Jumat, 22 Juni 2018

Percakapan saMskrtam


Dagang Banten Bali




CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI



महोदय (mahodaya = tuan) krpaya...tlng Ida Sira Mpu Dharma Sogata di daftarkan pada shibiram pelatihan gurunya. uang pendaftaran dibayar nanti tgl 21 Juni. Evam eva idaaniim aham Nabire Nagare asmi.
danyavaadah




Aaam cintamaastu mahodaya, aham likhitavaan bhavatah naamam, aagacchatu eva 



अस्त अहं मेलनम् करोमि॥   दन्यवाद:॥


Samskrtapathitum bahu samyak balacaritaah santi.
Mari berlatih membaca melalui cerita anak-anak ini.


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

dāḍimam
karkaṭī
panasaḥ
kharjūram
jambūphalam
nārikelam
bilvam
līcikā


Pomegranate
Cucumber
Jack fruit
Dates
Black berry
Coconut
Vilva fruit
Lichi

 Delima
Timun
Jek buah
Tanggal
Berry Hitam
Kelapa
Vilva buah
Lychee





 Namo namaskara.danyavadah.konfirmasinya
 Astu Mahodaya


  jayatu nusantara jayatu sansekerta vande maataram

  Dirghaa vacana asti mahodaya


  Aham api daftar karomi


  Formulir kutaha aham prapayami?



soma vaasare dhananjayah ICCR kaaryaalayam nesyati maataa


Jayatu Samskrtam. Subham bhavantu

saya ikut, karangasem 4 orang udah daftar. jayatu samskrtam jayatu sanaatanadharmah


- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI


 Tatha astu. Krpaya pathata samskrtam, vadata samskrtam...



  bahu samyak asti




 Anna-dānam mahādānam
Vidyā-dānam tatah param
------------------------------------------
Pemberian berupa makanan merupakan pemberian yang amat Mulia, namun pemberian berupa Pengetahuan jauh lebih mulia


 Bahu uttamam mahodaya.



Tanggal 22 April diperingati sebagai hari Bumi di seluruh Dunia. Kebudayaan Sanskerta sudah sejak ribuan tahun lalu menghormati ibu Bumi. Berikut ini adalah mantra untuk Ibu Bumi.
samudravasane devi
parvatasthana mandale
vishnupatni namastubhym
padasparsam kshamasva me

Artinya sungguh indah.
" Saya menghormati Devi yang berpakaian samudra
Yang dadanya dihiasi gunung-gunung
Yang adalah istri Vishnu,
Maafkan saya telah menginjakmu"
Sloka ini disarankan dilantunkan saat bangun tidur, dengan tangan menyentuh lantai, lalu perlahan bangun dan satu kaki diturunkan.
Ibu Bumi adalah yang memberi kita makan.
Setiap hari adalah hari Bumi.
Bhumimatuh dinasya subhasayam.


 Bahu uttama-slokah esah asti maatah, esah slokah pratidinam pratah utthaaya vaktavyah





CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI






 Subhshitam samyak asti. (Kata-kata bijak ini bagus). Mari kita simak sambil belajar Bahasa Sanskerta
gṛhe gṛhe na rājānaḥ kastūrī na mṛge mṛge |
padye padye na kāvyatvaṁ dehe dehe na daivatam ||
Di rumah-rumah (grhe grhe), tidak selalu ada raja, rusa-rusa (mrge mrege) tidak selalu mengeluarkan wewangian Kasturi.
Bait bait (padye padye) tidak selalu merupakan puisi (kavyatvam), orang-orang (dehe dehe) tidak selalu mencerminkan dewata (daivatam).
svagṛhe pūjyate mūrkhaḥ svagrāme pūjyate dhanī |
svadeśe pūjyate rājā vidvān sarvatra pūjyate ||
Seorang bodoh(murkhah) dihormati (pujyate) di rumahnya sendiri (svagrhe), seorang kaya (dhani) dihormati di desanya sendiri (svagrame)
Seorang raja dihormati di negerinya sendiri (svadese) tapi seorang berpengetahuan (vidvan) dihormati di semua tempat (sarvatra).
Seorang raja dihormati di negerinya sendiri (svadese) tapi seorangberpengetahuan (vidvan) dihormati di semua tempat (sarvatra).
Belajar Sanskerta tidak hanya belajar bahasa. Kita belajar nilai-nilai kehidupan.



Dviipaantara dalam bahasa Sanskerta berarti diantara kepulauan yang artinya sama dengan Nusantara.


Caritam Samyak Asti. Ida panditaha caritam uktavan.
Cerita yang bagus disampaikan oleh Ida Pandita pada kursus Bahasa Sanskerta.
Video by कु. सो. सुमेशः


Hyah sayamkale samskrtam saptahikamelanam Penestanan grame Ubud upamandale asit. Jayatu samskrtam


 Mounadinasya hardaah subha kamnaha.
api Saraswatiyai Namaha.
Sarvebhyaha Shanti bhavantu


  Namaskaarah Navashakhavarshasya api Sarasvatidinasya hardaah shubhakaamanah


 Dhanyavadah. Subham sukham shaanti ca purnam bhavantu


 Namaskarah danyavadah purvantu sarve mama suprabhatam...

  जयतु सम्स्क्र्तम् जयतु द्विपन्तर सुभरत्रिः मित्रनि सन्ति

  नमस्करः सुकदनि महोदयः कथं अस्ति



- JUAL ES KRIM / ES PUTER PERNIKAHAN KLIK DISINI

Selasa, 15 Mei 2018

Penelitian tentang Sajen / Sesajen


Dagang Banten Bali


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Penelitian tentang Sajen / Sesajen
Yuji Uehara (peneliti Jepang) menyatakan bahwa Budaya Sajen ternyata bagian dari upaya manusia untuk membentuk Energi Positif pada Alam dan Manusia. Ditemukan bahwa pada Budaya Sajen, dimana didalamnya terdapat Bunga2 an, Buah2an, Wewangian (Kemenyan), dll, ternyata menghasilkan reaksi Kimia (NANO) yg mempengaruhi alam sekitarnya. Ditemukan dalam setiap 1 Nano mampu merubah kwalitas energi seluas 15 m persegi menjadi energi positif. Dalam satu sajen saja, contoh Bunga, ada ber trilyun2 Nano. Bayangkan berapa meter persegi kwalitas energi positif yg didapat dalam setiap kali Upacara Sajen. Masyarakat Indonesia saat ini sudah banyak yg meninggalkan kebiasaan Sajen tersebut. Hanya masyarakat Bali yg masih rutin dan teratur melaksanakan Upacara Sajen. Begitu yang dikatakan Yuji Uehara pada suatu wawancara di Discovery Channel. Dikutip dari Discovery Channel
tentu bantennya segar n fress
banten sederhana berkualitas



Rabu, 11 April 2018

Dewa Wiwaha







Dagang Banten Bali





Dewa Wiwaha yang di ambil dari Dharma Sastra. Kami mempunayi klan atau siroh dengan posisi Anak-Agung dan Cokorda Kasta, mereka merestua dan justru mendorong cara kesetaraan yang demikian. Hal ini terjadi karena semoton-semoton kami tidak hanya berhendi di tataran upacara. Mereka telah menerapkan Darsana dan malahan juga menggabungkan apara widya dan para widya. 
Semeton Di India tempat Ibu Agama Hindu Eksis kasta tak mampu di kembalikkan menjadi warna sebagaman Itihasa dan Purana menghendaki. Ada cara lain yang dimabil oleh tokoh-tokoh pembaharu yang disebut "ekomoni Para Rsi" 

      Di Bali, titik awal kasta ini adalah Ida Maha Wakya Sri Narendara Nirarta, yang dikenal Pedanda Sakti Bau Rawuh, beliaulah cikal bakal "pengkastaan" ini, tetapi Lembaga peduli Semeton Hindu, beranikah mengungkan topeng beliau yang dianggap moksa di Pura Hulu watu? Ujilah sejarah, temukan apa yang disembunyikan oleh sejarah itu, agar kita tidak terjebak dengan ilstilah-istilah anyud, nyerod, pencabt cacakan dan tak biloh di dampingai dalan Srada Wiwaha. 
Jika ini kita ulik kita tertinggal disisi kemajuan ilmu da teknologi yang sudah mengambil alih peran agama sangat banyak. Dengan itu kita bisa fokus ke ranah Dharsana-pemahaman esesnsi hidup dan mati seoarang Hindu. Saya sendiri punya pendapat bahwa, pembangkangan dan sikap revolusioner Klan "Pande" atau pandya dengan menolak peran Brahmana dan Kepenadaan adalah kemajuan yang luas biasa, nah beranikan Lembaga ini mengambil jalan yang sama dengan Para Pande itu?

Selasa, 10 April 2018

Tata Cara Melaksanakan Puja Tri Sandhyā.





Sebagaimana telah diuraikan bahwa Tri Sandyā baru dikenal setelah tahun 1950-an, dan setelah buku #Upadesa diterbitkan Mantram Puja Tri Sandhyā semakin populer sebagai salah satu cara sembahyang terutama dikalangan kaum terpelajar. Buku-buku tentang Puja Tri Sandhyā dan buku-buku tentang pedoman sembahyang semakin banyak diterbitkan.
I Gusti ketut Kaler menulis buku,”Tuntunan Muspa,” Buku-buku pelajaran di sekolah hampir semuanya memuat pelajaran Tri Sandhyā dan sembahyang. Dalam perjalan waktu antara buku yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan kecil tentang teks, terjemahan dari mantra-mantra Tri Sandhyā itu. Maka oleh beberapa pemerhati teks Hindu, teks Puja Tri Sandhyā ditinjau ulang dengan mengadakan telaahan dan perbandingan dengan kitab Veda #Sanggraha yang diterbitkan oleh PDHB tahun 1963, #Stuti dan #Stava oleh C.Hoykaas, #Narayana_Upanisad, dengan tujuan untuk mengamati bahasa dan aturan tata bahasa Sansekerta dari teks Puja Tri Sandhyā itu.
Teks Puja Tri Sandhyā kemudian direkonstruksi. Selanjutnya rekonstruksi tersebut dibahas dan dapat diterima serta ditetapkan dalam Paruman Sulinggih PHDI Bali tahun 1989.
Hasil paruman tersebut kemudian dijadikan sebagai salah satu materi Mahasabha ke VI PHDI Pusat di Jakarta tahun 1991 yang kemudian menjadi keputusan Mahasabha.
Tata cara melaksanakan Puja Tri Sandhyā Menurut, “Keputusan Mahasabha keVI tahun 1991.”
Asana berasal dari urat kata ,”as,” artinya duduk atau sikap. Jadi asana artinya sikap yaitu sikap sembahyang yang meliputi sikap tangan dan sikap badan. Ketika melaksanakan Puja Tri Sandhyā sikap tangan adalah, Karana (musti artinya ibu jari) yaitu sikap dengan mempertemukan ibu jari tangan kanan dan tangan kiri dengan posisi tangan kanan berada dalam kenggaman tangan kiri. Selanjutnya Puja Tri Sandhyā dapat dilakukan dengan sikap berdiri (Padāsana) atau dengan duduk (Padmāsana bagi laki-laki dan Bajrāsana bagi perempuan), sesuai tempat dan situasi yang tersedia.
Prānāyāma artinya mengatur jalannya nafas. (Prāna artinya tenaga hidup/nafas, ayāma artinya pengendalian/pengaturan).
Gunanya untuk menenangkan pikiran dan mendiamkan badan untuk mengikuti jalannya pikiran. Bila pikiran dan badan sudah tenang barulah mulai sembahyang. Prānāyāma dilakukan dengan cara : #Menarik nafas dengan ucapan mantram dalam hati, “Om Ang namah.”
#Menahan nafas dengan ucapan mantram dalam hati, “Om Ung namah.” #Mengeluarkan nafas dengan ucapan mantram dalam hati, Om Mang namah.”
Yaitu pembersihan dan penyucian badan melalui tangan dengan lafalan mantram :
Penyucian tangan kanan, matramnya, “Om suddha mām svāhā.” (Om bersihkanlah hamba)
Penyucian tangan kiri,
mantramnya, “Om ati suddha mām svāhā.” ( Om lebih bersihlah hamba).


Senin, 09 April 2018

Mantram Puja Tri Sandhyā



1.Om bhūr bhuvah svah
tat savitur varenyam
bhargo devasya dhīmahi dhiyo yo nah pracodayāt
2. Om nārāyana evedam sarvam
yad bhūtam yac ca bhavyam niskalańko nirañjano nirvikalpo nirākhyātah śuddho deva eko nārāyano na dvitiyo asti kaścit
3. Om tvam śivah tvam mahādevah īśvarah parameśvarah
brahmā vişņuśca rudraśca puruşah parikīrtitah
4. Om pāpo ham papakarmāham
pāpātmā pāpasambhavah
trāhi mām puņdarīkākşa
sabāhyābhyantarah śucih
5. Om kşamasva mām mahādeva sarvaprāņi hitańkara mām moca sarva pāpebhyah
pālayasva sadā siva
6. Om kşāntavyah kāyiko doşah kşāntavyo vāciko mama kşāntavyo mānaso doşah tat pramādāt kşamasva mām
Om śāntih śāntih śāntih Om
Artinya :
1. Om adalah bhur bhuwah swah
kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan Sanghyang Widhi. Semoga Ia berikan semangat pikiran kita
2. Om Narayana adalah semua ini, apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kekotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa Narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua
3. Om Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu, Rudra dan Purusa
4. Om hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Sanghyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba
5. Om ampunilah hamba Sanghyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua makhluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah oh Sanghyang Widhi
6. Om ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa perkataan hamba ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba
dari segala kelalaian Om, damai damai damai, Om

Sabtu, 07 April 2018

Tri Antah karana adalah tiga alat batin manusia




Tri Antah karana adalah tiga alat batin manusia yang menentukan watak dan pikiran manusia yang dalam ikkasukma, bhuana alit disebutkan terdiri dari :
- Budhi, fungsinya untuk menentukan keputusan.
- Manas,fungsinya untuk berpikir.
- Ahamkara, fungsinya untuk merasakan dan bertindak.
Pikiran inilah yang disebutkan menggerakan Dasa Indriya yang selanjutnya sebagaimana dijelaskan stiti dharma online dalam manusia, salah satu unsur Tri Antah Karana yakni Ahamkara, mendapat sinyal dari Panca Buddhindriya (lima syaraf penangkap) yang ada di sthula sarira.
Ahamkara meneruskan sinyal yang ditangkap oleh Panca Buddhindriya kepada unsur kedua dari Tri Antah Karana, yaitu: Manas yang berfungsi mempertimbangkan serta menyampaikan beberapa alternatif keputusan kepada unsur Tri Antah Karana yang ketiga yakni Buddhi.




#bali #baliindonesia #taksu #taksubali #taksu_bali #upakara #bantenbali #canangsari #hindu #hindubali #pura #tradisibali #infobali #infodenpasar