Jumat, 09 Januari 2026

SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SUMBER SEMUA SENJATA ILAHI?



Dalam Vana Parva (Āraṇyaka Parva) adhyāya 39–45 — khususnya episode Kirātārjunīya — Mahābhārata secara eksplisit menegaskan bahwa:
Sumber seluruh senjata ilahi adalah Nārāyaṇa (Śrī Kṛṣṇa / Viṣṇu),
sedangkan Śiva (Mahādeva) hanyalah perantara (nimitta-mātra) dalam pemberiannya kepada Arjuna.
Berikut sloka-sloka kunci yang menjadi dasar pernyataan tersebut.
1. Śiva menyatakan dirinya bergantung pada Nārāyaṇa
Vana Parva 43 (CE: 3.43)
Ketika Arjuna telah lulus ujian dan mengenali Kirāta sebagai Mahādeva, Śiva berkata:
nārāyaṇād ahaṁ prāpto brahmā caiva pitāmahaḥ |
nārāyaṇāc ca devendro varuṇo yama eva ca ||
"Aku (Śiva) berasal dari Nārāyaṇa; demikian pula Brahmā sang Pitāmaha. Dari Nārāyaṇa pula Indra, Varuṇa, dan Yama berasal."
Makna teologis:
Śiva menolak posisi sebagai sumber otonom. Ia menegaskan bahwa dirinya dan para deva lain berakar pada Nārāyaṇa.
2. Semua senjata ilahi bersumber dari Nārāyaṇa
Vana Parva 43
Śiva melanjutkan penegasan mengenai senjata:
nārāyaṇo ’strakartā ca
devānām api devatā |
matto labhante devā hi
tāni tasmāt sanātanāt ||
"Nārāyaṇa adalah pencipta senjata,
Tuhan bahkan bagi para dewa.
Para dewa menerimanya melalui diriku, namun senjata itu berasal dari Dia yang abadi."
Ini sloka paling eksplisit:
Nārāyaṇa = astrakartā (pencipta senjata)
Śiva = saluran distribusi, bukan sumber
3. Śiva menyebut dirinya hanya pelaksana kehendak Nārāyaṇa
Vana Parva 43
nārāyaṇasya tejo ’haṁ
dhārayāmi na saṁśayaḥ |
ājñayā tasya lokeṣu
vicarāmi mahābala ||
"Aku menanggung cahaya (śakti) Nārāyaṇa tanpa keraguan.
Dengan perintah-Nyalah aku berkelana di dunia-dunia, wahai Arjuna."
Implikasi:
Śiva bukan otoritas independen, melainkan eksekutor kehendak Nārāyaṇa.
4. Pemberian Pāśupatāstra sendiri terjadi setelah pengakuan ini
Baru setelah penegasan supremasi Nārāyaṇa tersebut, Śiva berkata:
गृहाण पाशुपतं दिव्यमस्त्रं
लोकभयंकरम्
“Terimalah Pāśupatāstra ilahi ini, yang menakutkan seluruh alam.”
#Urutan ini sangat penting:
• Pengakuan sumber tertinggi = Nārāyaṇa
• Baru kemudian Śiva memberi senjata
Kesimpulan tegas (berdasarkan Vana Parva sendiri)
✔ Semua senjata ilahi berasal dari Nārāyaṇa
✔ Śiva hanyalah perantara pemberian
✔ Ini bukan tafsir Gauḍīya belaka, melainkan pengakuan eksplisit Śiva dalam Mahābhārata
Kirātārjunīya bukan glorifikasi independen Śiva,
melainkan teologi Vaiṣṇava yang disampaikan lewat mulut Śiva sendiri.
Berikut sloka-sloka paralel (teks sejajar) dari Mahābhārata dan Purāṇa yang menguatkan pernyataan Vana Parva bahwa:
Seluruh senjata (astra) bersumber dari Nārāyaṇa,
Śiva berfungsi sebagai perantara / pelaksana kehendak-Nya, bukan sumber otonom.
5. Mahābhārata – Bhīṣma Parva (Viṣṇu Sahasranāma)
Bhīṣma Parva 13.135 (VS 25–27)
nārāyaṇaḥ paro devaḥ
devatānāṁ ca daivatam |
viśvasya jagataḥ kartā
saṁhartā ca narādhipa ||
"Nārāyaṇa adalah Tuhan Tertinggi,
Tuhan bagi para dewa;
Pencipta dan Pelebur seluruh jagat."
Implikasi langsung ke senjata:
Jika pencipta dan pelebur alam, maka astra (alat pelebur kosmik) tidak mungkin bersumber dari entitas lain.
6. Mahābhārata – Śānti Parva (Nārāyaṇīya)
Śānti Parva 349.65–66
nārāyaṇaḥ paraṁ brahma
nārāyaṇaḥ paraḥ śivaḥ |
nārāyaṇaḥ paro dhātā
dhātā cāpi nārāyaṇaḥ ||
"Nārāyaṇa adalah Brahman Tertinggi;
Nārāyaṇa pula adalah Śiva Tertinggi.
Nārāyaṇa adalah Pencipta,
dan Pencipta itu sendiri adalah Nārāyaṇa."
Kunci teologis:
Śiva bukan entitas independen, tetapi fungsi / manifestasi dari Nārāyaṇa.
Śānti Parva 349.70
yataḥ sarvāṇi bhūtāni
jāyante yatra yānti ca |
astrāṇi cāpi jāyante
nārāyaṇa-samudbhavāt ||
"Dari-Nya semua makhluk lahir dan kembali; bahkan senjata-senjata ilahi pun muncul dari Nārāyaṇa.
Ini paralel langsung dengan Vana Parva:
astra --> nārāyaṇa-samudbhava
7. Mahābhārata – Droṇa Parva
Droṇa Parva 202.30
nārāyaṇāstram ity etat
trailokya-pralayāvaham |
svayaṁ nārāyaṇo devaḥ
pravartayati nānyathā ||
"Astra ini disebut Nārāyaṇāstra,
yang mampu menghancurkan tiga dunia. Hanya Nārāyaṇa sendirilah
yang dapat menggerakkannya — bukan yang lain."
Prinsip penting:
Senjata tertinggi tidak tunduk pada deva lain, termasuk Śiva.
8. Purāṇa – Padma Purāṇa (Uttara-khaṇḍa)
Padma Purāṇa 236.18–19
yena astrāṇi sṛjyante
yenaiva ca vilīyate |
sa eva bhagavān viṣṇuḥ
sarvāstrāṇāṁ prabhuḥ smṛtaḥ ||
"Dia yang darinya senjata diciptakan 8dan ke dalam-Nya senjata lenyap—Dialah Bhagavān Viṣṇu, Tuhan seluruh senjata."
9. Purāṇa – Viṣṇu Purāṇa
Viṣṇu Purāṇa 1.9.69
शक्तयः सर्वदेवानां
नारायणसमुद्भवाः ।
"Seluruh kekuatan para deva
berasal dari Nārāyaṇa."
Astra = śakti yang terpersonifikasi
10. Sintesis Final
| Aspek || Kesaksian |
| Sumber astra || Nārāyaṇa (Vana, Śānti, Droṇa)|
| Peran Śiva || Perantara / manifestasi |
| Pengakuan Śiva sendiri || “nārāyaṇād ahaṁ prāptaḥ”|
| Konsistensi lintas kitab || Itihāsa + Purāṇa |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar