau melepaskan perikatan terhadap dunia material, maka orang seharusnya menerima kejadian tersebut sebagai proses yang tidak dihindari dalam kehidupan manusia normal.
Perpisahan bukan berakhirnya suatu proses, namun perpisahan adalah awal dari proses kehidupan baru.
Bisa dikatakan, bahwa makna pemakaian benang suci tersebut tergantung dari jenis aktivitas ritual yang dilakukan dan benang tersebut menyiratkan makna kepada manusia, bahwa kita seharusnya dalam hidup ini mengalami proses pematangan, sehingga terlahir generasi yang bisa saling bersatu dengan yang lainnya.
Marilah kita jadikan benang suci sebagai
penanda keterikatan,
persatuan,
berlindung kepada kekuatan.
Semoga saja nantinya kita semakin kokoh, terpilin seperti benang suci tersebut, saling terikat satu sama lainnya untuk menyatukan dirinya agar berguna dan saling mengasihi pada kehidupan ini.

- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI