Percaya atau tidak, kisah tentang dunia niskala masih lekat dalam kehidupan masyarakat Bali. Salah satunya adalah Batu Lesung di aliran Sungai Ayung, tepatnya di Banjar Karangdalem I, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung. Hingga kini, batu ini diyakini memiliki keunikan dan khasiat penyembuhan, dan tetap dijaga penuh hormat oleh warga sekitar.
Seorang pedagang yang biasa melayani wisatawan arung jeram di kawasan tersebut menuturkan, Batu Lesung dipercaya keramat. Konon, di cerukan batu itu terkadang muncul bunga tunjung (teratai). Namun, tidak semua orang bisa melihatnya.
“Katanya hanya orang tertentu yang bisa melihat. Orang yang punya kemampuan batin,” ungkapnya.
Pemilik lahan, Wayan Nantiyasa, menjelaskan bahwa sekilas batu itu tampak biasa. Namun keistimewaannya terletak pada cerukan di bagian atas yang selalu berisi air, meski berada di tepi sungai. Air inilah yang dipercaya warga memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.
“Dari dulu orang kampung berobat ke sini. Ada yang sakit kulit, sakit karena bebai (guna-guna), bahkan yang sulit punya keturunan,” jelas Nantiyasa. Ia juga mengenang pamannya yang dulu dikenal sebagai balian dan kerap mengajak orang berobat di tempat tersebut.
Menariknya, cerukan batu itu meski tampak kecil, dipercaya mampu menampung hingga enam orang sekaligus untuk berendam. Saat berendam, orang yang datang diminta memusatkan pikiran dan memohon kesembuhan dengan tulus.
Cerita lain yang tak kalah unik, menurut penuturan orang tua dulu, cerukan Batu Lesung konon memancarkan cahaya di malam hari, sinarnya disebut-sebut menembus ke angkasa. Karena itu, warga menjaga sikap dan tutur kata di sekitar lokasi, tak berani bertindak sembarangan.
Di sekitar Batu Lesung, Nantiyasa juga menemukan sejumlah batu unik berbentuk lingga, yoni, dan lainnya. Batu-batu itu kini disimpan di sebuah gedong khusus di rumahnya, yang juga ia gunakan untuk sembahyang. Bahkan, pernah ada orang datang jauh-jauh hanya untuk mengembalikan batu soca dan manik, karena merasa benda tersebut “tidak cocok” jika dibawa pulang.
Kisah Batu Lesung bukan semata soal percaya atau tidak percaya, melainkan cerminan kearifan lokal Bali yang menghormati alam, sejarah, dan warisan leluhur. Di tengah modernitas, tempat ini tetap menjadi pengingat bahwa Bali menyimpan banyak cerita sunyi yang hidup dalam keyakinan masyarakatnya.
#bali #baliindonesia #taksu #taksubali #taksu_bali #upakara #bantenbali #canangsari #hindu #hindubali #pura #tradisibali #infobali #infodenpasar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar