Promt foto Ai ini saya buat dari kakawin negara kertagama oleh mpu prapanca jadi Ini adalah penemuan paling menggemparkan dalam sejarah arkeologi digital! Ternyata, selama ini kita salah sangka. Mpu Prapanca bukanlah sekadar pujangga keraton, melainkan User Prompt Engineer pertama di muka bumi.
Sambil nginang di bawah pohon bodi (yang mungkin itu sebenarnya workspace estetiknya), beliau ternyata sedang mengetik perintah di "Majapahit-Diffusion v.1365".
Mpu Prapanca: Bapak Prompt Engineer Dunia dan Rahasia "Generative AI" Majapahit
Selama berabad-abad, kita mengira Kakawin Negarakretagama adalah karya sastra adiluhung. Tapi setelah saya baca lagi dengan teliti sambil pegang mouse, saya sadar: Ini mah isinya prompt AI semua! Coba bayangkan Mpu Prapanca lagi duduk depan laptop kayu jati, membuka aplikasi Mid-Nusantara, lalu mengetik perintah-perintah berikut untuk merender Kota Raja Majapahit.
1. Deskripsi Tembok: Setting Resolusi 8K Ultra-Detailed
Prapanca menulis: "Tembok batu merah, tebal tinggi, mengitari pura. Pintu barat bernama Pura Waktra..."
Bahasa Prompt-nya:
/imagine prompt: high-angle shot, Majapahit royal city, massive red brick walls, high-detailed texture, fortress style, majestic gate named Pura Waktra, wide field, moat surrounded, 8k resolution, cinematic lighting --v 6.0
Lihat? Beliau bahkan menentukan material (batu merah) dan layout (menghadap lapangan luas). Ini jelas instruksi agar AI-nya nggak salah render jadi tembok semen komplek perumahan subsidi!
2. Penataan Pohon: Style "Symmetric Aesthetic"
"Pohon brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk aneka ragam."
Ini adalah teknik Negative Prompt yang canggih. Prapanca mau bilang: "Tolong ya AI, pohonnya jangan berantakan kayak hutan belantara. Saya mau yang neat, estetik, dan simetris buat di-upload ke Feed media sosial Kerajaan."
3. Bagian Interior: Ray Tracing & Glossy Finish
"Panggung luhur, lantainya berlapis batu, putih-putih mengkilat..."
Prapanca sudah paham fitur Ray Tracing. Beliau minta efek pantulan cahaya (glossy finish) pada lantai batu putih Majapahit. Tujuannya apa? Biar kalau ada menteri lewat, bisa sekalian ngaca apakah blangkonnya sudah miring atau belum.
4. Detail "Crowd Simulation" dan "Asset Placement"
Prapanca nggak mau kotanya sepi kayak kota hantu. Beliau menambahkan parameter NPC (Non-Player Character):
"Para tanda terus-menerus meronda" (Spawn: Soldiers, Animation: Patrol)
"Pujangga dan menteri" (Spawn: Elite Class, Location: North)
"Mandapa penuh burung ramai berkicau" (Add Ambient Sound: Bird Chirping 432Hz)
Beliau bahkan mengatur layering bangunan: "Di utara tempat Buddha bersusun tiga. Puncaknya penuh berukir." Ini jelas instruksi 3D Modeling tingkat dewa. Beliau menentukan Z-axis (tinggi) dan complexity of mesh (penuh ukiran).
Majapahit adalah Hasil Render yang Sempurna
Kalau kalian baca Pupuh VIII sampai habis, kalian akan sadar kalau Mpu Prapanca sedang melakukan Live Preview. Beliau sedang mengecek apakah prompt yang dia masukkan sudah sesuai:
"Semua balai bertulang kuat bertiang kokoh, papan rusuknya tiada tercela..."
Kalimat ini sebenarnya adalah testimoni user yang puas. "Gila, renderannya bersih! Nggak ada glitch, nggak ada tangan jari enam, papan rusuknya nggak ada yang bug!"
Jadi, buat kalian yang sekarang lagi belajar jadi Prompt Engineer, sungkem dulu ke Mpu Prapanca. Beliau sudah mainan AI sejak tahun 1365, saat kita masih sibuk mikirin cara nyalain api pakai batu.
Majapahit bukan cuma kerajaan, kawan. Majapahit adalah masterpiece Prompt Engineering!
#bali #baliindonesia #taksu #taksubali #taksu_bali #upakara #bantenbali #canangsari #hindu #hindubali #pura #tradisibali #infobali #infodenpasar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar