Kamis, 11 Januari 2018

Sang Hyang Kurma Geni






The ring of fire
Sang Hyang Kurma Geni
**************************
Membaca buku karya Lawrence Blair dan Lorne Blair maka kita akan di ajak berpetualang ke lingkaran api sebagaimana Blair menyatakan cincin api (ring of fire). Cincin api yang di maksud Blair adalah gugusan gunung api/berapi yang ada di indonesia mengelilingi membentuk lingkaran api yang indah. Blair bertahun-tahun berpetualang dan menuliskan pengalamannya bertemu banyak suku, tradisi, budaya bahkan suku kanibalisme kala itu. Blair benar-benar dibuat kagum akan gugusan api yang mengitari Indonesia. Tetapi, Blair bersaudara juga menjadi sangat kahwatir jika gugusan gunung berapi akan murka dan membuat paradaban di Indonesia akan tenggelam.
Akhirnya, Blair berlabuh di Bali, yakni Ubud. Bertemu dengan I Gusti Nyoman Lempad almarhum. Blair sangat kagum akan pengetahuan kosmogoni sang maestro kala itu. Lempad pun berdiskusi panjang tentang sebuah lukisan Kurma Geni yang dililit dua naga. Sayang dalam catatanya Blair tidak menjelaskan diskusi mereka tentang lukisan itu. Tetapi, ada kemungkinan Lempad memberitahukan bahwa cincin api tersebut dalam kepercayaan Hindu di Bali digambarkan dengan citra magis seekor kura-kura dilit dua ekor naga. Mulut kura-kura menyemburkan api, dan naga membelitnya dengan erat.
Lingkaran api yang dimaksud Blair dalam kosmologi Hindu Bali digambarkan dalam citra mistik, yakni Sanghyang Kurma Geni dilit oleh dua naga, yakni Wasuki dan Anantaboga. Sedangkan sang Tatsaka berada di angkasa sebagai atmosfer yang melindungi bumi. Sisik naga adalah lempengan bumi yang membentang mengelilingi cekungan samudra fasifik. Ketika sang naga menggeliat, maka gempa akan terjadi pertanda "nampih sasih" atau masa transisi pergantian musim.
Sang Kurma Geni sebagai dasar bumi yang tiada lain adalah magma perut bumi. Api berkobar dimulutnya simbolisasi dari panasnya magma bumi yang terhubung dengan akar gunung berapi hingga kawah. Letusan gunung berapi diyakini muntahan dari mulut Sang Kurma Geni. Dalam kepercayaan orang Bali yang mendasarkan pada mitos, bahwa tatkala Sang Kurma Geni memuntahkan api dari mulutnya, maka dua naga inilah yang akan menyeimbangkan bumi agar tidak tenggelam, sehingga pulau Bali akan tetap mengapung meskipun letusan gunung berapi berpotensi tsunami. Kepercayaan orang Hindu Bali terhadap mitos ini sangatlah kuat sehingga betapapun Bali diguncang gempa dan letusan gunung pulau ini akan tetap mengapung sebagaiman dua sang naga mengikatnya dan Sang Kurma Geni menopangnya.
Tetapi, apapun demikianlah sebuah siklus yang harus terjadi sebagai sebuah resiko berada di dalam cincin api. Semoga Sanghyang Kurma Geni dan Sanghyang Naga Wasuki, Anantaboga berkenan memberikan karunia sehingga semua berada dalam siklus keseimbangan....

 I Ketut Sandika 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar