Senin, 22 Januari 2018

Banten mohon rejeki


Pejati 
tipatnya ganti dengan tipat sari bagia 3 soroh/3 pasang 
tetebus benang kuning



Pejati rambut sedana 
dulang, aled, peras, sodan, daksina, tipat sari bagia masing-masing 3 atau 3 soroh  (tipat sari dan tipat bagia digandeng), pesucian, segehan putih kuning 
rakanya berwarna kuning seperti misal jeruk 
canangnya menggunakan bunga lotus/teratai 
permen yang berwarna kuning.
taruh beberapa koin perak atau koin emas dekat patung dewa








Mantra Ganesha

गजाननं भूतगणादि सेवितं कपित्थ जम्बूफल चारु भक्षणं.

उमासुतं शोक विनाश कारकं नमामि विघ्नेश्वरपादपङ्कजम् ..

gajananam bhutganadi sevitam kapittha jambufal charu bhakshanam
umasutam shok vinash karakam namami vighneshwar paad pankajam

Artinya:

Aku menundukkan kepala saya kepada Tuhan Ganesha yang memiliki kepala gajah, yang sedang dilayani oleh Bhuta dan Ganas, Siapa yang suka untuk memiliki buah jambu dan yang adalah putra dari Dewi Uma dan destructs duka.

Mantra Dewi Mahalakshmi
हेमद्रितनायां देवीं वरदां शङ्करप्रियां.

लम्बोदरस्य जननीं गौरीं आवाह्याम्यहम् ..

hemadri tanayam devim vardaam Shankar priyaam
lambodarasya jannim gauriim aawahayamyaham
Artinya:

Saya mengundang Dewi Gauri yang adalah ibu dari Tuhan Ganesha, yang menyenangkan Tuhan Siwa dan yang tubuhnya seperti salju.









Arti: 

Aku menundukkan kepala saya untuk Dewi Mahalakshmi
Aku menundukkan kepala saya untuk Dewi yang duduk di atas bunga Lotus.
Aku menundukkan kepala saya untuk Dewi yang berada pada bunga Lotus.
Aku menundukkan kepala saya untuk Dewi Mahalakshmi dan Mahakali.
Aku menundukkan kepala saya untuk Dewi kekayaan.

 SUMBER: http://www.idealmantra.com/mahalakshmi-mantra.html


Dewi Lakshmi adalah Dewi Hindu yang dipercaya sebagai pemberi anugerah segala bentuk kesuksesan dan kekayaan dan serta jalan keluar / solusi, sarana, dan hasil dari semua bentuk kelimpahan dan kemakmuran. Dewi Laksmi dipercaya sebagai simbol atas kedamaian, kecantikan yang agung, siddhi / kemampuan suci, keseimbangan, kekuatan, keberuntungan, dan kebijaksanaan. Dia disebut juga disebut Thirumagal atau Sri karena Sang Dewi memiliki kekuatan kekuatan diatas.
Kata Sansekerta "Lakshmi" berasal dari kata "Laksme," yang mewakili "tujuan." Oleh karena itu, Dewi Laskmi merepresentasikan / mewakili tujuan hidup yaitu jagaddhita, yang mencakup kelimpahan dan kekayaan spiritual maupun duniawi serta kemakmuran.
Sang Dewi biasa diilustrasikan berdiri atau duduk di atas teratai dengan koin emas berlimpah di arus tak berujung dari salah satu tangan-Nya, yang merupakan simbolis ketika bunga teratai, kekayaan, dan kelimpahan sifat baik dan mulia muncul dan berkat dari Dewi Lakshmi pun hadir. Dewi Laksmi terkadang ditunjukkan pula dengan 1 atau 2 gajah serta seekor burung hantu. Gajah merupakan perlambang energi aktivitas, pekerjaan, dan kekuatan, serta air, hujan, dan kesuburan untuk kekayaan dan kemakmuran yang melimpah.

🌷Lakshmi Gayatri Mantra 🌷
"Om Mahalaxmiya Vidmahe,
Wisnu Patniyai cha Dhimahi,
Tanno Lakshmih Prachodayat."

"Om, biarkan aku merenungkan dewi terbesar, Oh, Shakti dari Dewa Wisnu, berilah aku akal yang lebih tinggi, dan biarlah Dewi Lakshmi menerangi pikiranku. "
Dengan segala doa dan harapan serta kerja keras, melantunkan mantra ini dengan bakti tulus dan ikhlas akan membawa kemakmuran dan kekayaan dalam hidup ....swaha.
OM Maha Lakshmi Ya Namah





MAKNA HARI BUDA CEMENG KLAWU DALAM KEHIDUPAN
Om Swastiastu
Dalam sistem kalender Bali, Buda Cemeng Klawu atau Buda Wage Klawu yang jatuh setiap hari Rabu pada wuku Klawu di penanggalan Bali, merupakan hari perayaan yang cukup dianggap penting oleh umat Hindu khususnya di Bali. Hal ini sering disebut sebagai piodalan Ida Bhatara Rambut Sedana yang diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali oleh masyarakat Hindu di Bali.
Pemujaan pada hari ini lebih banyak diperuntukkan untuk Bhatara Sri Sedana. Dewa Kekayaan, kemakmuran, kemurnian, dan kedermawanan selalu dihubungkan dengan Dewi Laksmi.
Dalam tradisi agama Hindu di Bali, “Batara Rambut Sedana” dipuja sebagai “Dewi Kesejahteraan” yang menganugerahkan harta kekayaan, emas-perak (sarwa mule), permata dan uang (dana) kepada manusia. Kegiatan peringatan “Sri Sedana” yang lazim disebut “Rambut Sedana” merupakan hari raya atau odalan bagi uang maupun nafkah yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Mahaesa kepada umat Manusia.
Dilihat dari arti katanya yaitu “Sri” artinya beras, dan “Sedana” artinya uang atau dengan kata lain bagian dari nafkah, maka perayaannya dilakukan di lingkungan rumah tangga dan juga pura di lingkungan desa adat. Bahkan di Pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali, juga terdapat Pura Rambut Sedana yang merupakan hulu dari Pelinggih Rambut Sedana atau sering disebut Sri Sedana yang ada di merajan keluarga di Bali.
Setiap pasar di Bali juga mempunyai pelinggih atau pura Bhatari Melanting yang dihormati sebagai ‘Dewi Perekonomian’ dan setiap hari Buda Cemeng Klawu akan dilakukan peringatan untuk mengucapkan rasa syukur atas rejeki yang diperoleh yang ditujukan kepada Bhatara Rambut Sedana. Buda Cemeng Klawu ini merupakan hari perayaan yang cukup penting bagi umat Hindu khususnya di Bali.
Tak heran jika hari Buda Cemeng Klawu ini lebih banyak dirayakan oleh mereka yang membuka usaha perdagangan di Bali, misalnya pedagang di pasar (kelontong), toko sembako, pemilik warung, bahkan sampai ke perusahaan-perusahaan yang mengalirkan dana secara cepat dalam menjalankan perusahaan tersebut. Di setiap tempat yang digunakan untuk menyimpan uang diberikan sesajen khusus untuk menghormati Dewi Laksmi/Betara Sedana sebagai rasa terima kasih atas pemberian-Nya.

Minggu, 21 Januari 2018

Pengabenan pranawa buwana kosa






Pengabenan pranawa buwana kosa adalah 
pengabenan dalam bentuk kuantitas uttama atau Nyawa wedana madya 

Persiapan upacara upakara 
- beakaonan
- tebasan durmangala
- prayascita 
- banten pengulapan
- lis gede bale gading
- soroan pengambean 
- santun gede 
- nasi rong be karangan 
- pejati suci asoroh 
- soda putih kuning 


Silur bambang (11 soroh )
pejati suci 
dandanan selem 4 tanding 
segehan selem 4 tanding 
ayam selem 1 
panak biu 1 


Ngulapin di Mrajapati 

- soroan pengambean 
- santun gede 
- nasi rong be karangan 
- pejati suci asoroh 
- lis cenik 

Ngulapin di Dalam 

- soroan pengambean 
- santun gede 
- nasi rong be karangan 
- pejati suci asoroh 
- lis cenik 

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Upacara Munggah di Kemulan (soang-soang pemilet)
peras 
soda
daksina
suci
tipat kelanan
penyeneng
soda putih kuning
pejerimpenan
canang pesucian

Upacara saha eteh-eteh nyiramang layon (11 soroh)
pejati jangkep
pebersihan hidup
pebersihan mati jangkep 
kuangen jeriji tangan lan batis 
kuangen buku-buku
kuangen ring gidat lan tangkah jangkep 
rurub sinom
galeng sirah lan bokong 
angkeb rai 
angkeb sarira 
tikeh pengulungan 
ante 
bedusa 

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Upacara ngajum kajang 
pejati jangkep 
santun gede 
soroan pengambean 
peras ayaban 
segehan 
beakala, durmangala, pengulapan, prayascita, lis 

Upacara pengaskara 
upakara munggah di sanggah surya 
daksina gede sarwa 4, 
peras
soda
suci
pejati
tipat kelanan 
banten ardhanareswari (dewa dewi)
rayunan pemijian ulam olah suci, woh2an mewadah tamas 

Upakara di sor sanggah surya
daksina gede sarwa 4, peras, soda, suci, 
ayaban tumpeng 11 bungkul 
banten caru ayam brumbun 
gelar sanga 

Penebusan di hadapan sanggah surya


Upakara di samping sawa 

dius kamaligi 

banten memutru 

ayaban pengaskaran 


Upakara di tebenan sawa 

caru penerus 

Upakara di sanggah damar kurung 


Upakara di hadapan pemuput 



Mohon toya penembak 

toya pemanah 

mebumi suda 

Pemerasan 


Jumat, 19 Januari 2018

Persiapan Kramaning Sembah







Persiapan sembahyang meliputi persiapan #lahir dan persiapan #batin.
Persiapan lahir meliputi sikap duduk yang baik, pengaturan nafas, sikap tangan dan sarana penunjang sembahyang seperti pakaian, bunga, kuangen dan dupa. Sedangkan persiapan batin ialah ketenangan dan kesucian pikiran.
Langkah-langkah persiapan dan sarana-sarana sembahyang adalah sebagai berikut:
Yaitu mengusahakan kebersihan dan kesucian.
#Kebersihan berhubungan dengan kebersihan badan yang dapat diupayakan dengan mandi dan keramas.
#Kesucian berhubungan dengan nilai religius yang biasanya diupayakan dengan malukat dan lain-lain.
Pakaian waktu sembahyang agar
diupayakan pakaian yang bersih serta tidak mengganggu ketenangan pikiran. Pakaian yang ketat atau longgar, warna yang menjolok
hendaknya dihindari. Pakaian harus disesuaikan dengan drsta setempat
supaya tidak menarik perhatian orang.
Sikap duduk dapat dipilih sesuai dengan tempat dan keadaan serta tidak mengganggu ketenangan hati.
Sikap duduk yang baik untuk laki-laki adalah #Padmasana/#silasana yaitu sikap duduk bersila dengan badan tegak lurus. Bagi wanita sikap duduk yang baik disebut #Bajrasana yaitu sikap duduk besimpuh dengan dua tumit
kaki diduduki dan badan tegak lurus.
Sikap tangan yang baik waktu sembahyang adalah sikap #Anjali atau #Cakuping_Kara Kalih yaitu kedua telapak tangan dikatupkan diletakkan di depan ubun-ubun, dimana pada waktu sembahayang memakai bunga atau kuangen, dijepit pada ujung jari tengah.
#Sarana Sembahyang (bunga, kuangen,dupa)
Bunga dan Kuangen adalah lambang kesucian (Sekare pinaka katulusan pikayunan suci: dalam #lontar_Yadnya_Prakerti) serta simbul
#Sanghyang_Widhi dan manifstasi-Nya. Jika dalam persembahyangan tidak ada #Kuangen dapat diganti dengan bunga. Oleh karena itu
patut diupayakan bunga yang segar,
bersih dan harum. Dalam kitab#Agastya_Parwa disebutkan ada beberapa bunga yang tidak baik dipersembahkan atau dipakai sebagai sarana persembahyangan.
“Nihan ikang kembang tan yogya pujakena ring bhatara : kembang uleren, kembang ruru tan inuduh, kembang laywan, laywan ngaranya alewas mekar, kembang munggah ring sema, nahan ta lwir ning kembang tan yogya pujakena de nika sang satwika.”
Artinya :
Inilah bunga yang tidak patut dipersembahkan kepada Bhatara, bunga yang berulat, bunga yang gugur tanpa diguncang, bunga yang berisi semut, bunga yang layu yaitu bunga yang lewat masa mekarnya, bunga yang tumbuh di kuburan. Itulah jenis-jenis bunga yang tidak patut dipersembahkan oleh orang baik-baik.
#Apinya_dupa adalah simbul #Sanghyang_Agni, saksi dan pengantar sembah kita kepada Sanghyang Widhi. Setiap yadnya dan pemujaan tidak luput dari penggunaaan api.

Kamis, 11 Januari 2018

Sang Hyang Kurma Geni






The ring of fire
Sang Hyang Kurma Geni
**************************
Membaca buku karya Lawrence Blair dan Lorne Blair maka kita akan di ajak berpetualang ke lingkaran api sebagaimana Blair menyatakan cincin api (ring of fire). Cincin api yang di maksud Blair adalah gugusan gunung api/berapi yang ada di indonesia mengelilingi membentuk lingkaran api yang indah. Blair bertahun-tahun berpetualang dan menuliskan pengalamannya bertemu banyak suku, tradisi, budaya bahkan suku kanibalisme kala itu. Blair benar-benar dibuat kagum akan gugusan api yang mengitari Indonesia. Tetapi, Blair bersaudara juga menjadi sangat kahwatir jika gugusan gunung berapi akan murka dan membuat paradaban di Indonesia akan tenggelam.
Akhirnya, Blair berlabuh di Bali, yakni Ubud. Bertemu dengan I Gusti Nyoman Lempad almarhum. Blair sangat kagum akan pengetahuan kosmogoni sang maestro kala itu. Lempad pun berdiskusi panjang tentang sebuah lukisan Kurma Geni yang dililit dua naga. Sayang dalam catatanya Blair tidak menjelaskan diskusi mereka tentang lukisan itu. Tetapi, ada kemungkinan Lempad memberitahukan bahwa cincin api tersebut dalam kepercayaan Hindu di Bali digambarkan dengan citra magis seekor kura-kura dilit dua ekor naga. Mulut kura-kura menyemburkan api, dan naga membelitnya dengan erat.
Lingkaran api yang dimaksud Blair dalam kosmologi Hindu Bali digambarkan dalam citra mistik, yakni Sanghyang Kurma Geni dilit oleh dua naga, yakni Wasuki dan Anantaboga. Sedangkan sang Tatsaka berada di angkasa sebagai atmosfer yang melindungi bumi. Sisik naga adalah lempengan bumi yang membentang mengelilingi cekungan samudra fasifik. Ketika sang naga menggeliat, maka gempa akan terjadi pertanda "nampih sasih" atau masa transisi pergantian musim.
Sang Kurma Geni sebagai dasar bumi yang tiada lain adalah magma perut bumi. Api berkobar dimulutnya simbolisasi dari panasnya magma bumi yang terhubung dengan akar gunung berapi hingga kawah. Letusan gunung berapi diyakini muntahan dari mulut Sang Kurma Geni. Dalam kepercayaan orang Bali yang mendasarkan pada mitos, bahwa tatkala Sang Kurma Geni memuntahkan api dari mulutnya, maka dua naga inilah yang akan menyeimbangkan bumi agar tidak tenggelam, sehingga pulau Bali akan tetap mengapung meskipun letusan gunung berapi berpotensi tsunami. Kepercayaan orang Hindu Bali terhadap mitos ini sangatlah kuat sehingga betapapun Bali diguncang gempa dan letusan gunung pulau ini akan tetap mengapung sebagaiman dua sang naga mengikatnya dan Sang Kurma Geni menopangnya.
Tetapi, apapun demikianlah sebuah siklus yang harus terjadi sebagai sebuah resiko berada di dalam cincin api. Semoga Sanghyang Kurma Geni dan Sanghyang Naga Wasuki, Anantaboga berkenan memberikan karunia sehingga semua berada dalam siklus keseimbangan....

 I Ketut Sandika 


Urutan-urutan Panca Sembah


Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Pemangku/Pinandita atau Sulinggih adalah seperti berikut :
Mantramnya :
“Om ātma tattvātmā
suddha mām svāhā.”
Artinya :
Om Ātma, Ātmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba.
2. #Menyembah Sanghyang Widhi sebagai Sanghyang #Aditya, dengan sarana bunga.
Mantramnya :
“Om ādityasāparam
jyoti, rakta teja namo’stute, svetapańkaja mdhyastha, bhāskarāya namo’stute.”
Artinya :
Om sinar surya yang maha hebat,
Engkau bersinar merah, hormat
kepada-Mu, Engkau yang berada di tengah-tengah teratai putih, hormat pada-Mu pembuat sinar.
3. #Menyembah Sanghyang Widhi sebagai #Ista_Dewata pada hari dan tempat persembahyangan, sarana kwangen.
Mantramnya :
“Om nama deva
adhisthanāya,
Sarva vyāpi vai śivāya,
Padmasāna ekapratisthāya,
Ardhanareśvaryai namo’namah.”
Artinya :
Om kepada Dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada Siwa yang sesungguhnya berada dimana-mana,
kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tempat,
kepada Ardhanaresvari hamba menghormat.
Catatan :
Ista Dewata artinya dewata yang
diingini hadir-Nya pada waktu
pemuja memuja-Nya. #Ista_Dewata
adalah perwujudan Sanghyang Widhi dalam berbagai-bagai wujud-Nya. Seperti Brahma, Visnu, Isvara, Sarasvati, Gana dan sebagainya.
Karena itu mantramnya bermacam-macam sesuai dengan Ista Dewata yang dipuja pada hari dan tempat itu. Misalnya pada hari Saraswati yang dipuja adalah Dewi Saraswati
dengan Saraswati Stawa, pada hari lain dipuja Dewata yang lain dengan Stawa-Stawa yang lain juga.
Contoh : #Puja atau #stawa yang dapat
diucapkan pada waktu hari #Saraswati,
“Om Sarasvatinamastubhym,Varade kāma rupini, Siddhārambham karisyāmi, Siddhir bhavatu me sadā.”
Artinya :
Om Hyang Sarasvati dalam wujud-Mu sebagai penganugrah berkah, terwujud dalam bentuk yang sangat didambakan. Semogalah segala kegiatan yang hamba lalukan selalu sukses atas waranugraha-Mu.
“Om Brahma-putri mahā-devi, Brahmanyā Brahma-nandini, Sarasvati samjñayani,
Prayānāya Sarasvati.”
Artinya : Engkau adalah Sakti Deva
Brahma, ya Mahadewi, Engkau adalah pancaran kemuliaan Deva Brahma, Engkau adalah kumpulan segala kebijaksanaan, segala puja dan puji tertuju padaMu, ya Sarasvati.
Untuk pengastawa atau puja yang lain lihatlah buku “Doa sehari-hari menurut Hindu,” oleh Drs. I Gusti Made Ngurah, buku Tri Sandhya
Sembahyang dan Berdoa,” oleh Dr. Made Titib dan buku lain yang sejenis.
Pada saat persembahyangan umum seperti pada persembahyangan hari Purnama dan Tilem, Dewata yang dipuja adalah Sanghyang Siwa yang berada dimana-mana, atau juga di
tempat suci tertentu yang tidak diketahui Ista Dewata yang distanakan disana maka mantram
yang diucapkan adalah mantram nomor tiga tersebut.
4. #Menyembah Sanghyang Widhi
sebagai Pemberi Anugrah, sarana kuangen.
Mantramnya :
“Om anugraha manohara,
devadattānugrahaka,
arcanam sarvapūjanam,
namah sarvānugrahaka.
Deva devi mahāsiddhi,
yajñānga nirmalātmaka
laksmī siddhisca dīrghāyuh, nirvighna sukha vŗddhisca.”
Artinya : Om, Engkau yang menarik hati, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewa, pujaan semua pujaan, hormat kepada-Mu pemberi semua anugrah. Kemahasidian Dewa dan Dewi, berwujud yadnya, pribadi yang suci, kebahagiaan, kesempurnaan panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan.
5. #Sembah Puyung.
Mantramnya :
“Om, deva suksma
paramācintyāya nama svāhā.”
Artinya : Om, hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang naha gaib.