Jumat, 18 Juli 2025

BENTUK DAN LETAK PULAU BALI MENURUT KAJIAN VASTU SASTRA MANDALA



Kemarin malam, saya coba-coba menganalisis letak dan bentuk Pulau Bali jika disandingkan dengan diagram Vastu Purusa Mandala. Dari hasil analisis itu, saya menemukan sisi positif dan negatif kehidupan di Pulau Bali.
Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa leluhur pada zaman dahulu telah memahami konsep Vastu Purusa. Mereka telah menanam banyak logam mulia, batu mulia dan kristal yang memiliki daya elementer kuat di beberapa pelosok Pulau Bali, terutama di tempat-tempat yang memiliki energi Vastu negatif. Teknik ini memang disarankan dalam kitab-kitab Vastu sehingga energi suatu tempat menjadi seimbang. Energi yang disebut ”the force” dalam Star Wars ini adalah gabungan energi dari lima elemen dasar, yakni angkasa, udara, api, air dan tanah. Keseimbangan kelima elemen ini akan membawa kesejahteraan dan kestabilan.
Saya tidak bermaksud untuk menuduh, tetapi dari hasil analisis ini tampaknya beberapa logam mulia penstabil energi Vastu telah dicabut di beberapa lokasi di Bali. Logam-logam, permata dan kristal penghasil daya tersebut telah hilang dan membuat ketimpangan energi di beberapa titik (yang saya tandai merah dalam peta).
ENERGI POSITIF
Pulau Bali menjadi makmur karena ada sumber air besar di sisi timur laut, yakni Danau Batur. Dari sekian banyak wilayah negara yang saya amati, negara-negara maju dengan perekonomian stabil dan kesejahteraan yang besar memiliki bagian timur laut yang landai dan berair.
1) Danau Batur ada di timur laut Bali memegang kunci kemakmuran pulau. Danau Batur adalah danau paling vital bagi kemakmuran pulau ini. Jika danau ini sampai diganggu, habislah Pulau Bali. Sumber energi Sri ada di sana. Tidak heran orang-orang di Danau Batur kuno memiliki kisah Dewi Danu yang adalah wujud lain Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran.
2) Daratan di bagian timur-timur laut meluas, memberikan kemashyuran. Daerah yang menjadi perluasan Bali di bagian timur-timur laut adalah Gunung Seraya, dengan puncaknya Lempuyang. Ekstensi daratan ke arah timur ini memberi energi positif bagi pulau. Jika bagian timur ini dipelihara dengan baik dan dijaga keindahannya (serta diberikan akses air yang melimpah), maka saya jamin Bali akan tambah makmur. Dengan adanya air yang mengalir di bagian timur ini, energi Sri di seluruh pulau akan bergerak dengan aktif.
3) Jika ibukota Bali dipindahkan ke utara, Bali akan menjadi lebih stabil dan energinya akan baik secara ekonomi dan politik. Energi dari bujur perbukitan Bali utara akan membuat energi ibukotanya sangat baik dan stabil.
4) Dataran rendah di Bali selatan baik secara ekonomi, tetapi rawan infiltrasi luar.
ENERGI NEGATIF
1) Bagian tenggara dan barat daya Pulau Bali terpotong oleh samudera. Daratan yang terpotong di bagan tenggara dan barat daya akan membuat pulau ini rentan terhadap gempa bumi dan serangan dari pihak-pihak asing. Syukurnya, di bagian tenggara ada daratan Nusa Penida yang memberikan keseimbangan. Jika tidak, Bali akan sangat rawan gempa dan menjadi target serangan luar. Jadi, Pulau Nusa Penida memegang andil besar terhadap kestabilan Bali berdasarkan kajian Vastu Purusa Mandala.
2) Bagian barat daya Bali yang terpotong membuatnya sangat rentan terhadap serangan dan pendudukan dari luar. Sejarah sudah membuktikan bahwa Bali memiliki catatan kelam tentang perang saudara, bahkan hingga kini. Jika Nusa Penida tidak ada untuk menyeimbangkan elemen di tenggara, maka Bali mungkin sudah diduduki berkali-kali oleh otoritas asing. Nusa Penida juga menjaga daratan utama dari gempa karena hilangnya/terpotongnya bagian tenggara pulau Bali oleh lautan.
3) Bali sangat rawan permasalahan politik dan keuangan karena bentang daratan di tenggara terpotong. Meskipun kelihatannya Bali sangat kaya dan makmur, posisi keuangan dan politik Bali sebenarnya sangat rawan. Mungkin ini tidak tampak dari luar, tetapi dari kajian Vastu Sastra, ini adalah yang terjadi sebenarnya.
4) Bagian barat laut Bali rawan terhadap konflik dan bencana alam yang terkait dengan angin. Apabila pemerintah ingin Bali menjadi stabil, bagian barat laut ini (Gerokgak ke barat) hendaknya diberdayakan dengan cara membangun pembangkit listrik tenaga angin, atau fasilitas lain yang terkait dengan elemen udara atau Bayu.
5) Bagian barat daya terpotong oleh lautan. Bagian ini akan membuat Bali sangat rentan pada serangan luar. Kita bisa melihat wilayah apa yang ada di bagian barat daya ini? Betul, Canggu dan sekitarnya. Apa yang terjadi di sana saat ini? Anda bisa jawab sendiri.
6) Bagian timur laut terpotong, tetapi diseimbangkan oleh perluasan di bagian timur dan utara. Ada lautan luas di sebelah timur laut sehingga energinya menjadi seimbang. Sebenarnya, bagian timur laut Bali ini bagus sekali energinya, tetapi bagian ini perlu ditata agar tidak terbengkalai (sekarang samasekali belum ditata dengan baik). Caranya, buatlah zona khusus di wilayah ini dengan mana Gunung Agung menjadi titik sudut barat daya. Zona ini harus difokuskan pada elemen air (pengolahan air laut menjadi air tawar, pengeboran sumur air untuk masyarakat) agar air di wilayah ini berlimpah. Dengan itu, Bali akan menjadi lebih stabil.
7) Daerah yang rawan bencana adalah di selatan, barat daya, tenggara Bali.
šŸ˜Ž Bagian barat daya (elemen Neriti) mengendalikan sirkulasi segala hal yang kotor. Saat ini Bali rentan terhadap hal yang kotor (sampah, banjir, dsb.). Dari pandangan Vastu Sastra, energi di bagian barat daya Bali melemah. Tampaknya ada sesuatu yang telah ”dicabut” di bagian barat daya sehingga energinya melemah. Saya yakin pada masa lalu di sana telah ditempatkan penetralisir Vastu dalam bentuk entah apa (mungkin ada di pura atau tempat-tempat keramat di sekitar sana). Sepertinya ”pemberat” di bagian barat daya ini telah dipindahkan atau dicabut.
9) Seharusnya tidak boleh ada pembangunan masif apa pun di bagian kotak biru. Di daerah sini seharusnya ada banyak tanah lapang, sawah dan ladang. Tidak boleh ada struktur industri atau gedung besar di sini.
JIKA IBUKOTA BALI PINDAH KE UTARA
Posisi ibukota Bali saat ini (Denpasar) diapit oleh dua lautan yakni Samudera Hindia (di barat daya dan selatan) dan Selat Badung (di timur). Ini menyebabkan Denpasar sangat rentan terhadap infiltrasi pihak luar dan serangan-serangan asing. Situasi politik juga tidak sepebuhnya stabil. Karena diapit dua lautan ini, ibukota Bali saat ini akan sangat sulit menangani hal-hal yang berhubungan dengan sistem pembuangan (kotoran, sampah, limbah) dan pengaruh pihak luar dalam perekonomian.
Apabila ibukota berpindah ke utara, titik yang paling tepat untuk ibukota adalah dari wilayah Lovina ke timur hingga Air Sanih, Kubutambahan. Dengan adanye gunung/bukit di selatan, pantai di utara dan arah timur yang landai, Bali akan menjadi stabil dan sejahtera.
Dalam analisis ini, saya tidak mendukung maupun menolak pemindahan ibukota Provinsi Bali. Saya hanya mengkajinya berdasarkan prinsip-prinsip elementer dalam Vastu Sastra Mandala.
Arya Lawa Manuaba

Hindu Sangat Fleksibel.



Memuja Dewa Brahma, benar
Memuja Dewa Wisnu, benar
Memuja Dewa Siwa, benar
Memuja Tri Murti, benar
Memuja Brahman, benar
Mengikuti adat Bali, benar
Mengikuti adat India, benar
Memuja dengan Tri Sandya, benar
Memuja dengan Bhajan/Kidung, benar
Memuja dengan membaca Weda, benar
Percaya Tuhan tidak memiliki wujud (Nirguna Brahman), benar
Percaya Tuhan punya wujud (Saguna Brahman), benar
Memuja dengan alat untuk memfokuskan pikiran (patung/lukisan), benar
Memuja tanpa alat memfokuskan, benar
Memuja dengan bersembahyang, benar
Memuja dengan mengabdi pada masyarakat, benar
Memuja dengan mempelajari Weda, benar
Memuja dengan melakukan tapa, benar
Tidak bisa menghafal mantra? Masih banyak cara lain, misalnya dengan bernyanyi lagu rohani.
Tidak bisa melantunkan kidung? Tenang, lakukanlah mengulang nama-nama Tuhan
Mengulang nama Tuhan masih tidak cocok? Lakukanlah Yoga
Tidak bisa melakukan Yoga? Bacalah kitab-kitab suci
Tidak bisa membaca kitab suci? Mengabdilah pada masyarakat

Tidak punya uang untuk membeli banten? Buatlah sederhana. Tuhan tak meminta persembahan yang mewah.
Tidak ada bunga, daun, air dan buah, apakah persembahan diterima? Yang utama adalah ketulusan.
Bukan kuantitas yang penting, tapi kualitas. Banten seharga 1 miliyar pun tak akan berarti apabila niatnya tak baik.
Agama ada tujuannya satu, mempermudah urusan manusia. Hindu sesungguhnya amat fleksibel, tapi ingatlah batasan mana yang boleh dan tidak boleh. Apa yang membuat Hindu terlihat ribet? Sifat manusia yang ingin merasa lebih daripada manusia lain. Semoga bermanfaat!

KONSULTASI ATAU PESAN BANTEN KEBUTUHAN UPAKARA WA: 08976687246 ATAU KLIK DISINI

Memedi




 Memedi adalah sebutan untuk mahkluk halus di pulau Bali berwujud wanita cantik dengan rambut berwarna merah atau pirang yang dikenal suka menyembunyikan anak kecil, Memedi termasuk kedalam bangsa Wong Samar, tetapi hampir semua Memedi suka bertindak negatif kepada manusia walau tak sampai mencelakai.

.
Tempat tinggal Memedi biasanya pada lahan kosong yang terdapat banyak pohon, di rumpun pohon bambu atau di pinggir sungai, sama halnya dengan Wong Samar, Memedi ada yang hidup menyendiri, dan juga ada hidup berkelompok, namun tak seperti Wong Samar umumnya, kehidupan Memedi lebih primitif. Umumnya Memedi keluar pada tengah hari tepat atau saat menjelang malam, mereka senang bermain dengan anak-anak kecil. Pada kebanyakan kasus menghilangnya anak kecil dan tidak pulang sampai larut malam, sering dipercaya disebabkan karena disembunyikan oleh Memedi. Selain itu mereka juga suka membuat orang tersesat.
.
Berbeda halnya dengan Wong Samar yang suka menculik manusia untuk diubah menjadi pengikutnya, Memedi menyembunyikan anak kecil hanya beberapa jam saja, kecuali ada manusia yang membuat perjanjian gaib kepadanya, seperti pesugihan maka orang tersebut akan tinggal di alam Si Memedi selama berbulan-bulan. Konon saat kembali orang itu mendapat kekayaan namun ia akan ketergantungan dengan si memedi.
.
Menurut penuturan orang-orang tua dahulu Memedi yang berumur muda biasanya berwujud seorang wanita cantik dengan rambut merah atau pirang lurus, dan tak punya cekungan dibawah hidungnya, serta tidak mengenakan busana. Sedangkan yang tua berwujud wanita dengan wajah hancur dengan rambut merah menyala awut-awutan tidak terurus dan sangat panjang hingga menutupi tubuhnya.
.
Namun ada juga yang beranggapan semua Memedi berwujud menyeramkan, mereka akan berubah menjadi wanita cantik untuk menipu manusia yang masuk ke wilayahnya. Dikutip dari Tabloid Bali Niskala bahwa suara memedi terdengar seperti gaung, dan beberapa penekun spiritual bisa berkomunikasi dengan mereka melalui ritual khusus.
.
Via @calonarangtaksu

Leak Gundul




 Sebut saja namanya Ketut A, sekarang berprofesi sebagai mangku di salah satu Pura di luar Bali. Saat masih muda Ketut A mempunyai sifat yang agak jahil, saat itu ia penasaran dengan dunia Leak, Ia pun meminta kepada Pamannya yang berkecimpung di dunia Leak untuk bisa melihat leak secara langsung.

.
Akhirnya Pamannya menyanggupi dengan syarat Ketut A mematuhi segala perintahnya. Suatu hari sebelum Kajeng Kliwon, pamannya mengajak Ketut A untuk pergi ke suatu Pura yang berada di puncak perbukitan. Pamannya mengajak Ketut A untuk bersembahyang untuk memohon keselamatan. Setelah sembahyang pamannya menyuruhnya untuk membaluri sekujur tubuhnya dengan kotoran sapi lalu naik ke atas plafon balai pertemuan di depan Pura dan bersembunyi disana hingga pagi.
.
Kira-kira pukul 11 malam, tiba-tiba terdengar suara langkah-langkah yang sangat berat, membuat bumi bagai bergetar. Muncullah Sesosok mahkluk berukuran raksasa berkepala gundul yang dikenal sebagai Leak Gundul, mahkluk itu menggeram dan duduk di dalam balai pertemuan. Ketut A terkejut, hingga tak bisa mengelurakan suara, saking takutnya. Kemudian disusul Leak lain, seperti leak monyet, leak babi, rangda, leak garuda, dan banyak lagi duduk melingkar di balai tersebut.
.
Ketut A pun sadar bahwa yang sedang terjadi disana adalah Paruman Leak. Sekian lama rapat berlangsung. Rupanya diantara para Leak ada yang mencium bau manusia, tapi Sang Leak Gundul segera berkata itu mungkin sapi, karena berbau kotoran sapi. Saat sedang seriusnya para Leak berdiskusi, Timbul niat iseng Ketut A, ia menjatuhkan talenan yang cukup besar yang ada disana. Bunyi talenan berdentum keras, hingga mengejutkan para Leak, mereka segera lari tunggang langgang, karena mengira penjaga gaib dari Ida Bathara di Pura itu murka.
.
Setelah situasi sepi, Ketut A segera turun lalu mengambil sebuah buku yang ditinggal para leak dan pulang sambil tertawa, Besoknya pamannya memaki-maki Ketut A. Rupanya sosok Leak Gundul kemarin adalah pamannya. Atas nasehat pamannya dia langsung merantau ke Jawa untuk menghindari balas dendam para leak yang ia kerjai.
.
Via @calonarangtaksu

LEGENDA DALANG PEREMPUAN ASAL SUKAWATI, GIANYAR



Ni Wayan Nodri, atau yang akrab disapa Men Badung, menjalani kesehariannya dengan berjualan sembako di Pasar Sukawati, Gianyar, Bali.
Kendati usianya sudah senja, perempuan 78 tahun itu tetap cekatan melayani pelanggan. Tak banyak yang tahu bahwa perempuan ini adalah legenda dalam dunia seni pertunjukan Bali.
Men Badung dikenal sebagai dalang luh atau dalang perempuan pertama di Bali. Perjalanannya memasuki dunia pedalangan dimulai setelah kehilangan suaminya, I Ketut Madra, pada 1979.
Suaminya, yang seorang guru sekaligus dalang, adalah tulang punggung keluarga.
"Saat kematian suami, saya tidak lama bersedih. Sudah langsung kepikiran anak. Memutar otak untuk cari biaya hidup. Saya putuskan jadi dalang," tuturnya saat ditemui detikBali di warung sembakonya, Jumat (8/3/2025).
Men Badung berasal dari keluarga seniman dalang. Selain terbiasa melihat suaminya berlatih mendalang, ia juga belajar dari adik laki-lakinya.
Dalam beberapa bulan, ia sudah bisa tampil di desanya. Kehadirannya sebagai dalang luh sempat mengejutkan masyarakat yang menganggap profesi ini identik dengan laki-laki.
Eksistensi dalang luh semakin diakui sejak festival dalang perempuan pertama di Bali pada 1980. Saat itu, nama Ni Wayan Nodri keluar sebagai juara pertama.
Men Badung terus mengembangkan kariernya dan tampil di Jerman serta Jepang pada 1985. Penampilannya di panggung internasional semakin menegaskan bahwa dalang perempuan dapat sejajar dengan dalang laki-laki.
Dalang perempuan juga menghadapi tantangan lebih besar. Selain minimnya undangan mendalang, faktor biologis seperti menstruasi menjadi kendala.
"Memainkan wayang itu sakral. Harus sembahyang dulu supaya Tuhan menyertai. Tidak boleh juga mendalang saat menstruasi. Kalau tiba-tiba datang bulan, undangan mendalang jadi batal," katanya.
Sumber : detik.com 

Bhuta Laweyan




Dalam kepercayaan masyarakat Bali, semua mahkluk halus berada dibawah kekuasaan Dewi Durga. Dalam beberapa kitab lontar di Bali disebutkan saat Dewi Durga murka beliau menciptakan berbagai macam mahkluk halus dari segala unsur di dunia. Salah satunya adalah Bhuta Laweyan, mahkluk halus dengan rupa yang sangat aneh.
.
Bhuta Laweyan adalah mahluk halus berwujud manusia tanpa kepala, namun memiliki wajah di bagian depan tubuhnya, ada juga yang menyebutkan kalau Lawean hanya berupa tubuh saja tidak memiliki kepala, tangan, serta kaki. Laweyan adalah mahkluk yang diciptakan oleh Dewi Durga dari mayat manusia yang kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya atau mayat yang hanya tinggal tubuhnya saja.
.
Konon bila ada mayat yang sudah sangat lama di kubur dan tidak kunjung di kremasi, maka Dewi Durga akan mengutus Laweyan, dan beberapa mahkluk halus lainnya seperti Jerangkong (tengkorak hidup), Kemangmang (iblis kepala), Bangke Maong (mayat busuk), dll, untuk mengunjungi keluarga si mayat melalui mimpi, mereka akan mengingatkan keluarga si mayat bahwa seperti merekalah kondisi si mayat saat ini, agar ia segera mendapat upacara kremasi yang layak.
.
Menurut penuturan orang yang pernah melihatnya, Laweyan sering muncul di jalanan sekitar kuburan, jika dilihat dari belakang Laweyan akan terlihat seperti manusia biasa yang seperti sedang berjalan menunduk, memiliki rambut panjang, bertelanjang dada dan hanya mengenakan kamben, namun ketika membalikan badan ia tidak memiliki kepala, dan wajahnya ada di dadanya, sedangkan rambut panjang tersebut tumbuh dari lehernya.
.
Sumber lain menyebutkan Laweyan sering muncul di areal rumah sakit di Bali, dimana ia hanya berwujud bongkahan tubuh tanpa kepala, lengan dan kaki, yang muncul secara tiba-tiba dan hilang seketika. Tetapi tidak sembarangan orang yang bisa melihatnya. Laweyan sangat jarang memperlihatkan wujudnya kepada manusia dengan sengaja, kecuali jika ada suatu kesalahan yang kita lakukan maka ia berhak mengganggu dengan menakut-nakuti, itu pun hanya untuk mengingatkan kesalahan kita.
Via @calonarangtaksu



KONSULTASI ATAU PESAN BANTEN KEBUTUHAN UPAKARA WA: 08976687246 ATAU KLIK DISINI

Leak Bojog




 Bojog atau monyet adalah perubahan pertama yang bisa dikuasai seorang penekun ilmu leak yang baru belajar, karena itu leak monyet adalah golongan leak terendah dari semua jenis tingkatan ilmu leak yang berwujud binatang.

.
Menurut beberapa sumber, Leak Bojog merupakan leak paling lemah dan tidak mampu menyakiti manusia, biasanya leak monyet ini menampakan diri hanya untuk menakut-nakuti orang saja, walau demikian, wujudnya cukup menyeramkan. Jika seseorang sudah menguasai ilmu leak tingkat pertama, maka ia akan bisa berubah wujud menjadi seekor monyet berbulu hitam legam, yang tingginya seukuran orang dewasa atau tiga kalinya, dengan ekor sangat panjang yang tak bisa digerakkan, dan wajahnya masih menyerupai orang yang berubah menjadi leak ini, namun ditutupi bulu.
.
Leak jenis ini sering menampakan diri di perempatan jalan yang minim pencahayaan, tegalan dekat kuburan atau di depan rumah si pelaku sendiri, menurut penuturan orang yang pernah melihatnya, leak monyet suka nongkrong diatas pohon besar seperti kepuh, pule atau beringin, sambil menatap bulan.
.
Konon, leak monyet beraksi dengan berdiam diri diatas pohon, jika ada orang yang lewat, ia melihat sesuatu seperti tali menghalangi jalan, yang tak lain adalah ekor si leak yang menjulur dari pohon hingga ke tanah, lalu si leak akan melemparinya dengan batu kerikil berkali-kali, saat orang itu melihat keatas, si leak monyet akan tersenyum lebar sambil menjulurkan lidahnya yang panjang, sehingga orang yang melihatnya akan lari tunggang langgang.
.
Leak Monyet tak selalu leak tingkat rendah karena ada dua jenis leak ini, yaitu yang berbulu hitam dan berbulu putih, leak monyet hitam ilmunya masih rendah, jadi sangat mudah ditakuti yaitu dengan menggertaknya dengan sapu lidi atau menarik ekornya yang panjang, karena kelemahan si leak monyet ada pada ekornya. maka ia akan menghilang.
.
Sedangkan leak monyet putih adalah perubahan dari orang yang sudah berilmu sangat tinggi, ada yang mengatakan leak monyet putih tingginya setara dengan rumah, jadi jangan macam-macam bila bertemu leak monyet putih.
-
-
Via: @calonarangtaksu