Candi Borobudur ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur Jenderal Inggris saat itu, yang mendapat laporan tentang keberadaan bangunan kuno yang terkubur di wilayah Kedu, dekat Magelang.
Raffles mendengar kabar tentang struktur batu besar yang terkubur dan menyerupai bukit saat sedang melakukan inspeksi di Semarang. Kemudian Raffles menugaskan insinyur Belanda, H.C. Cornelius, untuk menyelidiki laporan tersebut.
Setelah Cornelius, Residen Kedu, Hartman, melanjutkan pembersihan dan penelitian pada tahun 1835. Ia menemukan arca Buddha dan benda-benda lainnya.
Pada tahun 1849, Wilsen mendokumentasikan bangunan dan relief candi, sementara pada tahun 1873, Van Kinsbergen membuat foto-foto candi.
Pada tahun 1885, J.W. Ijzerman membuka bagian dasar candi dan menemukan relief Karmawibhangga.
Dengan demikian, penemuan Borobudur melibatkan berbagai pihak dan proses yang bertahap, dimulai dari laporan awal hingga pembersihan dan penelitian mendalam, hingga akhirnya candi ini dapat didokumentasikan dan dipublikasikan secara luas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar