๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ค๐ฒ๐๐ญ ๐๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐๐ง๐ ๐๐ข๐ฐ๐ - Juara 1 parade ogoh-ogoh kabupaten Badung yang di ambil dari cerita rakyat Raja Godogan yang menginspirasi Kungkang Siwa mengisahkan tentang kelahiran raja katak (godogan) yang memiliki kelebihan dan bisa berbicara seperti manusia. Ia juga dikisahkan mencintai seorang putri raja.
Dikisahkan, Pan Bekung dan Men Bekung sedang menggarap ladang. Suatu ketika Men Bekung merasa haus dan meminta suaminya mencarikan kelapa muda. Karena Pan Bekung malas memanjat, ia memutuskan mengambil air dari sebuah telaga.Usut punya usut, air di dalam telaga tersebut telah dianugerahi Dewa Siwa. Namun, sebelum diambil Pan Bekung untuk diberikan ke istrinya yang haus, air di dalam telaga itu telah diminum lebih dulu oleh seekor katak.
“Pan Bekung memberi air itu ke Men Bekung yang akhirnya membuat Men Bekung hamil. Pan Bekung dan Men Bekung ini adalah simbol pasutri yang tidak mau memiliki keturunan,” ujar Yan Gadink.
Akhirnya, lahirlah seekor katak yang memiliki kelebihan dan mampu berbicara seperti manusia. Lambat laun, Godogan tumbuh dewasa dan mencintai seorang putri raja yang cantik jelita. Karena ketulusan cinta keduanya, Godongan berubah menjadi pangeran rupawan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar