Rabu, 07 Januari 2026

BAGAIMANAKAH AKIBATNYA JIKA KITA LUPA AKAN KAWITAN?

 



Kawitan berasal dari bahasa sansekerta yaitu Wit yang artinya asal mula. Asal mula manusia adalah Tuhan, maka sesungguhnya setiap orang punya kawitan. Jadi Kawitan adalah pengingat asal atau ada pula yang mendefinisikan kawitan merupakan leluhur yang pertama kali datang di Bali atau lahir di Bali. Pemujaan Kawitan didasari oleh Atma Tattwa dan Purnabhawa. Bahwa roh leluhur akan menjelma kembali menjadi manusia, bisa jadi anak-cucu kita, dalam kaitan ini pemujaan Kawitan adalah bagian dari Bhakti Marga, mewujudkan kasih sayang kepada leluhur dan keturunan kita. Pemujaan Kawitan juga dapat didasari oleh Moksa, karena dalam upaya mensucikan roh leluhur, salah satu caranya dengan menyembah roh leluhur, mendoakan tercapainya Amoring Acintya. Pernahkan semeton sering merasa tidak tenang, tentram atau sakit-sakitan. Itu bisa jadi kemungkinan karena melupakan kawitan/leluhur. Tidak berarti leluhur menyakiti/membuat tidak merasa nyaman, akan tetapi agar kita tidak melupakan para leluhur dan selalu berbhakti kepada leluhur. Karena itu merupakan salah satu penerapan dari pelaksaan Panca Srada. Mungkin ada semeton yang masih dalam Pencarian Keyakinan Diri atau Pencarian Apakah Kawitannya, hendaknya sering-seringlah sembahyang dan Meditasi. Memohon petunjuk kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan keteguhan hati yang kuat serta kesabaran. Niscaya akan diberikan jalan yang benar menuju ke Kawitan.

Sumber : kb.alitmd.com

#bali #baliindonesia #taksu #taksubali #taksu_bali #upakara #bantenbali #canangsari #hindu #hindubali #pura #tradisibali #infobali #infodenpasar

apakah benar warung plat M ini mematikan warung nak Bali




Denpasar - Akhir -akhir ini Bali mendapatkan fenomena baru di dunia per warungan, dalam rentang 2 tahun terakhir ini kita dipertunjukkan dengan menjamurnya warung Plat. M disekitar kita yang bisa buka 24jam.

Lantas anomali ini berdampak langsung kepada penggiat usaha warung di bali? Mari kita dengarkan cerita salah satu Dadong sebut saja namanya dadong Z, dadong ini dulunya memiliki warung yang lumayan lengkap dan laris di desanya, namun semenjak kehadiran warung-warung kekinian dan minimarket yang menjamur membuat warung dadong z harus gulung tikar lebih awal karena tidak bisa melawan kuatnya perkembangan.
Telisik-telisik ternyata didepan warung dadong z telah ada warung plat M, nah dari sinilah persaingan terjadi, dadong yg dulu biasanya memiliki lahan sendirian sekarang harus berbagi lahan dg orang lain, dadong yg dulunya bisa berjualan sesuka hati dan ikuti mood hati sekarang harus merubah cara pelayanan, sontak harus seperti itu, karena warung Plat M selain harganya kompetitif pelayanan mereka juga sangat ramah.
Warung nak bali yg kadang di Cap warung judes, lais bedik nyebeng dll sangat bertolak belakang dg pelayanan warung Plat M.
Hal inilah yg membuat warung Plat M menjamur hingga saat ini, coba kalau ada bangunan isi tulisan dikontrakkan, dapat dipastikan itu akan jadi buruan untuk dijadikan warung Plat M.
Pertanyaan sekarang apakah warung Plat M ini kena pajak selayaknya Indomaret atau Alfamart?
Trus apakah buka 24 jam itu diijinkan sesuai aturan pemerintah di Bali?
Dan apakah benar warung plat M ini mematikan warung nak Bali ?
Atau malah nak Bali tidak Siap dengan Perubahan yang ada?
dan kenapa nak Bali tidak ikut buka 24 jam?
jika mereka bisa kenapa nak Bali tidak bisa?
Mari renungkan Bersama

#bali #baliindonesia #taksu #taksubali #taksu_bali #upakara #bantenbali #canangsari #hindu #hindubali #pura #tradisibali #infobali #infodenpasar