Dalam ajaran ๐๐ถ๐ป๐ฑ๐ ๐๐ฎ๐น๐ถ,terutama yang tertulis dalam berbagai lontar seperti Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul dan Lontar Sarasamuccaya, ada konsep karmaphala yang mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan berbuah, baik atau buruk.
๐๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐๐ง ๐๐๐ซ๐ฆ๐๐ฉ๐ก๐๐ฅ๐ ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐จ๐ง๐ญ๐๐ค๐ฌ ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐๐ฅ ๐๐๐ง๐๐ก ๐๐๐ฅ๐ฎ๐ก๐ฎ๐ซLontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul
Dikatakan bahwa tanah warisan leluhur memiliki taksu (spiritual energy) yang jika disalahgunakan atau dijual tanpa pertimbangan dharma, akan membawa penderitaan bagi keturunan.
"๐๐๐ฃ ๐ฌ๐ฌ๐๐ฃ๐ ๐ก๐ช๐ฅ๐ช๐ฉ ๐ง๐๐ฃ๐ ๐จ๐ฌ๐๐๐๐๐ง๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐ ๐ง๐๐ข๐๐ฃ, ๐๐๐๐ฃ๐ ๐๐ฅ๐๐ก๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ฃ๐๐ ๐๐ก๐๐ฃ, ๐ฉ๐๐ฃ ๐ ๐๐ฌ๐๐ ๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐ช๐ฌ๐๐ฃ๐."
(Barang siapa yang melupakan dharma di desanya, ia akan tertimpa kemalangan dan tak akan menemukan kedamaian di dunia.)
Lontar Wrhaspati Tattwa
Mengajarkan bahwa menjual tanah warisan leluhur untuk kepentingan duniawi tanpa dharma akan menimbulkan karmaphala buruk:
"๐๐๐ง๐ ๐ข๐ฌ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐ช๐ง๐ช๐ฃ๐๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ฃ๐๐ข๐ฅ๐ ๐ฌ๐๐จ๐๐จ๐๐ฃ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐ฅ๐, ๐ข๐๐ฉ๐ ๐ฉ๐๐ฃ ๐จ๐ช๐ ๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ๐ ๐๐ฉ๐ข๐."
(Orang yang menjual tanah leluhurnya tanpa dharma, ia dan keturunannya akan menerima penderitaan, bahkan setelah kematian, jiwanya tidak akan tenang.)
Lontar Sarasamuccaya (Sloka 135)
Menjelaskan bahwa tindakan yang ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ง๐๐ฎ๐ซ๐ค๐๐ง ๐ค๐๐ฌ๐๐ข๐ฆ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐๐ง ๐ฐ๐๐ซ๐ข๐ฌ๐๐ง ๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ๐ก๐ฎ๐ซ ๐๐ค๐๐ง ๐ฆ๐๐ฆ๐๐๐ฐ๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐๐๐ง ๐๐๐ ๐ข ๐ ๐๐ง๐๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐ฆ๐๐ง๐๐๐ญ๐๐ง๐ :
"๐๐ ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐๐ก๐๐ฃ๐๐ฃ๐ ๐ฌ๐๐ ๐๐จ ๐๐ ๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐ฅ๐, ๐ฉ๐๐ฃ ๐ฌ๐๐ฃ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ฃ๐๐ฃ๐๐๐๐๐๐ฃ ๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐ช๐ง๐ช๐ฃ๐๐ฃ."
(Buah dari perbuatan buruk akan diterima oleh keturunan, tidak bisa dihindari.)
๐๐๐ฌ๐๐ง ๐๐๐ซ๐ข ๐๐จ๐ง๐ญ๐๐ซ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ค๐๐ซ๐๐ง๐
Jika kita menjual tanah warisan tanpa mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan budaya, maka kita tidak hanya mengkhianati leluhur, tetapi juga menanam karmaphala buruk bagi diri sendiri dan anak cucu.

KONSULTASI ATAU PESAN BANTEN KEBUTUHAN UPAKARA WA: 08976687246 ATAU KLIK DISINI





