Anantaboga artinya sumber makanan tanpa akhir yang secara fisik dapat diartikan sebagai tanah yang mengandung zat hara sumber makanan bagi tumbuhan. Anantaboga juga digambarkan sebagai penguasa Sapta Pattala yang dapat menghidupkan orang mati dengan Tirta Amerta. Ia di gambarkan berwarna merah. Dalam mitologi Sunda air mata Anantaboga menjadi Dewi Sri atau Dewi Padi.
Wasuki atau Basuki terkenal dalam kisah Samudra Manthana yaitu pengadukan lautan susu dalam mencari Tirta Amerta. Ia melilit gunung Mandara yang digunakan para Dewa dan Raksasa mengaduk lautan susu. Basuki sering dikaitkan dengan air sebagai penjaga kesuburan dan kemakmuran.
Bedawang Nala artinya kura-kura api, yang dapat diterjemahkan menjadi panas bumi. Umumnya aksara bedawang saat upacara turun tanah adalah Ang yang melambangkan api.
Intinya Naga Basuki, Anantaboga dan Bedawang berada di bumi ini sebagai penjaga keseimbangan dan sumber kehidupan. Nampaknya filosofis ini menjadi landasan kepercayaan saat terjadi gempa dengan berteriak "idup idup idup..." yang artinya hidup atau Urip.
Karena yang bergerak menggeliat itu adalah sumber kehidupan itu sendiri. Tidak berlebih jika orang Sunda juga memberi nama gunung Sada Hurip, orang Dayak menyebut keyakinan mereka sebagai KAHARINGAN yang artinya Hidup.
Karena itu agama Hindu Nusantara adalah agama kehidupan. Ini dapat dilihat dari puja pengambeyan: Ong Sang Hyang Sapta Pattala, Sapta Dewata, Sang Hyang Panca Korsika Gana, Makadi ta Sang Hyang Urip, Sira apageha RI stanan Ira swang swang ....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar